"Jangan bercanda, Yazawa! Apa maksudmu?!"
"Seperti yang telah kutuliskan di kertas itu, aku ingin kita mengganti objek percobannya menjadi hewan."
"Kau gila?! Proyek Ini sudah hampir selesai dan kau ingin mengubahnya sekarang?! Tidak mungkin!"
Aku maju, melantangkan suara. "Kenapa tidak? Bukankah lebih bagus jika kita mengganti saja manusia menjadi hewan? Ini akan memperingan kegagalan GTT. Kita jadi tidak perlu bersusah payah merekrut orang-orang."
"Jangan bodoh! Kita telah mendapatkan apa yang kita perlukan. Apa lagi? Kau ini kenapa sih?!"
"Tapi jika ternyata GTT itu rusak, setidaknya takkan ada korban."
"Itu kan kalau gagal. Proyek ini tidak akan kubiarkan gagal. Kau memikirkan terlalu jauh."
Pak Kuragaki.. kau tidak mengerti. Bahkan saat itu, kau juga merasa bersalah. Aku hanya ingin mencegahnya! "Aku hanya tidak mau ada yang terluka lagi!"
"Lagi? Apa maksudmu? Kurasa kau sakit."
"Ap-? Aku tidak sakit, kok!"
"Kuperintahkan kau untuk istirahat di rumah hari ini, Yazawa. Dinginkan kepalamu dan mari bicara baik-baik."
"Haah??! Tapi-"
"Pembicaraan kita selesai. Semuanya lanjut kerja!"
"Pak Kuragaki, kumohon dengarkan aku!" Aku menghalanginya yang hendak pergi.
"Kau boleh pulang sekarang."
*****
Kenapa? Kenapa tak ada yang percaya padaku? Padahal ini juga demi kebaikan bersama. Aku berjuang sekeras ini untuk kalian semua!
Aku terus berjalan dengan kepala tertunduk kesal. Tak melihat ke depan sampai-
BRUAAK!!!
"Aw.." mengusap dahi.
"Ma-maaf! Aku sungguh-sungguh minta maaf!"
Menghela. Kenapa hari ini buruk sekali? Bangkit, menepuk-nepuk stocking yang berdebu. "Sudahlah, tidak apa. Aku juga minta ma-" menatap wajahnya. "Hanayo?"
"Ni-Nico.. chan?"
Dan.. kenapa akhir-akhir ini kami semua saling berpapasan?
"Ma-maafkan aku, Nico-chan. Tadi tidak sengaja."
"Yah, aku baik-baik saja. Yang tidak baik itu.." menunjuk lembaran kertas yang berserakan. "Justru kertas-kertas itu."
Hanayo baru sadar, segera memungutnya. Haah.. dasar ceroboh. Membantunya. "Ngomong-ngomong, ini untuk apa?"
"Oh, aku harus mengantarnya ke kantor sebelum jam sepu-" terdiam.
"Ada apa?"
"Sekarang sudah jam 09.44!!! Aku terlambat!" katanya panik.
"EEEHH??! Cepat!!" entah mengapa, aku ikut panik. Kami berdua secepat mungkin membereskan kertasnya dan berlari ke arah kantor Hanayo.
*****
"Terima kasih banyak, Nico-chan." Hanayo tersenyum.
"Lain kali hati-hati. Merepotkan tahu."
"Baik.."
Aku menatap gedung besar itu. Sudah lama sekali sejak terakhir kali kami ke sini. Masa-masa susah dan senang yang dilalui bersama itu telah usai. Inilah gedung utama 'Love Live!' perusahaan tempat Hanayo bekerja. Dedikasinya pada dunia idol memang hebat. Berkat kerja kerasnya, ia ditawari untuk bekerja di sini, mengurus banyak grup-grup besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
NicoMaki: Again
Fanfic"Kalau begitu biar aku saja." Kata itu, harusnya kutahan. Kata yang langsung membuatku senang dalam satu detik, namun juga membuatku menyesal setelahnya. Benar. Ini semua salahku. Akulah yang menciptakannya. Karena akulah, ia hilang, dan tak pernah...
