Semua berlalu begitu cepat. Ini semua kenyataan yang begitu pahit namun harus dihadapi. ayah donghae sudah dimakamkan tiga hari yang lalu. Tetapi perasaan duka masih menyelimuti keluarga Jaehyun. Semua begitu terpukul dengan kepergian ayah Donghae. Walaupun ayah donghae sudah tidak pulang selama setahun tapi tetap saja mereka menangisi kepergian sosok yang ramah dan pekerja keras itu.
Tidak terkecuali dengan Jaehyun. Ia lebih memilih mendekam diri dikamarnya. Dengan posisi duduk menekuk lutut Jaehyun masih tidak percaya kalau ayahnya akan pergi secepat ini tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bahkan untuk bertemu. Dada Jaehyun semakin sesak kala ia mengingat pertemuan terakhir dengan ayahnya itu setahun yang lalu. Ia juga mengingat kembali masa masa saat ia kecil sering menghabiskan waktu dengan ayahnya.
Flashback on
"Ayah, Jaehyun boleh ndak punya pacal lebih dali 3?" Saat itu Jaehyun masih berumur 6 tahun dan dengan polosnya ia bertanya seperti itu.
Donghae tersenyum mendengar pertanyaan putranya itu. "Kenapa kamu mau punya pacar banyak hm?"
"Habis gulu gulu disekolah Jaehyun itu cantik cantik semua yah. Kan Jaehyun jadi pengen pacalin semuanya!" Jelas Jaehyun yang sangat bersemangat jika membahas gurunya yang cantik.
"Jaehyun seling tanyain ke gulu disekolah Jaehyun udah punya pacal apa belum telus bu gulu jawabnya belum. Belalti Jaehyun bolehkan pacalin ibu gulu jaehyun?"
Donghae jadi terkekeh mendengar seruan polos jaehyun.
"Dengar ya jae" Donghae mengelus lembut rambut hitam legam milik jaehyun. "Manusia hanya ditakdirin punya pasangan hanya 1 tidak lebih. Kalau Jaehyun sudah menemukan perempuan yang Jaehyun cinta. Nanti jaehyun gak boleh nyakitin perempuan itu karena kalau Jaehyun nyakitin dia itu sama saja Jaehyun nyakitin bunda"
Jaehyun hanya mengedip ngedipkan kedua matanya. "Ayah ngomong apa sih? Jaehyun ndak ngelti tau"
"Bagus deh. Kamu masih terlalu kecil buat ngerti cinta cintaan" Donghae mencubit hidung Jaehyun gemas.
"Telus ayah kenapa sama bunda telus? Kenapa ndak sama cewek lain?"
"Ayahkan setia sama bunda. Nanti juga jaehyun harus kayak ayah. Setia sama pasangannya. Ngerti?" Jaehyun yang sebenarnya tidak mengerti hanya menganggukan kepalanya.
"Nanti kalau Jaehyun udah besar. Jaehyun harus bisa jaga bunda, dedek icung sama pasangan Jaehyun nanti. Seperti ayah ngejaga Jaehyun"
Flashback off
Kini semua itu hanya kenangan yang akan selalu tersimpan diotak jaehyun.
"Ini semua salah gue"
Baru saja kemarin ia iri dengan ayahnya bahkan menginginkan ayahnya untuk tidak pulang saja. Dan kali ini tuhan membalas semua perkataan Jaehyun dengan kenyataan yang sakit pahit.
"Jaehyun" panggil Yeri diujung pintu kamar Jaehyun sambil membawa nampan berisikan makanan. Dari kemarin Yeri menginap dirumah Jaehyun. Ia selalu menemani pacarnya itu dalam keadaan terpuruk seperti saat ini. Melihat Jaehyun tidak merespon sama sekali. Yeri pun dengan sendirinya menghampiri pacarnya itu.
"Jae ayo makan dulu. Dari kemarin kamu gak makan" Masih sama seperti tadi Jaehyun tidak merespon sama sekali. Yeri duduk bersila dihadapan jaehyun. Ia mengambil makanan yang tadi ia bawa.
"Tadi Haechan,lucas sama somi kesini. Tapi kata mereka kamu diemin mereka. Kamu gak boleh gitu jae. Mereka pasti semakin sedih ngeliat kamu kaya gini"
"Buka mulutnya aaa..." Yeri menyodorkan sesendok makanan didepan mulut Jaehyun. Tanpa diduga Jaehyun malah menepis sendok itu hingga makanannya berserakan dimana mana.
"Jaee..." Yeri terkejut dengan perlakuan Jaehyun. Tidak biasanya ia seperti ini. Detik itu juga pertahanan Jaehyun runtuh. Terdengar suara tangisan pilu keluar dari mulutnya Jaehyun. Mencurahkan semua rasa bersalah,kesedihan,penyesalan yang terpendam sejak kemarin.
"Ini semua salah aku....salah aku"
Yeri yang tak kuasa melihat Jaehyun yang begitu terpuruk. Langsung menarik Jaehyun kepelukannya. "Ini bukan salah kamu jae. Bukan"
Untuk saat ini hanya pelukan yang bisa Yeri berikan untuk menenangkan Jaehyun.
"Ini salah aku. Aku terlanjur nyaman sama keadaan tanpa ayah.... Dan dengan gampangnya aku bilang ingin ayah tidak pulang saja...."
"Ssstt....Jae" Yeri menepuk nepuk pelan punggung jaehyun mencoba memberikan ketenangan.
"Dan tuhan mengabulkan doaku yer... Ayah hanya pulang dengan badannya saja....tapi tidak dengan jiwanya"
Tangisan Jaehyun semakin keras sampai sesenggukan. Yeri yang mendengar itu jadi ikut menangis tapi ia mencoba menahannya. Ia tidak boleh ikut menangis ia harus bisa menenangkan Jaehyun.
"Aku...belum sempat bikin dia bangga...aku...aku...anak yang gak guna yer"
"Aku anak yang bener bener buruk yer"
Yeri ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Jaehyun. Meski ayah donghae bukan ayahnya tapi ia turut merasakan kehilangan atas kepergian ayah donghae. Ia menjadi ingat saat pertama kali ia kerumah Jaehyun. Sebelumnya ia berpikir kalau ayah donghae akan galak dan jutek kepadanya.
Namun semua pemikirannya buyar seketika saat melihat ayah donghae menyambutnya dengan penuh senyuman hangat. Bahkan ia sangat terpesona dengan senyumannya itu.
"Ini semua udah takdir tuhan Jae." Yeri mendorong pelan bahu Jaehyun agar bisa bertatapan dengannya. Ia menangkup pipi Jaehyun dan menghapus air mata yang berada di pipi jaehyun.
"Kamu gak boleh terus nyalahin diri kamu sendiri. Ayah pasti sedih liat kamu kayak gini." Jelas Yeri yang mencoba memberikan penjelasan agar Jaehyun tidak begitu masuk ke jurang penyesalan.
"Kamu harus bangkit jae."
Jaehyun menggeleng. "Buat apa aku bangkit yer? Ayah udah ninggalin aku! Aku sendiri sekarang"
"Kamu salah! Kamu lupa sama bunda hah? Sama icung? Dan juga sama aku?"
Yeri benar
Ia tidak sendiri. Betapa bodohnya ia melupakan semua orang yang masih ada disisinya saat ini.
"Kamu harus bangkit demi mereka jae. Hanya kamu harapan mereka sekarang" Yeri merapikan rambut Jaehyun yang berantakan. "Kamu masih beruntung masih ada bunda. Dan sekarang bunda benar benar terpuruk jae. Seharusnya kamu nemenin bunda. Buat bunda semangat lagi!"
"Aku pergi dulu. Kamu jangan lupa makan. Ingat kata kata aku tadi." Yeri dengan penuh kasih sayang mencium dahi,pipi dan terakhir bibir Jaehyun.
"Love you jaehyun"
Aku akan selalu mencintaimu bagaimanapun keadaanmu.
_ _ _ _ _ _ _
Ngueeengg
Tinggal beberapa chapter lagi sebelum tamat.
Untuk konfliknya tenang aja:)))
KAMU SEDANG MEMBACA
PACAR GENIT [JAERI] ✔
Fanfiction"Masih mending gue genitnya sama cewek daripada sama cowok. Hayoo gimana?" -Jaehyun Highest rank: #1 in jaehyunyeri #1 in jaeri #1 in hunri #3 in redvelved #8 in jungri
![PACAR GENIT [JAERI] ✔](https://img.wattpad.com/cover/227522029-64-k636332.jpg)