"Cinta akan lebih indah jika di dasari dengan rasa saling percaya juga kasih sayang yang diciptakan oleh waktu."
-Leece
~•~
Sekarang jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun Tn. Kwon beserta keluarga belum ada niatan untuk meninggalkan kediaman Tn. Choi
"Aku pikir perjodohan ini sudah jelas, 'kan?" Perkataan Tn. Choi membuat Tn. Kwon menatap sahabat lamanya yang sekarang menjadi rekan kerjanya itu
"Bagaimana jika kau bertanya kepada mereka, toh ini semua mereka yang akan menjalaninya." Kata Tn. Kwon sembari memakan buah-buahan yang di sediakan oleh Ny. Choi
"Junmyeon, disini kau yang paling tua jadi aku membutuhkan jawaban mu." Kata Tn. Choi kepada Junmyeon yang memangku kaki Chenle kecil, sedangkan kepala bocah itu berada di pangkuan Jisoo
"Aku setuju jika Jisoo setuju." Ujar Junmyeon sembari melihat Jisoo yang mengalihkan pandangannya dari Chenle kecil karena gadis itu tadi asik sendiri memainkan rambut Chenle kecil
"Jisoo, bagaimana?" Tanya Tn. Choi. Jisoo menatap Junmyeon yang juga menatapnya. Jisoo tersenyum kemudian melihat Chenle kecil yang mulai tertidur dengan wajah polosnya
"Aku? Jalani saja dulu. Dalam artian bahwa aku menyetujui perjodohan ini." Ujar Jisoo yang sekarang tersenyum hangat melihat Chenle kecil yang sudah menyenderkan kepalanya di perut rata Jisoo
"Lalu kalian?" Tanya Tn. Choi sembari menunjuk mereka bergantian
"Aku dan Chaeyoung sudah menyetujui ini semua." Kata Chanyeol sembari tersenyum manis kepada Chaeyoung yang juga tersenyum kepadanya. Sedangkan Chaeyoung sendiri sedang asik menggaruk-garuk punggung Renjun kecil yang tertidur di atas pangkuannya Chanyeol
"Wah! Cepat sekali!" Kata Sehun yang tertawa renyah pada ujung kalimat. Mendengar Sehun yang menertawai nya, Chanyeol menatap si bungsu dengan tatapan yang ingin menantang
"Setidaknya itu lebih baik daripada menunda." Ujar Chanyeol yang langsung mendapatkan pelototan dari sang Ibunda
"Benar! Itu lebih baik. Kau sendiri bagaimana Sehun-ah?" Tanya sang Ayah kepada si bungsu yang manjanya tidak pernah hilang sekalipun pria itu sudah menjadi duda beranak satu
"Aigoo! Abeoji, kenapa tidak tanya Jongin hyung saja? Dia lebih tua dua tahun dari diriku." Sehun mengerucutkan bibirnya dan itu membuat semua orang tertawa tertahan dan Lalisa sendiri merasa gemas bukan main
"Jawab saja, Sehun-ah." Ujar Jongin kemudian mencubiti kedua pipi Sehun sembari menariknya pelan. Sehun sudah mengaduh kesakitan
Sedangkan Lalisa tertawa kencang tanpa memikirkan Jeno kecil yang sedang memainkan mobil-mobilannya dengan keadaan yang sedang menahan kantuk berat
"Jongin sunbae, terimakasih sudah mewakilkan." Ujar Lalisa yang membuat Sehun semakin kesal
Sehun mendekati Lalisa kemudian pria itu mencubiti pipi Lalisa seperti yang Jongin lakukan tadi kepadanya. Jeno kecil yang melihat sang Ayah mencubiti pipi Ibundanya langsung berdiri walaupun dalam keadaan kantuk yang melanda hebat dirinya
"Abeoji! Berani sekali kau mencubit pipi eomma. Lihatlah besok pagi, aku pasti akan membalas mu." Kemudian Jeno kecil langsung beranjak naik ke atas pangkuannya Lalisa, kemudian bocah kecil itu menjauhkan kepalanya di atas bahu Lalisa
"Sempat-sempatnya dia merepet padahal sudah ngantuk berat. Astaga Jeno-ah." Ujar Sehun kemudian memukul pelan bokong sang anak
"Sudahlah! Jawab saja pertanyaan ku dulu, Sehun-ah." Kata Tn. Choi sembari menahan tawanya. Berusaha menyembunyikan tawa bahagia di depan Sehun
"Aish! Abeoji! Bukankah appa sudah mengetahui jawabannya walaupun aku belum mengatakannya? Jadi kenapa masih di pertanyakan!" Wajah Sehun memerah sempurna saat sang ayah berhasil membuatnya merasakan kesal bukan main
"Apakah kau malu, Sehun-ah?" Tanya Chanyeol dengan sengaja memancing si bungsu
"YAK! BERHENTILAH MENGGODA KU. AISH! Aku menerima perjodohan ini, menerima Lalisa lebih tepatnya." Ujar Sehun dengan nada suara yang berbeda di akhir kalimat Dan Sehun tidak berani menatap Lalisa yang menatapnya dengan senyuman yang hangat
"Aku juga menerima perjodohan ini." Kata Lalisa kemudian di sambut meriah dengan tepuk tangan dari orang-orang yang berada di ruangan ini
"Jongin? Jennie?" Kali ini Ny. Choi lah yang membuka suara, bertanya pada Jennie yang tangannya di peluk erat oleh Haechan kecil yang berada di pangkuannya
"Aku siap menerima Jennie jika Jennie siap menerima ku dan Haechan sebagai tanggung jawabnya." Perkataan Jongin membuat Jennie mengangguk. Jongin yang melihatnya tersenyum lembut
"Aku siap menerima kalian berdua sebagai tanggung jawab ku." Begitu mendengar jawaban dari Jennie, Tn. Choi dan Tn. Kwon bertos ria sembari tertawa renyah tanpa perduli dengan gemuruh langit yang siap menurunkan hujan malam ini
Kebahagian kecil itu menyebabkan keempat anak gadis Tn. Kwon harus menginap di rumah ini karena ini salah satu permintaan Ny. Choi yang menyuruh gadis-gadis itu untuk tidur berduaan bersama para bocah yang Ayah dari para bocah itu akan menjadi Suami mereka suatu saat nanti
"Kita akan memberikan mereka waktu dua bulan untuk saling mengenal." Kata Tn. Choi kepada Tn. Kwon sebelum mobil Tn. Kwon melesat jauh meninggalkan perkarangan rumah besar milik keluarga Choi Siwon ini
~•~
"Eomma, tolong pakaikan dasi ini. Aku tidak bisa mengikatnya." Ujar Jongin sembari memberikan sebuah dasi kepada sang Ibunda yang sedang kerepotan mengurusi sang Ayah yang sama manjanya dengan mereka semua
"Aigoo, Jongin-ah, eomma sudah kerepotan mengurusi appa mu, jadi jangan tambah repot lagi. Minta tolong saja kepada Jennie atau tidak hyung mu itu."
Jennie yang baru datang sembari menggendong Haechan kecil langsung menyapa calon ibu mertuanya ini. Dan Jennie tadi sempat mendengarkan perkataan dari Ny. Choi
"Sini aku pakaikan." Kata Jennie sembari menurunkan Haechan kecil dari pangkuannya dan menempatkan Haechan kecil untuk duduk di atas kursi makan
Jongin memberikan dasinya kepada Jennie yang menjijit saat memasangkan dasi Jongin. Melihat Jennie yang kesusahan, Jongin sedikit menunduk dan berusaha menyesuaikan tingginya dengan tinggi Jennie
"Kau ini terlalu pendek, Jennie-ah." Kata Jongin sembari mengacak surai Jennie yang sudah disisir rapi oleh dirinya
~•~
"Semuanya akan terasa menyenangkan jika kau melakukannya dengan bahagia dan senang hati."
-Leece
KAMU SEDANG MEMBACA
Arranged Marriage [Blackxo vers.]
FanfictionTentang dua keluarga kaya raya yang saling menjodohkan anak mereka. Ranks on : #1 on blackpinkxexo 210715
![Arranged Marriage [Blackxo vers.]](https://img.wattpad.com/cover/231454367-64-k195368.jpg)