OH 11: Mother-in-law

1K 117 13
                                    

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Pada sore hari menjelang malam, (Namakamu) mengajak Starla dan Bi Siti berbelanja bulanan di sebuah mall besar di Jakarta.

"Mommy aku ingin ke tempat permainan." Rengek Starla, mungkin ia bosan karena sudah satu jam mengikuti (Namakamu) memilih barang-barang.

"Ala ke tempat bermain bersama Bibi ya. Mommy masih ingin membeli sesuatu." Bujuk (Namakamu).

"Lho gak pa-pa nyonya kalau saya menemani Non Ala? Lebih baik saya saja Nyonya yang belanja dan Nyonya menemani Non Ala saja," Bi Siti nampak tidak enak.

"Aku saja Bi. Kau temani Ala saja, soalnya aku juga ingin membeli keperluan lainnya."

"Yaudah Bi ayo!" Starla memegang tangan Bi Siti.

"Iya Non sebentar. Nyonya saya duluan ya Nya."

(Namakamu) tersenyum dan hanya memanguk kemudian Bi Siti dan juga Starla pergi berlalu meninggalkan (Namakamu) yang masih berada di area supermarket.

(Namakamu) melanjutkan memilih-milih barang yang akan ia beli.

Bruk!

"Astaga! Maaf bu saya tidak sengaja." (Namakamu) membantu memungut barang-barang milik wanita paruh baya yang ia tabraknya.

"Eh iya tidak apa-apa saya tid--(Namakamu)?"

(Namakamu) yang sibuk memungut barang yang sedang terjatuh kemudian menatap ibu tersebut yang tahu namanya.

"Bunda Rike?" Pekik (Namakamu) terkejut.

Rike atau sering disebut bunda Rike merupakan ibunda dari Iqbaal Dhiafakri dan juga mertua dari (Namakamu). Ralat mungkin maksudnya mantan mertua.

"Ya ampun (Namakamu) Bunda sangat rindu denganmu." Rike memeluk erat menantunya yang sangat ia sayangi, "kau sekarang tinggal dimana sayang hm?" tanya Rike.

(Namakamu) dan Rike mencari sebuah restoran di dalam mall agar berbincang lebih nyaman.

"E-um aku masih tinggal di Jakarta kok Bun dengan anakku." Ucap (Namakamu) canggung karena sudah lama tidak bertemu dengan ibunda Iqbaal.

"Kau sudah punya anak (Nam)?" Rike terkejut "anakmu dengan Iqbaal kan?" tanya Rike ragu. Pasalnya ia tau bahwa anaknya dan juga menantunya sudah lama pisah ranjang.

(Namakamu) mengangguk pelan "Iya bun."

"Wah akhirnya aku mempunyai cucu dadi anak lelakiku." Terlihat jelas mata Rike berbinar tanda ia sangat bahagia.

"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Iqbaal?"

(Namakamu) menghela "Aku dengan Iqbaal sudah bercerai sebulan yang lalu,Bun." ucap (Namakamu) ragu-ragu.

Obsessed HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang