Hallo kembali lagi bersama Aldi.
Janlup vomment thanks!
------------------------
"Eh gausah tan gapapa, saya gak haus juga kok"
"Ohiya tan Tara kenapa di sekolah nya jadi gini ya tan?" Tanya Aldi
"Hmm sebaiknya kamu pulang ya nak, hari udah mulai gelap, ga baik masih berkeliaran.." Ucap mama Tara mengalihkan pembicaraan
"Hmm okedeh tan, saya permisi dulu ya tan, wassalamualaikum!"
"Waalaikumsalam.."
---------------------------
"Hahhh" Lelah Aldi saat tiduran di ranjang nya
Ohya gais, Aldi tuh kaya, Papah nya punya perusahaan terbesar di kota nya, jadi jangan heran ya nanti.. cerita nya gini nanti soalnya...
"Hmm mama nya Tara kenapa gitu ya? kayak ngalihin bicara gue aja"
"Apa jangan jangan Tara kayak gini karena keluarganya yang miskin? jadi gini?"
"Kasian banget Tara.."
"Ko tadi gue deg degan ya waktu sama Tara?"
"Apa jangan jangan?"
"Astaghfirullah al! mikirin apasi lo? ko jadi mikirin dia si?"
"Ada apa dengan lo alllll"
Tok tok tok!
"Dek?!"
"Napa kak?"
"Makan dulu! ganti baju nya langsung makan ke bawah! gue udah siapin!" Teriak kak Bianca
"Iya kak! bentar lagi!" Jawab Aldi lalu bersiap untuk makan malam
Sementara disisi lain
"Eunghh"
"Hoamm"
"Lah?! gue ko bisa ada di rumah? seinget gue gue masih ada di club" Gumam gadis itu lalu beranjak mencari mama nya dan benar dia melihat mama nya yang sedang tidur
"Khm!" Ganggu gadis itu
"Eh? eh? ada apa nak?" Sahut wanita paruhbaya itu seraya beranjak bangun
"Gue kenapa ada disini?" Tanya gadis itu
"Bicara yang sopan tara, ini mama kamu-"
"Gak peduli gue!" Potong Tara
"Iya iya terserah kamu aja"
"Gue kenapa ada disini?!" Tanya tara tapi beda, kali ini dengan membentak
"Tadi kamu ke club kan? kamu mabuk nak, terus ada teman kamu yang mengantar kesini" Ujar sang mama
"Temen?! lah siapa?!" Balas tara cemas
"Kalo tidak salah namanya Aldi"
"Lah Aldi?! Ck! Lo kenapa biarin dia masuk?!" Bentak Tara.
"Dia bawa kamu di punggung nya soalnya nak"
"CK LO! SEHARUS NYA LO JANGAN BIARIN DIA MASUK KESINI!" Bentak Tara
"K-kenapa e-emang n-nak?" Gugup mama nya
"MASIH GATAU HAH?!GUE MALU! MALU! MALU PUNYA RUMAH KAYAK GINI! MALU PUNYA ORTU KAYAK GINI! MISKIN! GUE MALU ANJING!ARGHH SIAL!" Bentak Tara lalu menampar sang mama
"N-nak, j-jangan g-gini n-nak.." Lirih sang mama
"G-GUE MALU! HIKS! ARGHH!"
Sementara Tara langsung memukuli sang mama
---------------------------------
"Kamu ko pulang malam?" Tanya Bunda Aldi sambil memakan makanan nya
"Tadi nganter temen bun, ketemu di tengah jalan tadi, makanya lama, sekalian ke cafe bang Rendy sama temen temen" Jawab Aldi
"Oh begituuu" Sahut Bunda nya dengan nada mengejek
"Nganter cewek apa cowok dek?"
"Cewek lah ka! mana mungkin cowok, homo dong gue!" Jawab Aldi cepat
"Hahahaha"
"Ohiya bun, ayah kapan pulang?"
"Ayah pulang nanti sayang, katanya ayah pulang mau bawa sesuatu buat kamu" Ucap bunda Aldi seraya tersenyum
"Apaan emang bun? bunda tau?" Tanya Aldi
"Tau lah! tapi bunda ga boleh kasih tau kamu dulu kata ayah!"
"Lah kenapa bun? ko ga di kasih tau si?" Ucap Aldi seraya mem-pout kan bibir nya
"Ada deh nanti!"
"Hm lo tau kak?"
"Gue gatau! hanya bunda yang tau" Jawab kak bianca sinis
"Lah yaudah dah, pelit kalian!" Kesal Aldi lalu lanjut makan makanan nya tadi
"Hmmm enakk, tumben masakan lo enak kak? haha" Tawa Aldi
"Makanan bikinan gue mah selalu enak lah! lidah lo nya aja yang lidah orang kampung!" Ejek kak Bianca
"Lah lah ngeselin lo setund!"
"Eh Aldi! kamu yang sopan sama kakak nya!" Pintah sang Bunda
"Hehehehe iya bun, abis nya ni kak bianca ngeselin parah!" Cengir Aldi
"Hahahaha!"
"Al kamu sudah nemu pacar belum disekolah?" Tanya sang Bunda
"Belum lah bun, Aldi gamau pacaran, pengen sekolah dulu yang bener, banggain keluarga! hehe" Tawa Aldi seraya memperlihatkan barisan giginya yang putih
"Masa? lo aja genit ke kakak! masa belum punya pacar!"Sahut kak bianca
"Ish lo! gue bukan genit tapi gue tuh manja sama lo kak! kan lo kakak gue!" Kesal Aldi
"Udahlah kak, jangan becandain adik nya, kasian di marahin terus" Lerai sang Bunda
"Nah setuju! tos dong mah!" Kata Aldi lalu mengasihkan telapak tangan nya kepada sang Bunda
Plak
"Hehehe" ketawa sang Bunda
"Dah selese!" Ucap kak bianca
"Bun aku ke kamar dulu ya, mau ngafalin besok ulangan harian, makasih ya bun" Kata kak bianca seraya mencium pipi sang Bunda
"Iyaa yang rajin belajarnya"
Kak bianca mengangguk dan langsung pergi ke kamar nya
"Ohiya bun, bunda tau ga anak yang di depan kompleks deket kita itu bun? yang rumah nya pake daun?" Tanya Aldi
"Ohh itu bunda tau, kasian mereka tinggal di tempat kayak gitu" Ujar sang Bunda
"Iya bun, bunda tau anak nya siapa?"
"Bunda tau, nama nya Tara, dia sekolah sama kamu juga kan?"
"Lah iya bun, ko bunda tau?"
"Iya, bunda sering arisan ke sana, mama nya baik banget, tapi ya gitu kasian bunda lihat nya"
"Hmm iya bun sama Aldi juga"
"Ohiya bun Aldi mau ke kamar ya! capek soalnya"
"Iyaa sana gih, ini biar bunda aja yang beresin"
"Oke makasih bundaa" Jawab Aldi seraya mencium pipi sang Bunda
------------------------------
"Hahhh"
"Akhirnya bisa tiduran juga!"
"Besok gue tanya ah ke Tara! siapa tau dia mau ngasih tau!" Ucap Aldi lalu memejamkan matanya
-------------------To be continued----------
Gimana? kasian ya keluarga nya Tara.. jangan menghujat ya, saya bikin ini biar seru!
kalian kl jadi Tara jan kek gitu ya guys, kalian jadi cewek seharus nya jangan kayak gitu, durhaka nanti, dapet dosa deh hehe;)
See u next readers!
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAR [LENGKAP]
Aléatoire[Please dont judge the book by the cover] Ini hanyalah kisah antara hubungan Aldi dan Tara. Belajar dari kata-kata. Menjadi yang terbaik untuk kedepannya. WARNING Bahasa tidak baku dan bahasa nya agak kasar! dan saya membuat cerita ini dengan hasil...
![ALTAR [LENGKAP]](https://img.wattpad.com/cover/231641134-64-k6457.jpg)