8 - For Love

2K 171 10
                                        

"Hidup mu tergantung dengan keputusan yang kau pilih. Percayalah, karena Tuhan adalah penulis skenario terbaik."
-Leece

~•~

"Ini tentang cucu-cucuku." Kata Ny. Choi mengintrupsi dan keempat gadis itu hanya bisa mendengarkannya baik-baik. Disini juga ada Ibunda mereka, Ny. Choi memutuskan untuk memanggil Ny. Kwon karena ia pikir ia membutuhkan bantuan Ny. Kwon

"Karena kalian akan mengurusi mereka nanti, aku perlu memberitahukan kepada kalian kalau sebenarnya ada beberapa jenis makanan yang tidak bisa mereka makan karena alergi."

"Seperti Chenle, Jisoo-ah, Chenle itu sama seperti ayahnya, mereka berdua tidak bisa memakan kulit daging karena nanti kulit mereka akan memerah." Jisoo mengangguk paham

"Renjun dan Jeno, mereka berdua alergi terhadap udang dan bakso. Terbuat dari apapun bakso itu, yang jelas mereka berdua tidak bisa memakannya, Chaeyoung-ah, Lisa-ah." Chaeyoung dan Lalisa mengangguk paham, mereka berdua mengerti sekali

"Kalau Haechan, cucuku yang satu itu hanya tidak bisa meminum susu putih. Dia hanya meminum susu coklat itupun yang soya, dia tidak bisa minum susu sapi, Jennie-ah." Jennie mengangguk, bahkan gadis itu merekam suara sang calon mertua agar ini jadi pengingatnya jikalau dia melupakannya suatu saat nanti

"Mommy juga mau menanyakan sesuatu pada kalian. Ini... Tentang perasaan kalian." Kata Ny. Kwon yang membuat Jennie sedikit tidak tenang. Gadis itu sedikit bergerak gelisah

"Mommy mau kalian mencintai ayah mereka seperti halnya kalian mencintai anak-anak itu. Mommy juga tau kalau cinta itu engga bisa di paksakan, tapi cobalah membuka hati dan izinkan mereka mengetuk pintu hati kalian, mengertilah dan pahami apa yang di inginkan hati kalian, terutama kamu Jennie-ah."

Jennie menatap sang Ibunda yang menatapnya dengan senyuman hangat. Jisoo yang berada duduk di dekat Jennie hanya bisa menggenggam jemari adik keduanya itu, berusaha memberikan kekuatan yang paling besar kepada Jennie

"Mommy paham bagaimana hancurnya kamu saat kamu dikhianatin oleh pria sialan itu. Tapi sayang, cobalah membuka hati, nee?"

Jennie mengangguk, memahami bagaimana penjelasan yang sang Ibunda jelaskan kepadanya. Karena Jennie sudah memutuskan untuk membuka hatinya kepada lelaki yang sudah di tentukan oleh sang Ayah sebelum mereka memutuskan untuk menyetujui makan malam kemarin

"Gomawo, Jennie-ah." Kemudian Ny. Choi berjalan mendatangi Jennie untuk memeluk gadis itu. Ny. Kwon pun juga ikut memeluk anak keduanya itu

"Ah! Mom, tapi kenapa kau membawa koper sebesar itu? Kau mengusir kami?" Pertanyaan Lalisa yang memecahkan suasana canggung itu langsung mendapatkan tawa pecah dari para perempuan yang ada disini

"Bukannya kalian akan tinggal lama disini? Setidaknya sampai menikah dan memutuskan untuk tinggal di rumah masing-masing." Perkataan sang Ibunda membuat Lalisa nyaris tercekik. Yang benar saja!

"Lalu apakabar dengan pekerjaan kami?" Tanya Lalisa lagi yang benar-benar penasaran

"Daddy sudah mengurusnya. Dia bilang dia akan memanggil kalian lewat telepon jika dia benar-benar membutuhkan bantuan dari para princess-nya." Jawaban dari sang Ibunda membuat Lalisa menggeleng sembari menganga besar karena tak percaya dengan jalan pikir kedua orangtua yang memperlakukan mereka seperti mengusir saja

"Mommy lakukan ini demi timbulnya perasaan cinta itu di hati kalian. Daddy dan Appa kalian memberikan waktu dua bulan untuk kesempatan itu semua, jadi manfaatkan sebaik mungkinlah waktu dua bulan itu."

Perkataan sang Ibunda membuat keempat gadis mengangguk mengerti walaupun mereka bingung bagaimana dan dimana mereka akan merebahkan tubuh setiap malamnya

"Kalian bisa memilih untuk tidur bersama anak-anak atau bersama ayah mereka. Pilih saja." Seperti bisa membaca pikiran orang, keempat gadis itu secara bersamaan memandangi wajah sang calon mertua yang mereka panggil dengan sebutan eomma

"Nyonya, makan siang sudah siap." Kata asisten rumah tangga yang sedikit lebih muda dari pada asisten rumah tangga yang kemarin mengantarkan Chaeyoung ke kamar mandi

"Ah! Nee!"

"Ayo kita makan setelah itu kita akan membahas tentang bagaimana jenis rumah yang kalian tinggali." Goda Ny. Choi

"Aigoo! Eomma!"

~•~

"Aigoo!" Pekik Jongin saat dirinya terkejut begitu melihat Jennie yang berada di walk in closet nya. Terlebih lagi Jennie sepertinya menggantungkan beberapa bajunya disana

"Maaf jika mengagetkanmu." Kata Jennie yang masih membongkar kopernya agar ia bisa meletakkan di susunan yang sama dengan baju Jongin

"Kau menyusun baju?" Tanya Jongin sembari dirinya membuka dasi dan jam tangannya yang kemudian di letakkannya kembali di dalam laci koleksi jam mahalnya

"Heem! Mommy tadi mengantarnya. Kau mau mandi?" Tanya Jennie yang sekarang sedang menyusun sepatu yang di bawakan oleh Ibundanya

"Iya aku mau mandi." Jawab Jongin yang sekarang membuka jasnya dan meletakkannya di keranjang baju kotor

"Mandi air hangat atau dingin? Biar aku siapkan." Kata Jennie yang sekarang sudah menatap Jongin yang juga menatapnya

"Mandi air dingin saja tapi kau tidak perlu menyiapkannya karena aku pikir akan lebih segar jika mandi dari shower nya langsung." Jawab Jongin yang sekarang berjalan mendekati Jennie yang berdiri di antara lemari sepatu dan bajunya

Jennie yang melihat Jongin berjalan mendekati lemari bajunya langsung saja menghalangi pria itu dengan uluran tangannya yang terkesan pendek

"Biar aku saja yang menyiapkan baju mu. Nanti akan ku tinggalkan disini." Kata Jennie yang sekarang sedang memilih-milih baju yang akan di pakai oleh Jongin

"Ah! Pakai ini saja karena nanti malam pasti udaranya terasa lebih panas." Kata Jennie yang kemudian berbalik dan langsung mendapati wajah Jongin yang berada di hadapannya, karena Jongin sedikit menunduk

"Ternyata kau tipe perempuan yang banyak bicara juga." Kata Jongin yang kemudian tersenyum di ujung kalimat. Kemudian pria itu kembali berdiri tegak dan mengacak surai Jennie sebelum dirinya berjalan meninggalkan Jennie untuk pergi ke kamar mandi

Sedangkan Jennie hanya berdiam diri, meratapi detak jantungnya yang terasa seperti habis lari marathon. Jantung Jennie bekerja dua kali lipat

Jennie menggeleng, "yak! Jongin!"

~•~

"Karena cinta tidak jauh dari kata buta, maka dari itu bukalah mata hati mu, dan lihat bagaimana dia mempermalukan mu di belakang."
-Leece

Arranged Marriage [Blackxo vers.]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang