52. Liburan Ke Semarang

6.7K 139 4
                                        

Halo gaiss, selamat sore menjelang malam. Gimana kabarnya hari ini? Jangan lupa makan dan istirahat yaww.

Part kali ini, kalian akan ketemu sama Zara yang gemoyy itu.

Jangan lupa vote dan komen yaww.

Happy Reading

**

Liburan semester ini mereka akan berlibur ke Semarang. Mereka berdua kini berada di dalam pesawat. Ya, hari ini mereka akan ke Semarang untuk bertemu dengan keluarga kecil Tisya.

"Sayang, kamu oke kan?" tanya Arka, menatap Alena dengan khawatir.

"Aku oke sayang," jawab Alena sambil tersenyum menenangkan. "Tenang aja."

Sudah lama sekali Alena tidak naik pesawat. Arka khawatir kalau Alena akan mabuk perjalanan. Sejak pesawat lepas landas, laki-laki itu terus-menerus menanyakan keadaan Alena.

"Aku mau foto awannya," kata Alena sambil mengambil ponselnya, matanya berbinar melihat pemandangan langit dari jendela pesawat.

"Awannya cantik banget," ujarnya sambil memotret.

"Lebih cantik orang yang ada di sebelah aku," sahut Arka cepat.

"Ish! Gombal," cibir Alena, melirik ke arah Arka sambil terkekeh.

"Kenyataan kok," balas Arka santai. "Orang yang ada di sebelah aku ini cantik banget... walaupun kadang suka marah. Tapi dia tetap cantik."

"Dih! Dih," sahut Alena sambil memukul pelan lengan Arka, wajahnya memerah menahan senyum.

"Mau imbalan apa nih?" tanya Alena sambil melirik ke arah Arka.

"Aslinya aku nggak mau imbalan ya. Tapi kalau kamu maksa... yaudah lah," jawab Arka dengan senyum sok ganteng.

"Dih!" sahut Alena mencibir.

"Aku mau imbalan..." ucap Arka sambil memeluk pelan pipinya, memberi kode.

"Minta imbalan tapi malah request," celetuk Alena.

"Oh, nggak apa-apa dong," balas Arka santai.

Tanpa banyak kata, Alena langsung mencium pipi Arka sekilas.

"Kok cuma satu?" protes Arka sambil mengerucutkan bibirnya.

"Dih!" Alena mendesis lagi, kini wajahnya sedikit memerah.

"Nggak mau, ah. Malu dilihatin pramugari," ujarnya sambil melirik sekitar.

"Nggak apa-apa. Bilang aja kita udah nikah," kata Arka sambil terkekeh.

"Ih! Sama aja, malu," balas Alena cepat.

"Yaudah... nanti aja, kalau di rumah Kak Tisya, boleh ya?" goda Arka.

"Nggak janji, ya aku," kata Alena pura-pura cuek.

"Aku tagih pokoknya nanti," ujar Arka sambil tersenyum puas.

Lalu ia menarik Alena mendekat, menaruh kepala perempuan itu ke pundaknya.

"Kamu tidur aja, nanti aku bangunin," bisiknya lembut.

 Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang