5 - Happy Tears

2.3K 181 9
                                        

"Mari berbahagia bersama. Percayalah bahwa Tuhan sedang menciptakan sebuah cerita dengan akhir yang indah."
-Leece

~•~

"Kau sedang mengintip?" Tanya Tn. Choi kepada putra keduanya yang sedang melihat Renjun kecil yang tertawa bahagia bersama gadis lain yang di anggap bocah kecil itu sebagai Ibundanya

"Renjun terlihat bahagia. Jika kau ikut merasakannya, maka jadikanlah gadis itu sebagai istrimu. Chan, cinta bisa dinomor duakan tapi bahagia tidak seharusnya untuk di tunda." Tn. Choi memberikan pukulan pelan pada bahu Chanyeol yang terus menatap putranya yang sedang tertawa bahagia

Tn. Choi melangkah meninggalkan Chanyeol yang masih saja mengintip. Tapi detik kemudian Chanyeol langsung melangkah maju mendatangi sang anak yang berada di pangkuan seorang gadis yang bernama Kwon Chaeyoung

"Renjun..." Sapa Chanyeol kepada sang Anak yang sedang asik bermain pada Chaeyoung

"Oh! Abeoji!" Renjun kecil yang antusias langsung membenarkan posisi duduknya dan Chanyeol ikut terduduk di dekat gadis yang sedang memangku anaknya

"Njun, appa ingin berbicara kepada eomma jadi, bisakah Njun pergi bermain bersama anak-anak lainnya?" Renjun kecil langsung menggelengkan kepalanya

"Tapi eomma bilang Njun engga boleh main lari-lari dulu. Njun tadi jatuh, abeoji." Penolakan Renjun kecil itu membuat Chaeyoung tersenyum hangat kepada bocah kecil itu

"Tunggulah di sofa sana. Eomma harus bicara bersama appa mu." Perkataan Chaeyoung membuat Renjun kecil langsung mengangguk antusias

Chaeyoung mengacak surai tebal Renjun kecil sebelum bocah itu melangkah tertatih karena luka akibat jatuh tadi

"Terimakasih sudah membantu anakku, Chaeyoung-ah." Kata Chanyeol dengan senyuman manis yang ia tampilkan di ujung kalimat

Chaeyoung yang di panggil seperti panggilan akrab dari Chanyeol itu membuat gadis itu menatap tak percaya ke arah Chanyeol walaupun gadis itu harus tetap tersenyum di keadaan canggung ini

"Sama-sama..."

"Choi Chanyeol." Kata Chanyeol yang langsung memotong perkataan Chaeyoung saat merasa bahwa gadis itu tidak mengetahui namanya

"Makan malam ini berujung pada perjodohan." Kata Chanyeol yang langsung berbicara pada intinya. Chaeyoung mengangguk paham

"Ternyata dugaan ku benar." Kata Chaeyoung yang masih tetap tersenyum

"Sebelum itu semua di tentukan siapa dengan siapa. Bisakah aku memilihmu sebagai jodohku?" Pembicaraan Chanyeol ini membuat Chaeyoung menatap lelaki itu tidak percaya

Chanyeol yang belum mendapatkan jawaban dari Chaeyoung langsung mengalihkan pandangannya ke lain arah

"Jika kau menolak itu bukanlah masalah besar. Karena Appa bilang kalau salah satu di antara kita ada yang tidak menyukainya, ini semua bis-"

"Aku menerimanya. Menerima dirimu juga Renjun dengan senang hati." Perkataan Chaeyoung ini membuat Chanyeol menatap gadis itu tidak percaya

"Kita masih punya waktu selama dua bulan untuk saling mengenal dan membangun cinta." Perkataan Chanyeol membuat pipi Chaeyoung merah merona karena malu

"Eomma, Njun lapar." Belum sempat Chaeyoung menjawab perkataan Chanyeol, Renjun kecil sudah memanggil Chaeyoung dari sofa sana

~•~

"Grandma, Echan engga mau makan. Echan udah kenyang." Haechan kecil terus saja menolak suapan nasi dari sang Nenek yang dengan senang hati menyuapi sang cucu walaupun Ny. Choi sedang kedatangan tamu

"Echan belum ada makan jadi Echan engga mungkin kenyang. Jadi sekarang Echan harus makan, oke?" Haechan kecil langsung berdiri dari duduknya meninggalkan sang Nenek yang nyaris menyerah dengan keras kepala sang cucu dari anak ketiganya

"Echan engga mau makan kalau Echan belum ketemu sama eomma Echan! Chen, Njun, dan Jeno aja di suapin sama eomma mereka, tapi kenapa Echan engga." Haechan langsung berlari meninggalkan seluruh orang yang ada di ruang tamu ini dengan perasaan campur aduk. Terutama Jennie, entah kenapa gadis itu merasakan sakit saat mendengar Haechan kecil yang seperti menyindirnya

Jennie dan Jongin berdiri bersama. Tapi Jennie menggelengkan kepalanya sembari menatap Jongin dengan tatapan lemah lembutnya

"Biarkan aku yang mengejarnya." Kata Jennie yang langsung berlari mengejar Haechan kecil yang berlari menuju kamar bocah itu

Haechan kecil langsung membanting pintu kamarnya dan bocah itu berlari ke arah sudut ruangan lalu bersembunyi di balik gorden dan menangis tersedu-sedu disana

"Aku membenci mu, Tuhan! Sangat membenci mu." Kata Haechan sambil meronta-ronta hebat disana. Sedangkan Jennie terus saja mengetuk pintu yang tidak terkunci itu

"Echan, bolehkah aku masuk?" Pertanyaan Jennie yang tidak terjawab membuat gadis itu melangkah hebat menghampiri Haechan yang sedang meronta-ronta

"Bisakah kita berbicara?" Tanya Jennie sembari mengelus-elus surai Haechan kecil yang menunduk sambil menangis hebat di balik kepala yang menumpangkan di atas lututnya itu

"Eom... Eomma meminta maaf kepada mu karena tidak menyuapimu." Kata Jennie yang langsung membuat Haechan kecil menatapnya dengan mata yang sudah sembab dan memerah

"Apakah kau eomma ku?" Pertanyaan Haechan kecil ini membuat Jennie mengangguk sambil ikut menangis seperti bocah itu, dan Haechan kecil langsung memeluk Jennie dan langsung membuat Jennie jatuh terduduk

"Eomma, kau kemana saja? Aku merindukan mu, sangat merindukan mu. Eomma, bisakah kau berjanji untuk tidak bepergian jauh lagi?" Dalam pelukan itu Jennie hanya bisa menggeleng lemah tanpa suara

"Eomma, ayo jawab pertanyaan ku ini!" Dalam pelukan itu Haechan kecil meronta dan mengguncang tubuh Jennie saat gadis itu belum juga menjawab pertanyaannya

"Eomma.... Berjanji!" Kata Jennie tanpa berpikir panjang. Dan pada saat bersamaan, Jongin memasuki kamar sang anak yang di ikuti oleh Ny. Choi beserta sang Suami

"Kau bisa menolak ini jika kau terpaksa, Jennie." Kata Jongin dan Jennie langsung menggeleng lemah

"Aku sudah berjanji kepada Haechan jadi aku tidak akan membatalkannya. Lagi pula aku ini ibunya jadi bagaimana bisa seorang Ibu mengingkari janjinya." Kata Jennie yang masih memeluk Haechan kecil yang duduk di pangkuannya

Mendengar perkataan Jennie yang terdengar begitu tulusnya, Ny. Choi langsung memeluk gadis itu dan Haechan kecil sedikit merasa terhimpit

"Gomawo, Jennie-ah."

~•~

"Teruntuk mu, Ibu ku, aku ingin berterima kasih dengan keputusan mu dan cara mu mendidik ku. Terimakasih, Ibu."
-Leece

Arranged Marriage [Blackxo vers.]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang