"Ini dibaca apa na?"
"Susu" Jaehyun tersenyum lebar dengar jawaban benar dari nana.
"Kalau abang ini dibaca apa?" Sekarang dia beralih ke nono.
"M-a Ma. D-u Du. Ma.du itu Madu pi!" Nono tersenyum girang sampai matanya menyipit.
Jaehyun mengacak rambut nono gemas. "Pinter banget deh anak papi."
"Sekarang adek lagi. Ini dibaca apa dek?"
Nana mengerutkan dahinya seolah dia sangat berpikir keras untuk baca satu kalimat saja.
"Eeeemm....Itu....aaahh itu squidward pi!"
Mata jaehyun melotot denger jawaban dari nana. "Coba dibaca dulu dek yang bener"
"Ih papi,nana udah baca itu squidward!"
Nono menyipitkan matanya.
"C-u cu. M-i mi. Cumi. Nana itu bacaannya bukan squidward tapi cumi-cumi!"
"Ih tapi Nana liat dari gambarnya itu gambar squidward kok! Jadi nana gak salah tau!"
"Tapi bacaannya cumi-cumi Na!"
"Jadi kamu daritadi gak baca tulisannya? Malah ngeliat dari gambarnya gitu?" Tanya Jaehyun dengan suara tegasnya.
Dengan polos Nana mengangguk. "Tapi nana gak salah kan pi?"
"Tapi kan papi nyuruh nana baca tulisannya! Ya jelas lah nana salah!" Kata Nono yang tidak terima kalau kembaraannya itu gak kena marah. Dia udah susah susah bacanya eh malah Nana enak banget asal nebak lewat gambar.
Jaehyun memijit pelan jidatnya. Kepalanya sudah nyut nyutan menghadapi anaknya yang dari tadi tingkahnya ajaib.
Seperti tadi pagi Nono terbangun dengan suara tangisan yang keras karna kakinya kesakitan gara gara digigit Nana saudara kembarnya itu.
Dan dengan polosnya nana bilang kalau ia tadi hanya sedang bermimpi makan permen kaki dan gak sengaja malah gigit kakinya nono.
Kalau nono beda lagi. Nono masih bisa dibilang lebih normal dari nana. Tapi tetep ada aja tingkahnya yang bener bener absurd. Seperti setiap malam biasanya sebelum dia tidur pasti Nono sempet aja bengong didepan pintu kamarnya sampai akhirnya tertidur sendiri. Kadang ketawa sendiri padahal gak ada yang lucu.
"KALIAN BERDUA BISA DIEM GAK?!" Tanpa sadar Jaehyun ngebentak dengan suara keras. Membuat anak kembarnya itu terkejut.
"Papi...." Wajah mereka sudah memerah. Bibirnya bergetar sudah siap menangis.
Secara spontan jaehyun menutup mulutnya. Ia benar benar tidak sengaja membentak anaknya.
"Huaaa" Nana terlebih dahulu nangis membuat Jaehyun panik.
Dengan cepat ia membekap mulut Nana lalu memeluk kedua anaknya. Mencoba menenangkan mereka agar tidak menangis. Kalau sampai menangis dan itu kedengeran sampai ke telinga Yeri. Bisa habis hari ini si Jaehyun.
"Shuutt kalian jangan nangis ya" Jaehyun mengelus kepala anaknya masih berusaha menenangkan anaknya. "Nanti mami denger kalian nangis,papi yang kena nanti"
Berbeda dengan nono yang anteng tapi masih nangis. Dalam pelukan Jaehyun nana memberontak ingin melepaskan diri.
"Papi jahat hiks! Papi marahin kita! Nana gak suka! Papi jahatt!! Huaaa mamii" Teriak nana lagi yang membuat jaehyun bertambah panik apalagi denger pintu kamarnya kebuka.
"Nana papi minta maaf ya sekarang kamu jangan nangis. Liat tuh abang aja gak nangis masak nana nangis sih! Ih cengeng banget jadi cowok" Jaehyun berusaha merayu agar nana berhenti nangis. Tapi bukannya diem Nananya malah semakin menjadi jadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR GENIT [JAERI] ✔
Fiksi Penggemar"Masih mending gue genitnya sama cewek daripada sama cowok. Hayoo gimana?" -Jaehyun Highest rank: #1 in jaehyunyeri #1 in jaeri #1 in hunri #3 in redvelved #8 in jungri
![PACAR GENIT [JAERI] ✔](https://img.wattpad.com/cover/227522029-64-k636332.jpg)