20 - Mortal Enemy

1.3K 138 6
                                        

"Seperti angin kencang yang tak pernah di harapkan, seperti itu pula kedatangan orang di masalalu, tak di harapkan, tak di undang, pula."
-Leece

~•~

Semenjak asisten rumah tangga itu memberitahukan kalau Bae Joohyun sudah ada di depan rumah, Yoona langsung menyuruh beberapa asistennya untuk menjaga keempat cucunya yang sudah pulang sekolah dari tadi, para bocah itu ada di taman belakang. Yoona menyuruh mereka untuk menjaga keempat cucunya, terutama menjaga Chenle kecil.

Yoona sudah mengirimkan pesan singkat kepada Junmyeon, memberitahukan tentang kehadiran Bae Joohyun yang tidak pernah diharapkan. Lalu, Yoona memberi kode untuk menyuruh asisten rumah tangga itu mempersilahkan Bae Joohyun yang juga ada Kim Taeyeon di depan sana, untuk masuk dan duduk bersama mereka di ruang keluarga.

"Oh, eonni," sapa Lalisa dengan suara yang kecil kepada Taeyeon yang datang sembari membawa dua paper bag.

"Maafkan aku yang berkunjung tidak tepat waktu," bisik Taeyeon kepada Jennie yang bercupika-cupiki dengannya.

Jisoo menyambut kedatangan Taeyeon dengan senyuman manis yang berusaha ia tampilkan sekalipun sudah di pastikan jika Bae Joohyun melihat dengan jelas bagaimana cara Kwon Jisoo tersenyum.

"Kau, Kwon Jisoo?" tanya Joohyun yang membuat Jennie memutarkan matanya, berusaha menahan amarah dengan tidak mendorong wanita itu hingga jatuh tersungkur ke lantai.

Jisoo mengangguk mantap, belum sempat membuka suara untuk menjawab pertanyaan Joohyun, Junmyeon beserta ketiga adiknya sudah pulang dan langsung berlari menuju ruang tamu.

"Tidak tau diri sekali dirimu, Bae Joohyun," sinis Junmyeon yang membuat Joohyun tersenyum sinis sebelum berbalik badan dan menatap Junmyeon dengan cara yang merendahkan.

"Wah! Jadi sekarang kau sudah berani berkata sarkas dengan ku? Sejak kapan pria yang tergila-gila dengan ku ini berubah menjadi rival?" ucapan sinis Joohyun membuat Jisoo segera berjalan ke arah Junmyeon untuk menggenggam jemari lelaki itu, ini adalah salah satu cara yang ia gunakan untuk meredahkan emosi Junmyeon.

"Jika tidak ada keperluan, keluarlah, Bae Joohyun. Tidak ada yang mengharapkan kehadiran mu disini, wahai wanita penggoda," perkataan Sehun itu membuat Joohyun tertawa sinis dengan wajah yang sudah merah padam, terlihat jelas jika wanita itu menyembunyikan kemarahannya di balik tawa paksanya.

"Choi Junmyeon pernah berkata kalau dia akan selalu membuka pintu rumah untuk kedatangan ku. Dia juga memohon untuk aku kembali berkumpul dengannya dan putra kami, Choi Chenle."

Perkataan Joohyun itu membuat Junmyeon sudah mengangkat tangan dan nyaris menampar wanita itu jika saja tidak di hentikan oleh Jisoo yang terus menatap Junmyeon dengan kepala yang menggeleng lemah.

"Dan kau, Kwon Jisoo. Tidakkah kau takut jika Junmyeon kembali lagi dengan cinta pertamanya? Atau Junmyeon ingin mengulang kisah lama kami yang belum usai? Jisoo, kau ini hanya orang baru yang tidak pernah tau bagaimana kisah cinta Junmyeon di masalalu."

Dengan mata yang memerah karena menahan nangis, dengan tangan yang terus mengepal, Jisoo berjalan hingga ke hadapan Joohyun, menatapi wanita itu dengan sangat rendah.

Jennie yang mengenal bagaimana kakaknya itu, langsung tersenyum penuh kemenangan dan disambut tosan meriah dari Lalisa dan juga Chaeyoung.

"Wah wah, Bae Joohyun. Si wanita penghibur yang pernah menjadi tokoh utama dalam cerita cinta Junmyeon di masalalu. Jika Chenle adalah alasan kau kembali, aku pikir itu sangat mustahil, Joohyun-ah. Bagaimana dengan kekasih seniman mu itu, Song Minho, apakabar dengannya? Sukseskah kau mengelabuinya seperti yang kau lakukan kepada Junmyeon?"

Joohyun terlihat semakin menahan amarahnya ketika Jisoo tersenyum sinis kepadanya. Lihatlah dulu siapa lawan mu, Bae Joohyun.

"Junmyeon oppa, berikan saja dia uang yang banyak, pasti dia akan pergi dari sini. Aku dengar Song Minho menjadi miskin karena di bohongin oleh klien nya," Jisoo berbalik badan melangkah maju untuk mendekat kepada Junmyeon yang menatap dirinya dengan tatapan yang berbeda.

"Yak! Kwon Jisoo! Kau pikir dirimu ini siapa? Tidakkah kau mengingat tentang Park Jinyoung? Kwon Jisoo, sadar dirilah," kata Joohyun yang membuat Jisoo tersenyum sinis lalu berbalik badan menghampiri Joohyun.

"Park Jinyoung? Teman kuliah ku yang menyatakan perasaannya kepada ku? Ada apa dengannya? Bukankah dia sudah menikah dua pekan yang lalu? Joohyun-ah, jika ingin menjatuhkan lawan mu, lihatlah lebih dulu siapa mereka," perkataan Jisoo sukses membuat Joohyun keluar dari rumah ini dengan rasa kesal yang mendarah daging pada wanita itu.

Melihat kepergian Joohyun, Jisoo langsung terduduk lemah yang langsung di sambut dengan pelukan hangat dari Junmyeon. Dan tiba-tiba Baekhyun datang dan langsung menghampiri sang Istri, Taeyeon.

"Ternyata kau hebat juga," kata Junmyeon memuji Jisoo sembari mengacak surai milik Jisoo.

"Ah, Taeyeon-ah, maafkan kami atas tidak kenyamanan ini, ya?" ujar Chanyeol sembari menunduk meminta maaf kepada Taeyeon.

"Kau tidak perlu meminta maaf, Chanyeol-ssi, ini juga salah ku yang tiba-tiba datang tanpa memberi kabar," ujar Taeyeon yang membuat Yoona menggeleng.

"Tidak ada yang salah disini kecuali wanita sialan itu. Jadi Taeyeon-ah berhentilah meminta maaf, oke?" dan Taeyeon langsung mengangguk paham sembari tersenyum dan merangkul sang suami yang ada di sebelahnya.

"Jadi, mari kita bahas ulang tentang apa yang harus kita bahas, dan Taeyeon-ah, kami membutuhkan saran mu sebagai publik figure."

"Aigoo! Eomma-nim, Taeyeon ini artis bukan seorang wedding operation."

~•~

"Janganlah terlalu merasa hebat karena di atas langit ada langit lagi, seperti hebatnya dirimu masih tidak apa-apanya dengan hebatnya orang di luar sana."
-Leece

Arranged Marriage [Blackxo vers.]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang