Halo gaiss, selamat malam. Jangan lupa istirahat dan jaga kesehatan.
Jangan lupa berikan vote dan komen yaww.
Happy Reading
**
Alena sudah rapi dan bersiap untuk berangkat kuliah. Setelah istirahat semalaman, kondisinya sedikit membaik tidak terpuruk seperti semalam.
"Mau gue anterin?" tawar Revin sambil berdiri di ambang pintu.
Biasanya, Revin paling malas ketika diminta mengantar Alena ke kampus. Bahkan kadang Alena harus marah-marah dulu baru laku itu mau bergerak. Tapi hari ini, Revin justru menawarkan diri tanpa diminta.
"Nggak usah, gue berangkat sendiri aja, Bang," jawab Alena, berusaha terdengar meyakinkan.
"Yakin?" tanya Revin.
"Iya," jawab Alena mengangguk pelan, senyumnya samar.
"Yaudah, hati-hati di jalan," kata Revin.
"Iya," balas Alena singkat.
Gadis itu pun segera melangkah pergi. Revin hanya bisa menatap punggung Alena yang perlahan menjauh, seolah membawa serta semua kesedihannya dalam diam.
Mobil Alena kini sudah sampai di parkiran gedung fakultas. Sebelum ia keluar dari mobil ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan secara kasar. Dua bulan ini sangat menguras energinya, Alena lelah tapi ia harus tetap menjaoan studinya.
Gadis itu segera membuka pintu mobilnya, lalu ia keluar dari mobil. Alena melangkahkan kakinya memasuki gedung fakultas.
"Lena," sapa Perempuan berambut lurus.
"Hai, Kak Yura," sapa balik Alena dengan senyum ramah.
"Gimana kabarnya, Len?" tanya Yura.
"Baik, Kak. Kakak sendiri gimana?" tanya jawab Alena.
"Baik juga," sahut Yura.
"Mau ke lantai berapa nih?" tanya Yura.
"Lantai 2. Kakak?" tanya balik Alena.
"Sama. Yaudah bareng ya," jawab Yura.
"Ayok, Kak," ucap Alena.
Masih ingatkah dengan Yura? Kakak tingkat Alena yang satu divisi dengan Alena waktu acara E-Fair.
"Gimana, Len, semester 5 ini?" tanya Yura ketika mereka di dalam lift.
"Nguras tenaga banget, Kak," jawab Alena.
"Btw, Kak, KKN tahun ini kapan ya, Kak?" tanya Alena.
"Bulan depan, Len. Ini aja udah prepare ngurus KKN," jawab Yura.
"Semester ini benar-benar capek banget, Len," keluh Yura.
"Ih, bentar lagi gue juga bakal ngerasain kayak lo, Kak," ucap Alena.
"Semangat ya, Kak,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Genç KurguAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)