Selamat siang everyone. Alena dan Arka, kembali dengan alur yang lebih fresh. Maaf jika sekiranya cerita ini revisi terus
Sebelum baca jangan lupa vote dan berikan komentar
Happy Reading
**
Sebuah ruangan dengan dominasi warna merah muda terlihat damai. Seorang remaja perempuan masih terjebak dalam pelukan selimut yang menutupi tubuhnya. Alarm dari ponselnya sudah berbunyi lama, tetapi pemilik ruangan itu tetap menutup matanya.
Kring... Kring... Kring...
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Seorang wanita dua perlima abad masuk dan segera mendekati ranjang gadis tersebut.
"Leya, ayo bangun, Nak! Udah pagi, nanti kamu telat ke kampusnya lho," ucap Aira Pratama—mamah dari gadis tersebut.
"Engh..." lenguh Leya pelan.
"Ayo bangun, sayang," lanjut Aira sambil mengusap puncak kepala anaknya dengan sayang.
"Jam berapa, Mah?" tanya Leya sambil mengucek matanya.
"Setengah tujuh," jawab Aira lembut.
"Kamu ada kelas pagi kan hari ini, Sayang?" sambung Aira sambil tetap mengusap kepala putrinya.
"Iya, Mah," sahut Leya sambil mengangguk.
"Ayo buruan mandi, Sayang. Nanti telat ke kampusnya lho," titah Alena.
"Iya, Mah," ucap Leya seraya mulai bangun dari tempat tidurnya.
"Mamah sama Papah tunggu di bawah, ya, Sayang," pamit Aira sambil beranjak pergi.
"Siap, Mamah sayang," jawab Leya manja.
Wanita dua perlima abad itu langsung keluar dari kamar sang putri dan menuju meja makan, menyusul sang suami yang sudah berada di meja makan.
Sementara itu, Leya segera menuju kamar mandi. Ia tak mau terlambat ke kampus. Sekitar setengah jam kemudian, ia sudah rapi dengan kemeja putih dipadukan celana jeans navy. Ia duduk di depan meja rias, memakai skincare dan makeup agar terlihat lebih cerah.
Setelah mengecek penampilannya di kaca, Leya mengambil tasnya dan segera turun untuk menuju ke ruang makan, karena kedua orang tuanya sudah menunggunya di sana.
"Selamat pagi, Mamah, Papah," sapa Leya dengan senyum cerah.
"Selamat pagi, anak kesayangan Papah," sahut Jordan Pratama—ayah Leya—sambil mencium puncak kepala putrinya.
"Selamat pagi, anak cantik Mamah," timpal Aira dengan lembut.
Alena Nayara Pratama, anak tunggal dari Jordan dan Aira, di rumah memang kedua orang tuanya memanggilnya dengan panggilan 'Leya'. Ketika di kampus teman-teman dan sahabatnya memanggilnya 'Alena, Lena atau Al'.
"Ayo kita mulai sarapannya," ajak Haris.
"Leya mau roti aja deh, Mah," ucap Leya sambil mengambil roti dan mengolesi selai coklat kesukaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Fiksi RemajaAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)