OH 09: Divorce

964 127 10
                                    

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

"(Nam), kau yakin dengan keputusanmu? Bukankah kau masih mencintainya?" Tanya Ari ragu.

Salsha memutar kedua bola matanya, "Ari kau ingin sahabat kita ini menderita terus-menerus?" Salsha dengan nada geramnya "lagian kalau dia bisa lepas dengan pria itu (Namakamu) bisa dapat yang lebih baik lagi." lanjutnya.

"Iya Ri. Keputusanku sudah kupikirkan matang-matang," (Namakamu) menghela nafas "Aku akan menggugat cerai Iqbaal."

Di waktu jam istirahat  (Namakamu) mengajak Ari keluar makan siang di cafe yang tidak jauh dari kantornya. Selain itu (Namakamu) juga mengajak Salsha untuk membahas keputusannya bercerai dengan Iqbaal.

Ari mengangguk-anggukan kepalanya "Baiklah aku mendukung keputusanmu. Tetapi bagaimana dengan Starla apakah dia sudah mengetahui?"

"Soal Ala, sudah aku bicarakan berasama Mama dan Papa sekaligus aku izin kepada mereka untuk bercerai. Rencananya saat aku mengurusi perceraian bertepatan dengan Papa ada proyek kerja di Paris. Jadi Papa dan Mama akan mengajak Ala. Lagi pula Ala sebentar lagi libur sekolah." Jelas (Namakamu).

Ari dan Salsha hanya mengangguk tanda mengerti. "Lantas bagaimana dengan orang tua Iqbaal?" Tanya Salsha.

"Saat ini aku sudah tidak tahu menahu dimana keberadaan orang tua Iqbaal."

•••

Seminggu sudah (Namakamu) mengurus surat-surat perceraiannya dengan Iqbaal dibantu oleh Ari, Salsha, dan seorang pengacara tentunya. Dan sudah tiga hari juga Starla pergi ke Paris bersama orang tua (Namakamu), meski berat melepaskan Starla pergi jauh tanpanya untuk pertama kalinya. Namun itu juga demi kebaikan mereka-(Namakamu) dan Starla.

"Bagaimana proses perceraian (Namakamu) sampai saat ini?" Tanya Salsha. Memang selama dua hari ini ia jarang memantau proses perceraian sahabatnya karena sibuk mengurus rumah tangganya.

"Beres. Surat perceraian sudah dikirim kepihak Iqbaal." ucap Karel, pengacara (Namakamu).

"Syukurlah kalau begitu. Maafkan aku ya (Nam) karena akhir-akhir ini aku tidak membantumu. Aldy tahu kalau kau akan bercerai dengan sahabatnya itu dan marah-marah karena aku mendukungmu menceraikan pria tidak bertanggung jawab itu," Salsha mendengus sebal.

"It's okay ,Sha. Lagian masih ada Karel dan juga Ari."

"Hm omong-omong aku terkejut lho tahu kalau Iqbaal sudah memiliki istri. Itupun aku tahu saat aku mengurus surat perceraian kalian." ucap Karel.

(Namakamu) tertekeh, "Wajar saja kau terkejut aku dan anakku kan tak pernah dipublish oleh Iqbaal." (Namakamu) tertawa hambar."

"Ah maaf (Nam) menyinggung perasaanmu. Seharusnya aku tak menanyakan hal itu, karena kau memang sudah pernah cerita." Karel merasa bersalah.

Memang pada saat saat awal (Namakamu) menemui Karel untuk menjadi pengacaranya (Namakamu) telah menceritakan tentang Iqbaal kepada Karel. Tentunya membuat Karel terkejut. Bagaimana tidak? Seorang aktor terkenal sekelas Iqbaal menyembunyikan pernikahannya, sementata dihadapan publik mengaku lajang. Catat itu! Iqbaal mengaku lajang pantas saja banyak yang mendekati Iqbaal.

(Namakamu) tersenyum tipis, "Tidak apa-apa Rel. Kau tidak perlu sungkan seperti itu."

•••

"Iqbaal!"

Iqbaal keluar dari kamar apartement dengan kondisi acak-acakan. Mungkin baru bangun tidur.

"Ada apa sih La teriak-teriak. Ganggu waktu tidurku saja!" Gerutu Iqbaal menghampiri Iqbaal.

"Ini ada kiriman surat untukmu. Aku tidak tahu isinya" Olla menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat muda kepada Iqbaal.

Iqbaal mengernyitkan dahinya "Terima kasih." Iqbaal meraih amplop itu dan membali masuk kekamarnya.

Sesampainya dikamar, Iqbaal membuka Amplop tersebut dan ternyata isinya adalah selembar kertas putih.

"Surat pengadilan agama?" Iqbaal membaca isi surat tersebut.

Iqbaal membulatkan kedua matanya.

"WHAT THE F---"

•••

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


___

Happy satnight semuwa
Siapa yang malming rebahan sambil menghalu Iqbaal? Aku! wkwkwk.

Enjoy this story?
Jangan lupa vote dan comment
Karena vomment dari kalian bisa menjadi penyemangat untuk aku.
Terima kasih♡

Obsessed HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang