29. Baikan

6.7K 150 3
                                        

Halo selamat malam gaiss. Gimana kabarnya hari ini?

Jujur aku udah ngantuk, aku mau tidur dulu babayy.

Jangan lupa vote dan komen yaww.

Happy Reading

***

Pagi menjelang dengan sinar matahari yang hangat menyusup melalui celah tirai kamar Alena. Hari ini ia terlihat segar dan cerah, jauh lebih baik setelah malam sebelumnya memilih untuk tidur lebih awal. Rambutnya dikuncir setengah, blouse putihnya dipadukan dengan celana jeans biru muda, dan wajahnya dihiasi senyum tipis yang menenangkan. Hari ini, ia dan Arka akan berangkat kuliah bersama karena jadwal mereka bertepatan.

Setelah bersiap, Alena menuruni anak tangga dan langsung menuju meja makan.

"Pagi semua," sapanya ceria.

"Pagi putri kesayangan Papah," balas Haris dengan nada manja.

"Pagi sayang," timpal Aira penuh kasih.

"Mau kuliah lo?" goda Revin dari ujung meja.

Alena mendengus pelan, lalu menjawab dengan malas, "Mau tidur gue."

"Udah tahu rapi gini, pakai ditanya mau kuliah. Ya iyalah!" sambungnya sambil mengambil tempat duduk.

"Ya siapa tahu lo mau jalan-jalan ke mana gitu," Revin nyengir.

"Udah, udah, yuk sarapan dulu," potong Aira, berusaha menengahi keduanya.

Haris hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keusilan Revin dan celetukan putrinya yang selalu penuh warna di pagi hari.

Selesai sarapan, Alena segera menuju ruang tamu. Arka bilang dia sudah dalam perjalanan. Ia duduk sebentar, lalu mendengar suara ketukan di pintu.

Tok Tok Tok.

"Itu pasti Arka," gumam Alena.

Ia bergegas membuka pintu, dan benar saja—laki-laki itu berdiri di ambang, mengenakan jaket hitam dengan helm di tangan.

"Hai," sapa Alena, senyum mengembang di wajahnya.

"Pagi, Sayang," jawab Arka lembut.

"Pagi juga."

"Berangkat sekarang?"

"Let’s go!"

Keduanya berjalan menuju motor Arka yang terparkir rapi di pekarangan. Arka langsung memasangkan helm di kepala Alena, lalu meraih tangannya.

"Ayo naik," katanya.

Ia mengulurkan tangan untuk membantu Alena naik ke jok belakang. Dengan ringan, Alena memegang tangannya dan naik dengan hati-hati.

"Pegangan ya, Sayang. Nanti jatuh lho," ucap Arka sambil menoleh sedikit.

Alena pun tersenyum iseng. "Gini kan?" katanya sambil melingkarkan tangannya ke perut Arka.

"Pinter banget cewek aku," balas Arka sambil menghidupkan mesin motor.

Mereka meluncur perlahan meninggalkan rumah keluarga Pratama. Angin pagi menyapa wajah mereka, membawa kehangatan dan kedekatan yang baru saja pulih dari konflik kecil.

 Alena & Arka [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang