"jadi gitu ceritanya" ucap Jeno.
Sedari tadi, Jeno, Jaemin, Renjun dan Haechan menceritakan semuanya, semua kejadian tentang Chenle dan juga Jisung.
Tiba-tiba nafas Taeyong teras sesak, "a-anak-anakku" ucapnya sembari menunduk berusaha menahan tangis.
"sebaiknya kamu ikut sama kita ya? Kita cari Chenle dan Jisung sama-sama" ucap Jaemin sembari mengusap-usap punggung Taeyong.
"aku ga bisa, permisi" ucap Taeyong tiba-tiba yang langsung bangkit dari kursi dan hendak pergi kedapur.
Tetapi langkahnya terhenti karena panggilan Haechan.
"Taeyong" ucap Haechan, dia pun bangkit dari kursi dan berjalan menuju orang yang tadi dia panggil.
"boleh nomor telfon? Siapa tau kan kamu berubah pikiran" ucap Haechan.
Taeyong mengangguk lalu memberikan nomor telfonnya kepada Haechan.
"kita kasih waktu buat kamu berpikir ya" ucap Haechan yang langsung pergi menuju teman-temannya.
Sementara Taeyong? Dia berusaha menahan tangisnya, lalu dirinya pergi kedapur.
"jadi kita gimana sekarang?" tanya Renjun.
"kita ke hotel aja dulu" ucap Jeno yang diangguki ketiga temannya.
Akhirnya Jeno, Jaemin, Renjun dan Haechan pergi dari cafe tersebut menuju hotel.
Sesampainya dihotel, mereka langsung masuk kamar dan merebahkan tubuh mereka.
"kalo dia ga nelfon Haechan sampe besok gimana?" tanya Jeno tiba-tiba.
"ya kita pulang" jawab Haechan.
"nanti kalo dia ga mau ikut kita, biar kita sendiri yang cari anak-anaknya" sahut Renjun.
"ada ya, ibu yang tega banget ninggalin anak-anaknya, untung kan dia ninggalin anaknya di apartemen kita? Kalo ninggalin di apartemen pedofil gimana? Kan ga lucu" oceh Jaemin.
Semuanya pun menghela nafas.
"tidur aja dulu ah, ngantuk gue" ucap Haechan yang langsung tarik slimut bobo manis aja.
Semuanya sepertinya sama lelahnya dengan Haechan, dan mereka ikut tertidur.
[ 4 BABYSITTER ]
Semenjak Taeyong mendengar kabar tentang anaknya dari keempat siswa tadi, perasaannya jadi gelisah, dia panik, dia takut anaknya kenapa-napa, tapi dia takut untuk datang sendiri dan bertemu dengan mantan suaminya yang sangat kasar.
"hey taeyong! the coffee is scattered everywhere" ucap seorang pegawai disana yang tak lain adalah Taeyong.
Taeyong terkejut, "ah, i'm sorry" ucapnya yang langsung membersihkan kekacauan tersebut.
Entah kenapa, Taeyong jadi tidak tenang, pekerjaannya pun jadi kacau semua. Tak seperti biasanya.
Jam pulang pun tiba, Taeyong pun bersiap untuk pulang kerumah.
Ketika dia hendak pergi keluar cafe, tiba-tiba ada teman Taeyong yang bekerja dicafe juga mendekatinya.
"Taeyong, you are called Mr Doyoung in his room" ucap teman Taeyong.
Taeyong mengangguk dan langsung pergi keruang pemilik cafe ini yang tak lain adalah Kim Doyoung.
Sepertinya hari ini Taeyong akan dimarahi karena bekerja tidak becus.
Tok..tok..
"masuk aja"
Taeyong pun membuka pintu tersebut, "permisi, ini aku Taeyong" ucapnya dari luar pintu.
"masuk" perintah Doyoung yang diangguki Taeyong, akhirnya Taeyong pun masuk dan duduk dikursi yang terdapat didepan meja kerja Doyoung.
Doyoung ini adalah orang Korea sama seperti Taeyong, hanya saja dia menjalankan bisnis cafenya di Chicago.
"Taeyong" panggil Doyoung.
"i-iya?" jawab Taeyong, kepalanya pun yang tadinya menunduk langsung terangkat.
"hey, ada apa? Mukamu pucat sekali astaga" tanya Doyoung yang terkejut melihat wajah Taeyong yang tiba-tiba pucat.
"a-ah ga ada apa-apa, saya mungkin cuman kurang enak badan" jawab Taeyong sembari tersenyum.
"yakin? Saya kasih kamu cuti dua hari, istirahatlah" ucap Doyoung yang dingguki Taeyong.
"k-kalau gitu, saya permisi" ucap Taeyong yang langsung keluar dari ruangan Doyoung.
Taeyong pun langsung pulang menaiki mobilnya, cerita yang tadi diceritakan orang yang mengasuh kedua anaknya terus terngiang-ngaing dikepalanya.
Dirinya bingung harus bagaimana..
TIINN...TIIN!!!
BRAK!
TBC
Halo semuaa, maaf aku update pagi-pagi gini ya hehehehe..
Maaf juga part kali ini sedikit banget:(
Next? Vote+comment
Luv u💚
