Dhita menghela nafasnya lelah seraya menatap pintu ruang rapat di depannya. Dhita masuk ke dalam ruangan dan menyapa semua yang sudah hadir di ruang rapat. Setiap minggu memang ada weekly report dari setiap bagian kepada direktur. Kali ini Dhita menggantikan Dio yang sedang wawancara perawat baru dan Tyas yang sedang mengurus SIP Dokter baru.
"Lo yang naik ?" Tanya Mina ketika Dhita duduk disampingnya
"Mas Dio lagi interview perawat baru, jadi gue yang gantiin." Mina menganggukannya kepalanya mengerti. Tak lama direktur Rumah Sakit mereka, dr. Adit datang bersama dr. Alya dan dokter-dokter lainnya lalu rapat dimulai.
Dhita dan Mina fokus dengan apa yang di bahas rapat minggu ini, mulai dari laporan komplain pasien, jumlah Rajal dan Ranap, jumlah operasi hingga persiapan Akreditasi Rumah Sakit.
"Gila udah mau akre lagi" bisik Dhita di sela-sela rapat
"Iya juga. Aduh capek lagi gue nyari sampel" keluh Mina mengingat progjanya yang harus mengambil sampel dari pasien.
"Kira-kira siapa yang gantiin dr. Ricky ngerjain kks medis ? Gue ogah megang kks medis"
"Berdoa aja ada yang gantiin Dhit"
"Bagian PSDM bagaimana laporannya ? Dio mana ?" Suara dr. Adit membuat Dhita dan Mina menghentikan pembicaraanya. Dhita langsung mengangkat tangannya ketika dr. Adit menanyakan atasannya.
"Izin dok, Dhita yang mewakili karena mas Dio ada wawancara perawat di bawah. Untuk rekruitment yang sudah berjalan ada analis lab, radiografer, fisioterapis dan staff rekam medis dok. Semua penambahan dok karena dari setiap unit ada yang keluar. Reportnya akan dilaporkan bersamaan dengan hasil wawancara perawat dengan Mas Dio dan Bu Hani"
dr. Adit menganggukan kepalanya paham "untuk dokter bagaimana ? SIP-nya sudah di urus ?"
"Sudah dok, untuk dr. Bimo dan dr. Rio SIP sudah jadi ini lagi di ambil mba Tyas sekalian menyerahkan berkas Dokter spesialis baru dok."
"Okey, terimakasih laporannya. Saya tunggu report rekruitmentnya"
"Baik dok"
Dhita diam-diam menghela nafasnya lega karena dr. Adit tidak bertanya lebih. Hampir 2 jam akhirnya rapat selesai. Dhita dan Mina berberes dengan buku dan alat tulisnya lalu mereka turun dan kembali ke ruangan masing-masing.
"Dhit ke igd bentar siih, gue mau ambil barang sekalian mau ke yanmed" ucap Mina yang di setujui oleh Dhita. Keduanya sampai di igd dan Dhita menyapa perawat-perawat di igd.
"Mbak Dhiiit, sombong banget gak main ke igd" sapa shafa salah satu perawat. Kebetulan igd sedang lenggang dan mereka sedang sedikit santai.
"Ngapain main ke igd muluu ? Ntar aku ga ngerjain gaji kalian lagi"
"Yaaa jangan gituu dong mbaaa hahahah. Eh eh mba tau gak ? Ada dokter baru lhooo. Udah kenalan beloom" tanya Shafa yang Dhita tau kearah mana pembicaraannya.
"Udaah tauuu wleeek, telat nih" ledek Dhita yang di balas oleh keduanya. Salah satu tirai terbuka dan muncul Bimo dengan sneli dan stetoskop yang menggantung di lehernya. Bimo dengan pelan menjelaskan diagnosa penyakit kepada pasien yang kebetulan adalah anak kecil Dengan setelan kemeja hitam dan rambut sedikit berantakan membuat Bimo telihat sedikit keren. Tiba-tiba jantung Dhita berdetak kencang melihat Bimo seperti ini.
"Nah itu mbaaak dokter yang ku bilang, yang ganteng hihihi tapi diem banget" bisik Shafa
Bimo tidak menyadari adanya Dhita di nurse station hingga ia sadar ketika Mina menganggil Dhita untuk segera pergi. Keduanya tak sengaja saling bertatapan satu sama lain. Dengan ragu Dhita memberikan senyum kecil namun dibalas tatapan biasa oleh Bimo.

KAMU SEDANG MEMBACA
first.
Teen FictionDulu mereka bersama, namun karena ego kini mereka berpisah. wonwoo x sana alternatif universe