16 ; Revenge

506 30 2
                                        

"Lynne dengar ni mummy nak cakap ."Lynne yang sedar dia akan dibebel lebih lama mula baring sambil menutup mata .

"Mummy baru tahu tentang hal kamu pergi kelab malam tu dan mummy tahu benda tu tak betul . Ada orang fitnah kamu ? Ada orang buli kamu tentang hal tu ? "

Lynne senyap tidak membalas sebaliknya dia menggeleng kepala tanda tidak percaya akan perkara yang dia dengar . Perkara mengenai kelab malam tu sudah berlalu selama hampir 3 minggu tapi ibunya baru sahaja tahu .

Orang tua . Ya , itulah perkataan yang muncul di dalam benak fikiran Lynne sebaik sahaja mendengar kata-kata ibunya yang lambat mengetahui hal kelab malam itu .

"Haih kamu ni . Mummy ni dekat Jepun jadi tak dapat nak serang kamu punya universiti . "

Semakin panjang bebelan ibunya , semakin berat mata Lynne . Dia yang semakin rasa mengantuk terus sahaja hampir terlelap .

"Lynne ! Kamu dengar ke tidak ni !?"

Lynne tersentak . Dia bangkit daripada baring supaya tidak terlelap . Dia dengan gelabah mengambil telefon pintar yang sedang terdampar di meja belajarnya .

"Ye , Lynne dengar . " Lynne menjawab acuh tak acuh .

"Mummy tanya ni daddy dah tahu ke belum ? "

Lynne yang tadinya sudah gelabah semakin gelabah . Kalau ayahnya tahu tentang hal ini memang habis dia dimarahi .

Ayahnya sibuk dengan restoren hotel milik keluarga mereka jadi dia tiada masa untuk bermain media sosial sebab itulah ayahnya masih belum tahu akan hal ini .

"Sudah . Dia kata yang dia dah bincang dengan Prof dan hal ini dah selesaikan salah faham cuma tulah mulut manusia susah nak tutup . "

Lynne menipu dengan penuh rasa bersalah . Bukan tidak mahu ibu bapanya masuk campur akan hal kehidupannya tapi dia tidak mahu kedua orang tuanya risau .

"Hmm.. baguslah kalau begitu . Kalau macam tu mummy pergi dulu . "

"Ok bye mummy . "

Panggilan telefon yang berlangsung selama hampir sejam itu ditutup . Lynne menghela nafas lega . Nasib ibunya berada di Jepun . Kalau dia masih di sini pasti ibunya sudah datang menyerang pergi ke bilik Prof .

"Lynne ! " Suara Cella bergema kuat di dalam dorm mereka yang sunyi sepi .

"Ye aku datang . Sabar kejap . "

---

"Betul ke Hotboyz nak tolong ? " Suara Carol penuh curiga . Yelah Hotboyz mana pernah suka tentang hal-hal prank ini .

"Kalau dia tak tolong aku nak lempar dia punya Xbox . "

Lynne ketawa jahat bersama riak wajah menyeramkan . Prankers pandang Lynne dengan wajah yang tidak percaya padahal dia hanya bergurau .

"Wei aku bergurau jangan percaya sangat ."

Wajah yang tadinya menyeramkan kembali polos . Kata-kata yang Lynne keluarkan membuatkan Prankers menghela nafas lega . Lynne agak gila orangnya jadi mereka percaya yang dia betul-betul ingin membuang Xbox milik Zack .

"Maaf lambat ." Suara teguran Adam yang garau itu membuatkan semua ahli Prankers menoleh .

"Ok jom tanpa berlengah mulakan prank ni !" Jerit Mitchel bersemangat . Pasal prank bukan main ye dia bersemangat .

The School Rival And TSR 2 ; Past Vs PresentCerita yang buat anda obses. Terokai sekarang