Tidak henti hentinya Jaehyun memukul tembok rumah sakit itu. Tidak peduli tangannya yang sudah memar. Rasa sakit ditangannya itu tidak sebanding dengan sakit yang menusuk hidupnya dengan dalam dan tajam.
Ia terlalu kecewa dengan dirinya sendiri. Sebelumnya ayahnya yang pergi dan itu karena harapan konyolnya yang tidak ingin ayahnya pulang.
Dan kini Yerinya yang pergi. Orang yang selalu menyemangatinya. Orang yang selalu ada disaat Jaehyun membutuhkannya. Orang yang selalu mencintai Jaehyun apa adanya tanpa memandang fisik. Dan yang paling penting. Yeri adalah orang yang tidak pernah meninggalkan Jaehyun walaupun yeri tau kalau pacarnya itu sering godain anak orang.
Lalu sekarang. Ini balasan Jaehyun. Memutuskannya sepihak. Meninggalkannya. Membuatnya pergi dari dunia ini.
Sungguh Jaehyun kamu sangat hebat. Ku akui itu.
Ia berharap bisa mengulang waktu. Mengulang semuanya. Ia berharap bisa memperbaiki semuanya. Tapi sayang. Harapan tinggalah harapan. Seperti kata pepatah. Waktu tidak bisa diputar seperti roda.
Fakta tentang kepergian Yeri membuatnya jadi sangat frustasi. Bahkan ia sampai lupa kalau ia belum melihat Yeri diruang operasi.
Dengan langkah pelan ia berjalan ke ruang operasi. Membuka pintu dengan perlahan. Tapi ia terkejut melihat ruangan itu malah gelap. Tidak ada orang sama sekali.
Disini benar benar gelap. Ia memberanikan diri untuk masuk lebih dalam. Tanpa ia sadar didepan sana ada jurang yang sangat dalam. Ia pun terperosok jatuh di jurang itu.
"ARGHHHHH TOLONG!!!" Jaehyun berteriak sangat keras. Ia seolah dihisap untuk jatuh lebih dalam ke jurang itu.
"ARRRGGHH"
"TOLONG!!" Jaehyun terbangun dengan nafas terengah engah. Keringat bercucuran membahasi tubuhnya. Jantungnya berdetak kencang tak beraturan.
"Sayang kamu kenapa?!"
Ia menatap sekitarnya. Tunggu dulu. Bukannya ia tadi jatuh ke jurang? Lalu kenapa sekarang dia ada dikamar?
Ia juga bukannya jatuh di tanah yang keras penuh bebatuan. Tapi ia malah terduduk diatas kasur yang lembut lengkap dengan selimut yang membungkusnya.
Dan tadi itu kayak ada suara cewek.
Jaehyun menoleh ke sebelah kirinya dan ia terlonjak kaget mendapati ada seorang perempuan menggunakan baju tidur tengah terduduk menatap dia khawatir.
"Ye-yeri?"
"Kamu kenapa? Daritadi aku denger kamu teriak minta tolong. Kamu mimpi buruk?"
Jaehyun masih terbengong sambil menepuk pipinya sendiri mencoba mengerti situasi sekarang. Yeri sendiri menatapnya bingung dengan tingkah Jaehyun. "Ka-kamu yeri? Bukan hantu kan?"
Plak
Yeri memukul pipi Jaehyun. "Heh! Iyalah ini aku! Istri kamu! Kamu pikir aku siapa hah?!"
Oke. Tamparan Yeri sudah cukup menyadarkan kalau dia memang manusia.
Dia langsung memeluk Yeri dengan erat. Sangat erat. Seakan tidak ada kesempatan untuk memeluk Yeri lagi. Sampai sampai Yeri merasa sesak. Ia juga memegang tangan,bahu,kepala Yeri untuk memastikan bahwa yeri itu nyata.
"Kamu kenapa sih jae?"
Jadi semua itu hanya mimpi?
Yeri meninggal itu cuma mimpi?
Tapi kenapa terasa nyata sekali. Ia sampai merasa frustasi sekali di mimpi itu.
Apa ini teguran dari tuhan untuknya?
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR GENIT [JAERI] ✔
Fanfiction"Masih mending gue genitnya sama cewek daripada sama cowok. Hayoo gimana?" -Jaehyun Highest rank: #1 in jaehyunyeri #1 in jaeri #1 in hunri #3 in redvelved #8 in jungri
![PACAR GENIT [JAERI] ✔](https://img.wattpad.com/cover/227522029-64-k636332.jpg)