44. Antara Aku, Kamu dan Ego

5.1K 129 7
                                        

Halo gaiss, selamat pagi semuaaa. Gimana kabarnya hari ini? Jangan lupa sarapan dan beraktivitas yaww.

Jangan lupa vote dan komen yaww.

Happy Reading

**

Masa perkuliahan kini sudah mulai aktif kembali. Para mahasiswa dan mahasiswi hari ini sudah harus kembali berangkat ke kampus.

Alena kini sudah siap dengan kemeja lengan panjang berwarna soft pink, dipadukan dengan celana jeans flare berwarna denim biru gelap. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja.

Pagi ini, ia hanya sempat sarapan dengan roti. Ia bangun kesiangan, dan Arka pun sepertinya tidak membeli sarapan seperti biasanya.

"Cepet banget udah masuk kuliah lagi," gumam Alena sambil menggigit rotinya.

"Eh, tapi nggak apa-apa deh. Dari pada gue di apartemen terus. Bosen banget, apalagi harus ketemu manusia itu terus," lanjutnya, menggerutu pelan.

Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar yang terbuka. Pemilik kamar itu keluar dengan pakaian rapi.

"Sorry ya, nggak beliin sarapan buat kita," ucap Arka berjalan menuju dapur.

"Dih! Siapa juga yang minta dibeliin," batin Alena sambil mendengus.

"Rotinya masih?" tanya Arka sambil melirik meja makan.

"Tuh," jawab Alena singkat, sambil menunjuk sisa roti di piring.

Arka langsung duduk di kursi depan Alena. Ia mengambil dua lembar roti, mengolesinya dengan selai, lalu mulai memakannya.

Sementara itu, Alena sudah menyelesaikan sarapannya. Ia meneguk susu hangatnya, lalu bersiap berangkat ke kampus.

"Mau berangkat?" tanya Arka.

"Lo bisa lihat kan?" jawab Alena dingin, sembari mengenakan tasnya.

"Iya... maaf,"  sahut Arka pelan.

Alena pun memutar bola matanya, malas menanggapi. Moodnya pagi ini sudah rusak gara-gara Arka. Tanpa menoleh lagi, ia langsung melangkah pergi menuju pintu.

"Hih, nyebelin banget," gerutunya begitu sudah berada di luar unit apartemen.

Dari dalam, Arka hanya bisa memandang kepergian Alena. Ia hanya bergumam lirih, "Padahal aku mau ngajakin kamu berangkat bareng, kayak dulu lagi. Tapi kayaknya kamu nggak bakal mau."

Ia menghela napas panjang, lalu kembali menyantap sisa rotinya.

🍁🍁🍁

[Dihapus karena kepentingan penerbitan]



Ih kenapa sih, Alena nggak mau bilang kalau dia juga masih suka dan kangen sama Arka.

Kesalahpahamannya jadi makin rumit kan.

Pengen rasanya aku datang, terus aku bilang sama mereka. Kalau mereka itu sebenarnya masih saling suka tapi terhalang ego mereka yang sama-sama tinggi.

Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya.

See you next chapter yaw.

Demak, 10 Agustus 2025

 Alena & Arka [Terbit, bisa dibeli di shopee]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang