Halo gaiss, selamat malam. Gimana kabarnya hari ini? Jangan lupa makan malam dan istirahat yaww.
Jangan lupa vote dan komen yaww.
Happy Reading
**
Hari semakin siang, Alena dan Arka memutuskan menyudahi aktivitas snorkeling mereka. Karena jika sudah jam dua belas ke atas, tidak bagus untuk snorkeling karena dapat membakar kulit.
"Mataharinya udah makin naik, yuk kita udahan, Sayang," ujar Arka.
"Snorkeling jam dua belas ke atas nggak baik buat kulit," tambahnya.
"Ayok," sahut Alena.
Mereka pun langsung menuju ke tepi Danau. Arka naik ke jembatan kayu terlebih dahulu, lalu membantu Alena untuk naik.
"Ayo, Sayang," ucap Arka sambil mengulurkan tangannya untuk membantu sang istri.
Alena menerima uluran tangannya, dan ia pun langsung naik ke jembatan. Pemandu pun mengajak para pengunjung untuk kembali ke tempat pos. Di tempat pos, Alena dan Arka langsung mengganti pakaiannya setelah menunggu badannya kering. Karena di sini tidak ada tempat untuk bilas jadi Alena dan Arka akan mandi di penginapan saja.
Setelah itu mereka berjalan menuju ke dermaga. Ombak
pelan memecah tiang-tiang kayu dermaga, membawa suara yang menenangkan. Arka membantu Alena naik ke speedboat.
"Siap ninggalin kakaban?" tanya Arka.
"Sebenarnya masih betah di sini, pengen lihat ubur-uburnya lagi," Alena tersenyum kecil, lalu menambahkan. "Tapi mataharinya makin terik."
Speedboat mulai bergerak meninggalkan dermaga Pulau kakaban.
"Hati kecil aku kayak masih tertinggal di danau," ucap Alena lirih.
Speedboat mulai menjauh, dari kejauhan pulau kakaban tampak seperti surga kecil yang tertinggal di tengah laut biru. Angin laut menerpa wajah mereka, membawa aroma asin yang khas, seolah memberi salam perpisahan.
Begitu sampai di penginapan, Alena dan Arka langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. Karena tadi mereka belum membilas badan, soalnya di sana tidak ada kamar mandi. Air segar yang mengalir seakan menyapu lelah setelah perjalanan panjang dan snorkeling. Usai mandi, tubuh Alena dan Alena menjadi lebih segar. Mereka berdua sekarang sedang duduk di balkon melihat pemandangan laut biru, garis pantai yang berkilau diterpa sinar matahari siang, serta angin laut yang lembut menyapu wajah dan ditemani dua cangkir berisi uap harum teh.
"Akhirnya mandi juga," ujar Alena.
"Di sana kurangnya cuma satu, nggak ada tempat buat bilas," timpal Arka.
"Iya, kan. Padahal pemandangan snorkeling bagus banget. Kasihan orang yang kulitnya sensitif ya," kata Alena.
"Harus di renov sih," ucap Arka sambil menyeruput teh perlahan.
Obrolan itu pun mengalir ringan, diselingi tawa pelan pasangan suami istri itu. Momen sederhana itu terasa begitu hangat—teh yang menenangkan, suara pantai yang damai dan kebersamaan mereka berdua yang membuat lelah pun sirna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Ficção AdolescenteAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)