Pertama kalinya aku doubel update!!!\(>.<)/
_ _ _ _ _ _
"Kamu pasti seneng banget kan ayah donghae mau pulang?"
"Hmm iya. Udah lama ayah gak pulang." Jawab Jaehyun sambil melihat Yeri lewat kaca spion motornya. "Terakhir ayah pulang itu pas aku baru SMA. Aku aja kangen banget sama ayah apalagi bunda coba. Gak kebayang deh gimana numpuknya tuh kangen bunda sama ayah"
Yeri terkekeh mendengar perkataan Jaehyun. Yeri menyandarkan dagunya dibahu jaehyun supaya lebih leluasa denger suara Jaehyun.
"Aku jadi inget deh waktu itu kamu bilang ayah lebih ganteng daripada aku"
Awalnya yeri tidak ingat kapan ia bilang itu. Tapi setelah diingat ingat lagi, ia terkikik geli mengingat kecentilannya kalau ketemu ayahnya jaehyun.
"Yeee kalau itu mah emang beneran tau! Ayah kamu itu lebih ganteng"
Dibalik helmnya Jaehyun mendengus sebal. Ia ingat betul saat pertama kali mengajak Yeri ke rumahnya. Tidak henti hentinya yeri memuji ayahnya yang kata dia terlalu tampan.
Cihh
Apa yeri gak sadar kalau pacarnya itu juga kadar ketampanannya sudah melewati batas?
Mereka pun sampai dirumah Yeri. "Nanti aku jemput ya buat jemput ayah" Kata Jaehyun sambil membantu membuka helm Yeri.
"Oh iya nanti jangan dandan!"
Yeri mengerjit heran. "Loh kok jangan dandan? Nanti aku jelek gimana? Kan mau ketemu camer"
"Gak boleh! Nanti malah ayah kepincut sama kamu. Pokoknya nanti jangan dandan!"
Yeri mendengus tidak habis pikir dengan pacarnya ini. Bisa bisanya dia cemburu sama ayahnya sendiri. "Dih bodo amat! Pokoknya aku harus cantik didepan ayah!"
"Kalau gitu kamu gak usah ikut deh jemput ayah"
Dengan keras yeri memukul kepala jaehyun yang tertutup helm "awas aja kamu gak jemput aku. Bakal aku aduin bunda!"
"Dih dasar tukang ngadu!"
"Biarin! Udah ih sana pulang. Istirahat dulu sebelum jemput ayah"
"Iya iya. Aku pulang ya" Jaehyun meninggalkan rumah Yeri.
Bukannya tidak bahagia, tapi Sebenarnya Jaehyun merasa sedikit kesal kalau ayahnya pulang. Ia akui kalau ayahnya itu memang tampan. Dan hal itu membuat bunda dan yeri akan mengabaikannya dan hanya memperhatikan ayahnya. Hal itu yang membuat ia sedikit kesal.
Ayahnya yang sudah lebih 1 tahun tidak pulang membuat Jaehyun nyaman dengan keadaan seperti ini. Diperhatikan oleh bundanya. Disayangi oleh yeri. Ia tidak suka kalau ada yang mengambil apa yang sudah ia miliki.
Kalau boleh, ia berharap lebih baik ayahnya tidak pulang saja.
. . . . . .
"Jaehyun mana sih?! Lama banget deh"
Sudah 30 menit lebih yeri menunggu tapi Jaehyun gak dateng dateng juga. Padahal yeri sudah dandan cantik hari ini hanya untuk menjemput ayah mertua.
Tapi semuanya sudah mulai mau luntur karena Jaehyun.
Tok
Tok
Tok
Dengan cepat yeri membuka pintu kamarnya. Ternyata mamanya yang mengetuk pintu kamarnya. "Mama? Jaehyun udah dateng ya?" Tanya Yeri yang berharap kalau Jaehyun sudah dibawah.
"Kamu udah telfon jaehyun?"
"Belum sih ma"
Mama irene mendekati Yeri. Ia menuntun putrinya untuk duduk. "Kamu bilang ayahnya jaehyun mau pulang sekarang kan?"
Yeri mengangguk "emang kenapa ma?"
Yeri memandang bingung mamanya ini. Terlihat wajah mama irene sedikit gugup.
"Tadi mama liat di tv."
"Haduh ma. Kalau mama mau ngajak aku ngegosip nanti aja deh ya."
"Bukan sayang"Mama irene mengusap tangan yeri lembut. Terdengar helaan nafas keluar dari mulut mamanya. "Tadi mama lihat di tv ada berita kecelakaan pesawat. Penerbangannya sama seperti penerbangan ayahnya Jaehyun"
Yeri menutup mulutnya dengan tangannya. Ia terkejut mendengar berita yang mamanya sampaikan itu. "Mama serius?"
Mama irene mengangguk yakin. "Iya mama serius"
Setelah itu Yeri langsung menelfon Jaehyun. Tapi sayang telfonnya tidak diangkat. Ia terus mencoba menelfon jaehyun untuk memastikan tentang kebenaran berita itu.
"Jaee...please angkat..."
Ia menjadi gusar karena panggilannya tidak diangkat oleh Jaehyun. Ia semakin khawatir kalau berita itu benar menimpa ayahnya Jaehyun. Setelah menunggu beberapa saat telfonnya berdering. Tertera nama Jaehyun. Langsung saja ia menerima panggilan itu.
"Hallo jae kamu dimana?"
Alis yeri mengerjit saat hanya hembusan nafas yang memburu terdengar.
"Jae?"
"Yer"
Suara Jaehyun serak dan bergetar. Perasaan yeri semakin tidak enak dibuatnya. "Iya kenapa jae?"
"Ayah..."
Yeri mencoba menahan tangisannya. Ia berusaha agar suaranya tidak terdengar bergetar. "A-Ayah kenapa jae?"
"Pesawat ayah kecelakaan"
. . . . . .
Setelah mendengar berita kecelakaan pesawat ayah donghae, keluarga Yeri langsung bergegas menuju kerumah keluarga Jaehyun.
Sudah selama 1 hari rumah Jaehyun dipenuhi suara tangisan pilu. Terutama Bunda Jessica. Dari kemarin hanya air mata yang keluar tanpa sepatah kata pun. Melihat itu Yeri juga ikut menangis. Untuk pertama kalinya Yeri melihat bunda sosok yang biasanya selalu tersenyum tanpa ada beban menjadi sosok yang menyedihkan.
Mereka semua berharap bahwa ada keajaiban. Tapi sayang satu jam yang lalu, polisi menginfokan bahwa tidak ada korban yang selamat.
"Kami menemukan koper korban. Untuk jenazahnya kami belum menemukannya. Kami akan terus mencari jenazah korban."
Tangisan pilu keluar lagi dari bunda. Ia memeluk erat koper itu seolah sedang memeluk donghae suaminya. Melihat itu Jisung ikut menangis sesenggukan sambil memeluk bundanya.
"Bunda.....ja-jangan nangis bun...hiks"
Jaehyun hanya diam berdiri memandang 2 keluarganya yang tersisa dengan pandangan kosong.
Bukan
Bukannya ia tidak sedih. Ia sangat sangat sedih dengan kepergiaan ayahnya. Ia begitu sedih bahkan untuk menitikan air mata saja ia tidak sanggup.
Disampingnya ada Yeri yang setia menemaninya sambil mengelus lengannya. Ia ingin menyalurkan ketenangan untuk Jaehyun. "Kamu harus sabar jae"
"Ini semua salah aku"
_ _ _ _ _ _ _ _
Hayuu lanjutkannn!!
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR GENIT [JAERI] ✔
Fanfiction"Masih mending gue genitnya sama cewek daripada sama cowok. Hayoo gimana?" -Jaehyun Highest rank: #1 in jaehyunyeri #1 in jaeri #1 in hunri #3 in redvelved #8 in jungri
![PACAR GENIT [JAERI] ✔](https://img.wattpad.com/cover/227522029-64-k636332.jpg)