11 - Unexpected Person

1.8K 168 5
                                        

"Lepaskan jika orang itu hanya menjadi beban. Genggam erat jika orang itu adalah alasan mu bahagia. Semuanya mudah tapi kau dan perasaan mu sendirilah yang mempersulitnya. Perihal cinta itu tidak pernah di larang, tapi jika cinta itu hanya membuat mu lelah, lepaskan saja."

-Leece

~•~

"Eomma, ayo kita ikut Appa ke kantornya. Disana banyak makanan enak," ujar Jeno kecil ketika dirinya baru saja dirapikan oleh Lalisa.

"Dia akan terganggu, sayang," jawab Lalisa sembari mencubit-cubit pipi gembul Jeno kecil.

"Tidak, eomma. Aku sering kesana tapi dia tidak pernah marah," kata Jeno kecil yang sekarang sudah ada di pangkuan Lalisa.

"Itu beda, sayang. Kau disana datang sendiri sedangkan ini kau membawa eomma mu ini, bagaimana jika sekretaris Appa mu marah?" Jeno kecil menggeleng

"Kita marahi lagi saja sekretaris itu. Berani sekali dia marahi eomma ku. Jika ada yang berani melakukannya aku akan melaporkannya kepada Appa lalu menyuruhnya untuk memecat orang itu."

Lalisa terkikik geli karena melihat ekspresi Jeno kecil yang menyatukan alisnya sembari menunjukkan ekspresi kesalnya ketika membahas permasalahan tadi.

"Ayo kita ikut Appa ke kantornya setelah pulang dari sana kita jalan-jalan di mall. Aku tidak mau kalah dari Chenle hyung, eomma," Lalisa menggeleng kembali, dirinya merasa lucu ketika melihat Jeno kecil yang sangat menggemaskan.

"Kalau gitu, ayo!" ujar Sehun begitu dirinya menampakkan diri di balik pintu kamar Jeno kecil. Lalisa tentu saja terkejut, namun dirinya tidak bisa melakukan apapun kecuali hanya diam membeku sembari menampilkan ekspresi bingungnya.

"Kau tidak mau ganti baju, Lisa-ah?" tanya Sehun yang hanya melihat Lalisa terus diam.

Lalisa mengangguk, "tunggu sebentar aku akan ke kamar mu untuk ganti baju," jawab Lalisa yang kemudian turun dari kasur Jeno kecil dan melangkah keluar dari kamar.

"Kita akan sarapan di luar. Nanti aku bilang ke, eomma," ujar Sehun ketika Lalisa melewatinya. Lalisa hanya mengangguk setuju.

"Kau tidak mau ditemani? Kau tidak takut ganti baju sendirian?" tanya Sehun yang mulai menjahili Lalisa.

"Yak! Choi Sehun!"

~•~

"Aigoo, eomma! Lihat itu, cantik sekali tasnya. Appa, ayo kita beli tas itu buat eomma," Jeno kecil menarik lengan Sehun dan Lalisa yang hanya mengikuti saja kemauan bocah kecil itu.

Sesampainya mereka bertiga dan sedang melihat-lihat tas lainnya, Lalisa di kejutkan dengan seseorang yang ada di depannya. Seseorang yang ia kenal akrab dari jaman kuliahnya.

Orang itu melihat ke arah Lalisa lalu beralih dimana tangan Lalisa di genggam erat oleh Jeno kecil, memperhatikan bocah itu lalu orang itu melihat Sehun yang melihat ke arah lain.

Orang itu berjalan ke arah Lalisa sembari menebar senyuman manisnya yang membuat Lalisa membuang wajah ke lain arah.

"Hai, Kwon Lalisa," ujarnya menyapa dengan nada yang sangat berbeda.

Sehun dan Jeno kecil langsung beralih menatap Lalisa yang juga menatapnya, Lalisa menggeleng dan membuat Sehun menatap kembali pria itu.

Refleks, Sehun langsung menggendong Jeno kecil dan menggenggam erat jemari Lalisa. Orang itu tertawa kecil dengan senyum yang meremehkan.

"Jadi ini alasan mu menolak lamaran ku bulan lalu, dokter Kwon Lalisa?" ujar orang itu membuat Sehun mengangguk paham dengan tatapan yang sinis, Jeno kecil yang tidak paham hanya menatap orang itu saja.

"Hentikan omong kosong mu, Kim Mingyu," ujar Lalisa tak terima. Di genggaman itu Lalisa merasakan kalau Sehun sedikit meremas jemarinya mencoba membuat dirinya agar menahan emosi yang siap meledak kapan saja jika melihat seseorang yang bernama Mingyu itu.

"Demi duda kaya raya ternama di Korea ini kau meninggalkan ku dengan alasan yang tidak pasti? Bahkan kau mengambil cuti lama dari rumah sakit. Kau waras?"

Kalimat sarkas Mingyu membuat Lalisa seperti kobaran api yang di siram oleh minyak, semakin membara dan tampak marah. Sehun melihat Lalisa, menggeleng pelan sebelum akhirnya mengangkat bicara.

"Seharusnya kau sadar diri karena di tolak oleh Lalisa, bukan malah menggangu hubungan dia dan mengatakannya dengan sarkas. Kau pikir kau siapa?" tantang Sehun, Lalisa langsung meremas ujung jas milik Sehun.

"Choi Sehun, duda kaya raya yang di tinggal mati oleh istrinya empat tahun yang lalu. Siapa yang tidak mengenal anak mami seperti dirimu? Mencoba mengangkat tinggi martabat keadilan tapi kau malah menarik paksa hak asuh anak mu dari keluarga ibunya. Kau pikir cerita murahan mu itu aku tidak tau?"

Sehun semakin panas ketika mendengar perkataan Mingyu yang mengatakan seluruh masa lalu yang sudah ia kubur dalam-dalam bersama kematian sang mantan istri.

"Berhenti, Kim Mingyu! Jangan menggangu ku lagi," tegas Lalisa kepada Mingyu yang justru menatapnya dengan senyum sinis yang menantang.

"Aku ini sangat mencintai mu, Lalisa. Jadi aku berhak melakukan apapun yang bisa membuat ku mendapatkan dirimu, kembali," ujar Mingyu. Jeno kecil yang sedikit paham dengan ucapan Mingyu, bocah kecil itu langsung membuang ludah dan itu mengenai kemeja Mingyu.

"Jangan mencoba-coba mengambil eomma ku, paman jelek. Aku akan menggigit dirimu jika kau berani mencoba," ancaman Jeno kecil membuat Sehun dan Lalisa terkejut setengah mati. Bagaimana Jeno kecil paham dengan kalimat ancaman seperti itu?

Mingyu yang sedikit telak dari bocah itu langsung saja menatap tajam bocah itu sembari tersenyum meremahkan, "ah! Aku takut sekali," jawab Mingyu meremehkan.

Jeno kecil menggeleng, "aku akan menelepon uncle Baekhyun lalu mengadukan mu kepadanya, kemudian dia akan mengirimkan anak buahnya ke rumah ku. Jangan mengejek lagi, ugly uncle," Jeno kecil mengangkat tangannya, menghadapkan kepada Lalisa. Lalisa langsung menyambut tangan Jeno kecil dengan bertos ria.

Mingyu tampak mengeraskan rahangnya begitu mendengarkan ucapan Jeno kecil yang meremehkannya. Melihat Mingyu yang kesal bukan main membuat Sehun tertawa penuh kemenangan.

Sehun masih menggenggam jemari Lalisa sembari menggendong Jeno kecil kemudian mereka berjalan keluar dari toko setelah tas yang tadi di tunjuk oleh anaknya sudah di beli oleh Sehun.

"Nanti, aku mau ngomong banyak sama kamu," bisik Sehun ke Lalisa yang tersenyum sembari mengangguk.

~•~

"Berjuanglah demi kebahagian mu. Tersenyumlah kepada dunia untuk menunjukkan kepada mereka betapa bahagianya dirimu."
-Leece

Arranged Marriage [Blackxo vers.]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang