Halo selamat malam gaiss. Jangan lupa istirahat ya dan jaga kesehatan, karena sekarang musim sakit apalgi DB. Pokoknya tetep jaga kesehatan deh.
Jangan lupa vote dan komen yaww.
Happy Reading
***
Sejak pagi, Alena sudah merasa ada yang aneh dari Aureen. Begitu masuk kelas, ekspresi Aureen tak henti-hentinya dihiasi senyum manis seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Saat ditanya pun, ia hanya membalas dengan senyuman misterius tanpa penjelasan apa pun.
Dan kini, saat kelas baru saja berakhir, Alena dikejutkan oleh pemandangan yang tak biasa: Ezra berdiri di depan kelas, sementara Aureen menghampirinya dengan langkah ringan dan antusiasme yang sulit disembunyikan.
"Lho, lo ngapain di sini, Zra? Emang kelas lo selanjutnya di ruangan ini?" tanya Alena, bingung.
"Nggak, Len," jawab Ezra santai.
"Terus ngapain nongol di sini?"
"Mau jemput Aureen," sahut Ezra ringan, seolah itu hal biasa.
Alena langsung menoleh ke Aureen dengan ekspresi tak percaya.
"Lo ada hubungan apa sama Ezra, hah? Ngaku deh, kalian mencurigakan banget dari tadi."
Aureen tertawa kecil, pipinya sedikit memerah.
"Gue bisa jelasin kok, Len."
"Oke. Ke kantin yuk. Gue dengerin penjelasan lo di sana," kata Alena, masih penuh tanda tanya.
"Beneran, ya?"
"Iya, serius," Aureen mengangguk meyakinkan.
Ketiganya pun melangkah menuju kantin fakultas. Setelah menemukan meja kosong, mereka langsung duduk. Ezra bersiap membuka suara, namun belum sempat bicara, Adrian dan Arka datang menghampiri.
"Heh! Dicariin malah nongkrong di sini," ujar Adrian dengan nada datar pada Ezra.
"Ada urusan apa nih rame-rame?" Arka mengangkat alis, matanya bergantian menatap wajah mereka.
"Tanya aja tuh sama dua sejoli itu," jawab Alena sambil melipat tangan.
"Zra, lo kenapa?" tanya Arka, kini fokus pada Ezra.
"Ka, Yan, duduk dulu deh. Biar sekalian gue jelasin," ucap Ezra.
Arka dan Adrian pun menarik kursi dan ikut duduk, penasaran. Ezra menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan.
"Jadi... sejak acara E-Fair kemarin, gue sama Aureen makin sering ngobrol dan jalan bareng."
"Dan?" Alena mencondongkan badan. "Gue rasa masih ada lanjutannya."
"Sabar dulu, Len," ujar Arka sambil menyenggol pundaknya.
"Nih orang ngomongnya kayak nyicil KPR," celetuk Alena.
Ezra tertawa gugup, lalu melanjutkan.
"Dan... semalam gue dan Aureen resmi jadian."
"APA?!" Adrian refleks berseru kaget, hampir berdiri dari duduknya.
"Yan! Lo sering bilang Azura suaranya kayak toa masjid, lo sendiri juga nggak jauh beda sekarang," sindir Arka sambil menahan tawa.
"Refleks, Bro! Tapi ogah banget disamain sama cewek toa masjid itu," balas Adrian, langsung duduk kembali.
Alena menatap Aureen dengan senyum menyipit.
"Pantesan dari tadi lo senyum-senyum sendiri di kelas. Ternyata ini toh alasannya?"
"Ih, Len... jangan gitu dong, malu gue," ucap Aureen sambil menunduk malu.
"Udah, selamat deh buat kalian. Tapi ya... harus traktir!" kata Alena sambil melirik Aureen dan Ezra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]
Ficção AdolescenteAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k988998.jpg)