OH 12: Remember a little of memories

940 116 6
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

DOR!DOR!DOR!

Suara gedoran pintu dari luar membuyarkan konsentrasi Iqbaal.

"Ck siapa yang berani-beraninya menggedor pintu kamarku. Ganggu saja!" Gerutu Iqbaal kemudian bangkit guna membuka pintu apartemennya.

Pintu apartement terbuka dan,

PLAK!

"Awss!"  Iqbaal meringis ketika pipinya di tampar oleh seseorang.

"Bunda! Bunda mengapa datang-datang langsung menampar aku." ucap Iqbaal. orang yang menampar Iqbaal adalah Rike, ibunda Iqbaal.

"Bunda kecewa denganmu!" Rike memasuki apartemen Iqbaal.

"Bu-bunda kecewa kenapa? Setahuku aku tidak ada salah dengan Bunda." Iqbaal masih memegang pipinya yang sakit akibat tamparan Rike.

Rike yang semula membelakangi Iqbaal berbalik badan menghadap anaknya "Kau masih tanya mengapa Baal? Sekarang Bunda tanya kamu mengapa kau menceraikan (Namakamu) hah!" Bentak Rike.

Mata Iqbaal membulat sempurna "(Namakamu) bun yang menceraikanku, bukan aku!" Elak Iqbaal.

"Kalau bukan karena ulahmu yang terlalu tergila-gila dengan karirmu tidak mungkin menceraikanmu!" Sentak Rike dengan menunjuk wajah Iqbaal "iya kalau kerjamu untuk anak dan istrimu. Lalu sekarang apa? Jau tidak pernah memberikan uang sepeser pun kan untuk mereka?"

"Bunda merasa gagal mendidikmu. Apa kau tidak mikir Iqbaal bagaimana perasaan (Namakamu)? Dia orang baik Baal." Rike mulai terisak disela bentakannya.

"(Namakamu) memang tidak menemanimu dari awal karir mu Baal. Tetapi dia yang selalu sabar bertahan sampai saat ini. Siapa yang memberimu support ketika kau jatuh dan seakan seluruh dunia membencimu?"

Iqbaal terdiam mencerna perkataan bundanya. Seketika kenangan masa-mada bersama (Namakamu) terngiang di ingatan Iqbaal.

"Iqbaal jangan sedih kau harus bangkit. Aku akan selalu ada di  sampingmu."

"Iqbaal kau digosipkan dengan lawan mainmu. Tapi tak apa selagi hatimu masih milikku."

"Aku tidak akan menyerah Iqbaal. Aku selalu mendukungmu."

"Semangat Iqbaal syutingnya."

"Untuk apa Baal? Untuk apa kau mengajak Ayah dan Bunda untuk bertamu ke rumah orang tua (Namakamu) untuk izin menjadikan pasangan hidupmu?"

"Izinkan saya meminang anak Om dan Tante. Saya berjanji akan bertanggung jawab dan menyenangkan lahir dan batin putri Om dan Tante."

"Apakah kau lupa Iqbaal? Didepan penghulu kalian berjanji sehidup semati?"

Perkataan Rike membuat Iqbaal mengeluarkan air mata dan langsung berhambur kepelukan Bundanya yang sudah terisak.

"Bunda maafkan Ale Bun. Maaf." Lirih Iqbaal.

Obsessed HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang