Halo selamat malam gaiss. Gimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat ya.
Jangan lupa istirahat ya dan Jangan begadang karena itu nggak baik. Selamat istirahat kalian.
Jangan lupa vote dan komen yaww.
Happy Reading
***
Setelah pertemuan mereka kemarin sore, hari ini lagi dan lagi Alena dan Arka harus terlibat dalam pertemuan yang tidak direncanakan. Tiba-tiba saja, Gina mengajak Arka untuk menemani belanja, dan tentu saja, tak lupa ia juga mengajak Alena.
Arka, laki-laki itu sangat sulit menolak keinginan kakak sepupunya itu, akhirnya ia mengiyakan saja. Karena ia tak mau Gian curiga dengan dirinya dan Alena.
"Ayo, Om, kita jemput Kakak Cantik!" seru Fateh riang sambil menarik tangan Arka.
"Lho, ini mau ke mana nih?" tanya Dhita, penasaran.
"Kita mau ke mana, Teh?" tanya Gina pada anaknya.
"Jalan-jalan sama Kakak Cantik Oma!" jawab Fateh antusias.
"Kakak Alena?" tebak Dhita sambil tersenyum.
"Iya, Tante!" jawab Gina memberitahu.
"Wah, Oma ikut boleh nggak?" goda Dhita sambil mengedipkan mata.
"Ayok Oma, ikut aja! Bial lame," kata Fateh semangat dengan suara cadelnya.
"Oma di rumah aja deh, nanti kapan-kapan Oma ikut ya," balas Dhita sambil mengelus kepala cucunya.
"Yahh..." protes kecil dari bocah itu, dengan muka kecewa.
"Hari ini Fateh sama Mamah, Om Aka sama Kakak Alena aja ya. Nanti Oma ikut sama Opa sekalian," tambah Dhita.
"Sama Nenek Aila juga ya, Oma? Sama Kakek Halis?" celetuk Fateh tak mau kalah, suaranya jernih dan polos, tapi cukup membuat Arka menegang sejenak.
"Duh, Fateh mancing-mancing," gumam Arka dalam hati, ia merasa gelisah.
"Iya, nanti bareng Nenek Aira dan Kakek Harus juga ya," jawab Dhita dengan senyum penuh makna.
"Ayo Teh, salim dulu sama Oma," titah Arka.
"Oma, Ateh jalan-jalan dulu ya," ucap Fateh, lalu mencium punggung tangan Dhita dengan penuh sopan.
"Oke, hati-hati ya, Sayang," balas Dhita lembut.
"Gina pamit dulu ya, Tante," kata Gina sopan.
"Aka pamit juga, Mi," ujar Arka sambil membungkuk, mencium punggung tangan Maminya.
"Have fun ya kalian," ucap Dhita sambil melambaikan tangan kecil.
"Oh iya, Aka. Salam buat Alena ya. Sekalian salam juga buat Tante Aira," pesan Dhita sambil tersenyum penuh arti.
"Iya, Mi. Nanti Aka sampaiin," jawab Arka.
"Ayo Sayang, salim dulu," Gina mengajak Fateh.
"Assalamualaikum, Oma. Ateh pergi dulu," ucap Anak kecil itu.
"Waalaikumsalam. Hati-hati ya, Cucu Oma yang paling ganteng," balas Dhita hangat.
"Oma nanti dibawain oleh-oleh yaa," katanya lagi.
"Siap, Oma!" seru Fateh semangat.
"Emangnya kamu punya uang?" sela Arka sambil menyipitkan mata, pura-pura curiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Novela JuvenilAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)