Hai gaisss, selamat malam. Udah ganti bulan aja nih. Gimana awal bulannya, happy kan? Semoga happy.
Jangan tanya author awal bulan happy nggak? JELAS ENGGAK! Karena habis dikecewakan sama hasil nilai. Gila banget emang dosennya, 4 tugas harian nggak bisa ngantrol nilai.
Semester ini bener-bener sad banget. Dua hari ini aku nangisin nilaiku wehh! Sedih kali aku🥺 Tolong hibur aku gaiss, beliin aku ultramilk rasa coklat satu truk pliss.
Aku sakit hati banget sama dosennya, hasil akhirnya bener-bener bikin ip terjun bebas bangett huaaaa....
Tapi udahlah aku gaboleh sedih-sedih, aku tangisin juga nilaiku ga bakal bisa langsung berubah.
Jangan lupa vote dan komen
Happy Reading
***
Baru satu minggu kuliah berjalan, tapi tugas sudah mulai berdatangan. Beginilah risikonya jadi mahasiswa—harus selalu siap kapan saja diberi tugas. Huh!
Malam ini, Alena dan Aureen sudah berada di sebuah kafe. Mereka sepakat untuk mengerjakan tugas bersama di sana, mencoba suasana baru agar lebih semangat. Lagipula, ditemani segelas kopi atau es coklat terasa lebih menyenangkan daripada mengerjakan tugas di rumah.
"Lo mau pesan apa, Len?" Aureen sambil melirik menu di ponselnya, karena sistem kafe di sini pesannya lewat online.
"Gue cappuccino," ucap Alena sambil menatap daftar menu di ponsel.
"Lah, tumben lo kopi," komentar Aureen, menoleh dengan alis terangkat.
"Sedang pengin aja," sahut Alena ringan, jari-jarinya mulai mengetik di laptop yang baru saja ia buka di atas meja.
"Mau yang dingin apa panas?" tanya Aureen sambil membuka aplikasi pemesanan.
"Yang dingin aja. Sekalian donat coklat kalau ada," jawab Alena sambil terus fokus mempersiapkan dokumen tugas.
Aureen mengangguk, lalu lanjut memesan. Sementara itu, Alena mulai membuka dokumen tugas yang harus mereka kerjakan. Tugas dari dosen baru itu cukup menantang, apalagi mereka belum benar-benar memahami gaya mengajarnya.
"Baru juga adaptasi sama jadwal kuliah, eh udah disuruh ngerjain tugas aja," keluh Alena sambil menopang dagu.
"Yah, itulah hidup mahasiswa. Nggak sempat napas dulu," sahut Aureen sambil tertawa kecil.
Meski tugas terasa berat, suasana kafe yang tenang dan aroma kopi yang harum membuat segalanya terasa lebih ringan. Mereka mulai menyusun poin-poin penting, saling berdiskusi, sesekali bercanda untuk mengusir bosan.
Saat mereka asyik mengerjakan tugas sambil mengobrol, tiba-tiba dua orang datang menghampiri meja mereka.
"Lho, kalian ngapain di sini?" tanya Aureen sambil menoleh.
"Oh, aku tahu. Kamu tadi tanya-tanya aku soal kafe, karena kalian berdua mau nyusul ke sini, ya?" sahut Alena sambil melirik.
"Iya, betul banget," jawab Arka sambil tersenyum, diikuti anggukan Ezra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alena & Arka [Terbit]
Teen FictionAlena dan Arka, dua remaja yang baru saja memasuki dunia perkuliahan, ternyata sejak mereka lahir sudah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun merasa terpaksa dan enggan, mereka tak bisa menghindari kenyataan bahwa takdir mereka sudah dite...
![Alena & Arka [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/222692566-64-k93037.jpg)