(Riva Allegra)
Sudah seminggu semenjak aku meminta Devan menjadi temanku. Setelah hari itu, ia tak pernah menemuiku.
Jujur, aku ingin bertemu dengannya. Bukan berarti aku merindukannya, hanya saja ada sebuah alasan aku mendekatinya.
Dia itu Siapa?
Kau tahu? Menemukan seseorang dengan baju Casual ditengah Badai salju dahsyat itu membuatku terkejut. Menggenggam tangannya yang dingin bagaikan salju tapi mukanya tidak menunjukkan tanda kedinginan membuatku terus memikirkannya. Sebenarnya dia siapa?
"Hueeeeeeeee..... Peter nakal" Tangis seseorang anak.
"Peter nakal, kau membuat Analyse menangis. Awas, hantu salju tidak suka anak nakal." Ejek seorang anak
"Weee weee, Peter akan dimakan Hantu Salju.." Teriak anak lainnya.
Hantu Salju?
—————***——————
Hutan Oak yang gelap adalah surga bagi binatang yang berhibernasi.
"Ssst.. Jangan berisik" kini dua orang bersenjatakan senapan angin sedang mengendap endap berjinjit masuk kehutan.
"kita tak seharusnya masuk kesini, ini dilindungi. Aku tak mau ditangkap hantu salju." Bisik seseorang.
"Berisiik.. nanti hewan hewan itu akan terbangun.." ujar temannya
Tuk! Sebuah ranting menghantam kepala salah satu si pemburu liar.
"Tidak baik lho, menembaki binatang yang sedang tidur. Gak Fair" Ujar seorang laki laki dari atas pohon. Ia tersenyum mengejek.
"Memangnya kamu siapa anak kecil?" Teriak pemburu yang lebih besar. Senapannya dihadapkannya mengarah ke Devan.
"Hei hei, tenang tenang.." kata Devan sembari tersenyum.
Dengan cepat, senapan angin itu
Membeku!
Entah apa yang membuat senapan itu membeku.
"Wah wah, ternyata senapannya beku, gimana dong.. aku bangunkan binatang yang tidur ya. Ada.. beruang, macan, hmmm.. apa lagi ya.." ucap Devan turun dari atas pohon. Seketika Salju menderas.
Devan tersenyum, para pemburu itu mati kutu.
"Sebaiknya kalian pergi dari hutan ini, sebelum para binatang itu bangun." Ucap Devan sembari membuat tornado salju untuk mengusir mereka
"Si..siapa kamu?"
"Foster, si penjaga hutan"
dan Tornado itu dengan cepat mengejar dua pemburu nan malang itu.
Uhuk..uhukk.. Batuk Devan, akibat sup panas tempo lalu, ia menjadi tidak bisa banyak bergerak.
————***—————
A/N: haloo,, maaf kalo makin gak danta yaa..
kritik dan komentar selalu dibutuhkan hehe ^^
Maaf bagi pembaca—kalo masih ada yang baca— yang kecewa ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Story on Winter
Teen FictionIni kisah antara aku dan musim dingin. antara aku dan salju. antara aku dan dingin. antara aku dan dia. ya, ini kisah kita. Kita memang tidak mungkin bersatu Cinta kita tidak mungkin bersama tapi kita masih saling memiliki setidaknya sampai musim se...
