Before read, better also listen to "Wheels on the bus" by Melanie Martinez to catch the feel.
.
.
—————
Pagi itu pukul 06.30 jalanan di kota Miyagi sudah ramai. Para pelajar berlalu-lalang di trotoar jalan. Ada yang jalan kaki, naik sepeda, dan naik mobil.
Hinata!"
Seorang gadis berambut pirang berlari ke seberang menghampiri Hinata yang sedang menunggu bus di depan rumahnya.
"Eh Yachi! Sini,bentar lagi busnya datang! Hinata tersenyum sambil melambaikan tangan ke gadis omega temannya itu.
Hinata baru saja pindah ke kota Miyagi sebab orangtuanya dipindahkan kerja dari kantor cabang ke kantor utama di kota Miyagi, Saat pertama kali pindah ke lingkungan itu. Keluarga Yachi lah yang pertama kali mengunjungi Hinata. Hinata memang sangat baik dalam menjalin pertemanan. hanya butuh 2 hari bagi Hinata untuk meyakinkan Yachi bahwa Hinata adalah teman yang baik untukknya.
Sekitar 5 menit kemudian bus sekolah khusus antar jemput mereka sudah datang, mereka berdua bergegas masuk kedalam bus. Begitu masuk mereka berdua langsung dapat mencium aroma pheromone tipis-tipis. Aromanya bermacam-macam ada yang beraroma rum, black ophium, mint dan pine. Aroma mereka semua tercium sangat tipis. Ya karena mereka sedang tidak dalam rut. Jika sedang rut maka aromanya akan lebih kuat lagi. Di dalam bus aroma Omega bahkan lebih tipis lagi karena tertumpuk aroma pheromone alpha.
"Astaga, aku serasa lagi ada di dalam toko parfum" batin hinata sambil memeluk tas punggungnya yang dia gendong kearah depan.
Bus pun melaju setelah Hinata dan Yachi duduk. Di perjalanan, Yachi bercerita tentang sekolahnya kepada hinata yang murid baru. Dia bercerita walaupun namanya sekolah khusus alpha tapi sekolah itu juga menerima kasta yang lain seperti beta dan omega. Dan mereka juga akan diajarkan pelajaran tentang ABO supaya tidak menyimpang.
Bus tiba-tiba berhenti. Ternyata ada seorang murid yang naik lagi. Pemuda berambut hitam dan manik mata biru tua. Ia menggunakan hoodie hitam, sepatu dan tasnya juga hitam. Dia terhenti di sebelah tempat duduk hinata sambil mengernyitkan alisnya. Menatap hinata dalam-dalam kemudian lanjut berjalan ke tempat duduk belakang dan duduk. Hinata bingung dengan perlakuan pemuda itu padanya. Namun satu hal yang Hinata sadari . wanginya itu, dia wangi susu coklat.
Yachi yang melihat itu langsung menepuk bahu Hinata "Hinata? Gak usah dipikirin, Kageyama emang begitu kalo liat anak baru,dia pemain voli loh, di tim sekolah kita dia jadi setter utama. Kamu juga suka main voli kan hin?"
Hinata mengangguk dan merubah posisi duduknya tadi jadi menghadap ke jendela sambil menopang dagu dengan tangannya. Yachi hanya bisa tersenyum Bingung sambil memperhatikan Hinata yang melamun.
Saat Hinata sedang melamunkan kejadian tadi, ternyata ada dua murid yang naik lagi kedalam bus.
"Pagi Atsumu!"
"Hai kak Atsumu!!"
"Kyaa kak Osamu!"
Teriakan-teriakan itu membuyarkan lamunan Hinata. Hinata memperhatikan mereka berdua yang berjalan kearah belakang "buset, ini kembar beneran ya." Lagi-lagi kejadian tadi terulang. Namun dia tidak sampai berhenti. Si pemuda berambut kuning hanya melirik Hinata sambil memberi smirk yang mencurigakan.
Hinata berpikir mimpi apa dia semalam sampai dia di perhatikan seperti itu oleh kedua orang tadi.
"Hinata? Kalo yang itu namanya kak Atsumu Miya sama kembarannya Osamu Miya. Dia emang terkenal gitu, soalnya di sekolah dia juga pemain voli satu tim sama kageyama." Ucap Yachi menjelaskan tentang Atsumu pada Hinata.
"Oh gitu ya chi"
Hanya itu jawaban Hinata sambil tersenyum simpul.
Karena Hinata tidak habis pikir setelah di perhatikan Atsumu dan Kageyama tadi.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di sekolah. Entah kenapa Hinata tiba-tiba gugup, biasanya Hinata tidak segugup itu. Karena Hinata adalah tipe orang yang dapat dengan mudah berbaur dengan lingkungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Sweetheart
Fiksi Penggemar(⚠️🔞)Hinata Shoyo bersekolah di sekolah alpha ternama, Haikyuu Public Alpha Gakuen sedangkan dia secara biologis berada di kasta paling bawah yaitu Omega, mulai saat itulah petualangan hinata yang penuh dengan rut, heat, dan misteri dimulai. Credi...
