15 - Baekhyun's Marriage

1.7K 147 15
                                        

"Orang baik akan ditemukan dengan jodoh yang terbaik pula. Begitu pun dengan orang yang jahat, kau akan di pertemukan dengan orang yang jahat. Ini adalah keadilan Tuhan."
-Leece

~•~

"Chukkae, Uncle Baekhyun," ujar keempat bocah itu dengan sangat serentak. Baekhyun dan sang Istri tertawa renyah secara bersamaan.

Baekhyun dan Taeyeon mendatangi para tamu dengan baju pernikahan yang membuat mereka terlihat begitu serasi berduaan. Baekhyun dan Taeyeon mendatangi keluarga Tn. Choi yang di undang khusus olehnya.

"Beruntung sekali dirimu mendapatkan Taeyeon sebagai istri," ujar Chanyeol sembari menyikukan perut Baekhyun dengan pelan lalu memasang ekspresi konyolnya yang membuat Baekhyun ikut membalas ekspresi konyol itu juga.

"Taeyeon-ah, apakah kau tidak menyesal mendapati Baekhyun sebagai suami mu? Dia ini laki-laki paling cerewet yang pernah ada di dunia," timpal Chanyeol menambahi membuat semua orang tertawa renyah disana, para tamu melihat ke arah mereka semua.

"Dari pada banyak bicara, lebih baik kau kenalkan saja kekasih mu kepada kami, tiang listrik Gangnam," kata Baekhyun yang mampu mengundang tawa semuanya, kecuali keempat bocah yang sedang asik makan pudding di acara pernikahan Baekhyun dan Taeyeon ini.

"Ah! Dia adalah Kwon Chaeyoung. Dan mereka adalah kakak dan adik Chaeyoung-ie. Jisoo, Jennie, dan Lalisa," Kata Chanyeol yang memperkenalkan keempat gadis cantik yang ada di dekatnya. Keempat gadis itu tersenyum serentak.

"Wah, mereka sangat cantik," puji Taeyeon sembari menunduk memberi hormat juga salam.

"Aku Kim Taeyeon," kata istri dari Byun Baekhyun itu yang kemudian tertawa begitu manis. Keempat gadis itu menunduk hormat kembali.

"Salam kenal, eonni. Semoga kau dan bayi mu sehat selalu, eonni," kata Jisoo yang mewakilkan ketiga adiknya.

"Auntie, kenapa perut mu buncit begitu?" pertanyaan dari Renjun kecil sukses membuat mereka semua diam bak patung karena terkejut, sedangkan Baekhyun hanya tersenyum lebar sembari menarik Renjun untuk digendongnya.

"Di dalam perut auntie ada adik bayi yang sangat lucu," kata Baekhyun kepada Renjun kecil yang membuat Taeyeon langsung mendaratkan cubitan halus di perut Baekhyun yang hanya menyengir saja.

"Adik bayi lucu? Appa kenapa di perut eomma tidak ada adik bayi juga?" ini adalah pertanyaan Chenle kecil yang membuat Jisoo dan Junmyeon saling menatap satu sama lain. Jisoo nyaris limbung jika Chaeyoung tidak merangkul pinggang kakak pertamanya itu.

"Chenle benar Appa, kenapa di perut eomma tidak ada adik bayi juga?" tanya Renjun kecil yang membenarkan ucapan Chenle kecil kepada sang ayah tercinta. Untuk kali ini Chanyeol seperti mati kutu begitupun dengan Chaeyoung yang diam bak patung.

"Ayo kita pilih adik bayi yang kita mau," ajak Haechan kecil kepada ketiga sepupunya untuk berkumpul dengannya di meja bulat yang tersedia untuk mereka. Untuk Tn. Choi beserta istri, pasangan yang sudah menjadi kakek dan nenek itu kini sedang menemui orangtua dari Baekhyun juga Taeyeon.

"Abeoji, eomma, aku akan memberitahu kalian tentang adik bayi yang aku inginkan. Cari saja jika ada di toko mainan," perkataan Jeno kecil ini membuat Sehun dan Lalisa beserta seluruh orang yang ada di sekitarnya tertawa begitu kencang dengan ekspresi yang sudah tak dapat lagi dijaga mereka.

"Kenapa tertawa?! Aku bicara serius!" Jeno kecil sedikit kesal dengan kelakuan para orang dewasa yang ada di dekatnya. Jeno kecil berjalan santai walaupun sedikit menghentakkan langkahnya ketika dirinya menuju ke meja bulat yang sudah di isi oleh ketiga sepupunya.

"Jadi bagaimana dengan kalian? Ini sudah menghabiskan waktu sebulan penuh untuk masa pendekatan," kata Baekhyun sembari merangkul Taeyeon yang ternyata mulai merasakan lelah dan gerah di waktu yang bersamaan.

"Baekhyun oppa, aku rasa Taeyeon eonni sudah lelah," kata Jennie yang berniat untuk mengalihkan pembicaraan Baekhyun.

Baekhyun menarik sebuah kursi yang ada di dekatnya, mempersilahkan Taeyeon untuk duduk disana dengan perut yang membesar, wajar saja karena Taeyeon sudah mengandung dengan usia lima bulan.

"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan, Jennie-ah," kata Baekhyun yang membuat Jennie meremaskan genggamannya pada ujung rok yang ia kenakan.

"Baekhyun tidak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban yang dia inginkan, tolong maafkan suami ku yang cerewet ini," kata Taeyeon yang merasa tidak enak hati karena melihat ekspresi orang-orang yang ada di depannya yang mungkin saja sedikit terganggu dengan ucapan sang suami.

"Kalau gitu berhentilah bertanya dan tunggu saja, Baekhyun-ah," kata Chanyeol sembari menarik Chaeyoung agar dirinya dapat merangkul mesra pinggang gadis itu.

"Ah! Baiklah jika begitu. Kalau begitu berikanlah jawaban yang membuat semua orang bahagia mendengarnya nantinya," kata Baekhyun yang kemudian pergi membawa sang istri meninggalkan mereka semua yang terdiam canggung di tempatnya.

"Kenapa mendadak jadi patung begini? Ayo bersenang-senanglah karena ini adalah tempat yang tepat," kata Chanyeol sembari menggoda Chaeyoung dengan menarik-narik lengan gadis itu.

"Chanyeol-ie, berhentilah menggoda ku," satu kalimat dari Chaeyoung itu membuat semua orang tertawa terbahak dan membuat gadis itu malu setengah mati. Chaeyoung langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada bidang milik Chanyeol.

"Aku jadi malu karena mu, Yeol-ie," dan detik kemudian suara tepuk tangan memenuhi gedung yang sengaja di sewa oleh Baekhyun untuk hari bahagianya ini. Suara tawa itu terdengar karena Chanyeol yang berhasil membuat Chaeyoung memeluk erat dirinya demi menyembunyikan wajah gadis itu yang memerah karena malu.

Di balik kebahagian yang di rasakan oleh Chanyeol dan Chaeyoung, ada orang yang menahan amarahnya dari balik tembok yang sengaja menyembunyikan diri disana.

"Aku akan mengambil anakku dari mu, Chanyeol-ie," ujar orang itu dengan penuh emosi sembari mengepalkan tangannya erat-erat terlebih lagi ketika dirinya melihat Chanyeol yang terang-terangan mencium pucuk kepala Chaeyoung.

"Berbahagialah sebelum kau akan mati di tangan ku, wahai gadis murahan."

~•~

"Seperti bunga yang akan mekar pada waktunya, seperti itulah kesedihan yang akan datang jika sudah pada waktunya."
-Leece

Arranged Marriage [Blackxo vers.]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang