Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Pada malam ini (Namakamu) dan Starla sangat anggun dengan dibalut oleh dresscouple berwarna biru dengan hiasan pita dipinggang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Namakamu) dan Starla akan menghadiri pesta pernikahan Salsha dan Aldy.
"(Namakamu)!"
Merasa terpanggil (Namakamu) dan Starla menoleh ke sumber suara tersebut.
"Ari!" Ya, seseorang yang memanggil mereka adalah Ari.
"Hai Ala," Ari mengusap rambut lurus Starla yang dihiasi bando. Starla hanya merespon dengan senyuman manis.
"Kalian berangkat bersama siapa?" Tanya Ari.
"Aku sama Ala diantar supir,Ri." Jawab (Namakamu)
Ari menganggukan kepala "Bagaimana jika kalian pulang bersamaku?"
"Tidak usah,Ri. Nanti merepotkan. Ini'kan sudah malam," (Namakamu) menolak.
"Ah tidak apa-apa. Kalau kau menghubungi supirmu kan juga mengganggu istirahatnya. Lagipula rumah kita searah," ucap Ari membujuk.
"Ala mau kan pulang bersama Om?" Tanya Ari kepada Starla.
Starla mengangguk cepat lalu menatap (Namakamu) "Iya mom. Nanti kan kita pulang malam. Kalau menunggu pak Ardi malah kemalaman. Gapapa kan kita bareng Om Ari?"
Sedikit informasi, Pak Ardi merupakan sopir pribadi dirumah (Namakamu). Karena (Namakamu) sering menngendarai mobil sendiri Pak Ardi mengisi waktunya jadi tukang kebun dirumah (Namakamu).
"Yaudah nanti kita pulang bersama Om Ari." Ketika Starla sudah meminta pasti (Namakamu) pasti akan menurutinya.
Sementara Ari tersenyum mendengarnya "Eh kok malah disini lebih baik kita masuk ke ballroom sekarang daripada nanti kemalaman." Ajak Ari.
Mereka langsung menuju ke ballroom hotel mewah yang merupakan tempat pesta pernikahan Salsha dan Aldy diselenggarakan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Namakamu) berdecak kagum melihat tempat yang ia pijak saat ini. Terpampamg jelas ballroom hotel yang luas sudah di hias bunga dan dengan nuansa goldenwhite, terkesan mewah bukan?
"Pesta pernikahan yang sangat mewah. Tinggal angan-angan aku dapat menikah dengan nuansa seperti ini dan mengundang banyak orang." Gumam (Namakamu) dalam hati.
Ari yang sedari tadi menggandeng Starla menatap (Namakamu) bingung, mengapa wanita itu melamun.
"(Nam)?" Ari melambaikan tangannya di depan wajah (Namakamu) membuat pemilik wajah itu tersentak "E-eh kenapa,Ri?"
"Are you okay?" (Namakamu) tersenyum "Am okay."
Ari tahu jika ada yang tidak beres dengan (Namakamu) namun ia memilih mengangguk tanda mengerti.
"Yaudah kita langsung ke altar untuk mengucapkan selamat kepada Aldy dan Salsha." Ajak Ari.
(Namakamu) mengangguk lalu menoleh Starla "Ayo sayang kita ke Onty Cacha sama Om Aldy." Starla mengangguk antusias.
Mereka--(Namakamu),Starla,Ari- menuju ke altar pernikahan Salsha dan Aldy guna mengucapkan selamat.
"(Namakamu)!" Salsha memeluk (Namakamu). "Thank you sudah datang." Salsha merenggangkan pelukannya.
"Tidak udah berterima kasih kau ini sahabatku. Mana mungkin aku tidak hadir di pernikahanmu." Salsha tersenyum malu.
(Namakamu) kemudian menatap Aldy "Selamat ya Al. Jaga Salsha jangan di sia-sia-in. Lihat perjuangan Salsha rela nunggu selama lima tahun." (Namakamu) memberi wejangan kepada Aldy.
"Ya Tuhan (Nam), Aldy beda sama temannya yang satu itu. Yang meninggalkanmu begitu saja. Seperti kaca lupa kulit." Cibir Salsha yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari (Namakamu).
"Ada Ala disini, jangan bahas dia." Bisik (Namakamu).
Salsha membulatkan kedua matanya " Eh ada Ala. Kamu cantik sekali sayang mirip mommymu." Puji Salsha.
"Thank you, Onty. Selamat ya Onty Cacha dan Om Aldy. Ditunggu adik bayinya." ucap Starla yang terlihat menggemaskan.
Aldy,Salsha, (Namakamu) dan Ari terkekeh mendengar ucapan Starla. "Ditunggu ya Ala adik bayinya hehe" Aldy terkekeh "Terima kasih ya (Nam) sudah datang." lanjutnya.
(Namakamu) hanya mengangguk lalu tersenyum.
"Happy wedding, Al,Sha." ucap Ari
"Thank you Ri. Kapan nyusul nih?" Ledek Aldy.
"Kamu sama Ari saja (Nam), daripada menunggu orang yang tak tahu diri itu." Celetuk Salsha.
Tiba-tiba suasana menjadi canggung. "Eh Al,Sha, kita kebawah dulu ya. Gak enak banyak yang ngantri. Yuk (Nam)." Ajak Ari.
Mereka meninggalkan altar lalu menuju tempat prasmanan untuk menikmati hidangan yang tersedia.
Brukk!
"Eh sorry..."
•••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
___
Holla guys maaf banget baru ngenext:( Lagi mood ngetik hehe:3 Tunggu pary selanjutnya yang pasti bikin deg-deg ser wkwk.
Enjoy this story? Jangan lupa vote dan comment Karena vomment dari kalian bisa menjadi penyemangat untuk aku. Terima kasih♡