Halo gaiss, selamat pagi. Gimana kabarnya hari ini? Jangan lupa sarapan dan beraktivitas yaww.
Jangan lupa vote dan komen.
Happy Reading
**
Hari ini adalah hari yang sangat ditunggu oleh Alena, Arka dan sahabat-sahabat mereka. Akhirnya, mereka semua wisuda dihari yang sama.
Alena tampil anggun dengan balutan kebaya kutu baru berwarna pink dusty berlengan panjang, lengkap dengan aksesoris selendang menjuntai di sisi kiri sebagai pemanis. Dipadukan dengan kain batik motif parang kawung bernuansa pink keemasan dan abu-abu muda, dengan potongan span dan slit depan. Kebaya tersebut membuat tubuh Alena tampak ramping dan anggun, meski ia sedang mengandung empat bulan. Hari ini, Alena benar-benar terlihat cantik dan anggun sekali.
"Cantik banget istri aku," puji Arka.
"Kamu juga ganteng banget hari ini," sahut Alena.
Arka memakai kemeja putih, serta memakai dasi warna hitam dan dipadukan dengan celana warna hitam juga. Arka terlihat tampak gagah seperti waktu pernikahan mereka. Arka langsung memeluk istrinya dan mencium keningnya.
"Nggak nyangka ya, Sayang. Kita bisa lulus tepat waktu," ujar Arka.
"Iya, aku nggak nyangka banget, bisa lulus tahun ini," kata Alena. "Apalagi bareng mereka bertiga juga."
"Aku juga seneng banget, akhirnya aku sama mereka bertiga lulus bareng," kata Arka dengan senyum lebar.
"Ini tuh pencapaian kita, Sayang. Kita masuk bareng-bareng sama sahabat-sahabat kita, dan lulus juga bareng mereka," lanjutnya.
"Iya, Sayang. Aku nggak nyangka banget," balas Alena matanya berbinar.
"Dedek bayi nanti di sana, nggak boleh rewel ya," ucap Arka berbicara ke arah perut Alena.
"Oke, Papah. Nanti dedek bayi nggak nakal kok," kata Alena menirukan suara anak kecil.
"Dedek bayi udah bangun belum nih?" tanya Arka.
"Udah dong, Papah. Kan dedek bayi mau ikut wisuda Bunda sama Papah," jawab Alena dengan senyum manis.
"Kamu beneran oke kan, Sayang?" tanya Arka lagi, kali ini dengan nada khawatir.
"Iya, Sayang. Aku baik-baik aja. Anak kita pinter nggak rewel," ujar Alena. "Karena dia tahu, hari ini hari penting buat Bundanya."
"Aku takut kamu kenapa-kenapa," kata Arka, memandang istrinya dengan cemas.
"Aku baik-baik aja," jawab Alena menyakinkan.
"Susunya udah diminum kan?" tanya Arka.
"Udah, Sayang," jawab Alena.
"Tolong ya, di sini masih ada orang," sela Adrian, memecah suasana dengan nada menggoda.
"Ayo, Len. Foto dulu ih, buat kenangan-kenangan," ujar Azura yang sudah menyiapkan kameranya.
"Iya, Zur," jawab Alena, berusaha sabar menghadapi Azura yang super rempong hari ini.
"Ayo, ayo. Kita abadikan momen penting ini," tambah Aureen penuh semangat.
Empat perempuan itu pun langsung ber-selfie dan berganti-ganti gaya terus-menerus.
"Fotoin dong," pinta Azura.
"Sini gue fotoin," sahut Arka, mendekat.
"Bayar ya," godanya.
"Dih! Pelit banget suami lo, Len," celetuk Azura.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit]
Novela JuvenilAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k93037.jpg)