before starting to read, it is recommended to listen to the song School Globes by removebeforeflight.
.
.
—————
"Hidoi yo Akaashi!"
"Bokuto san, jangan berlebihan."
Hinata sedang menikmati pemandangan di jendela kereta saat pagi hari, namun tiba-tiba saja kereta berhenti. Ternyata mereka sudah sampai. Pintu kereta terbuka banyak orang yang keluar dan masuk.
Saat keluar dari kereta pun Kageyama tetap menggenggam tangan Hinata.
"Kak Akaashi! Kak bokuto! Mau kemana? Arah ke sekolah kan kekiri, bukan ke kanan sana." Ucap Hinata sambil menarik jaket yang dikenakan Akaashi. Akaashi melepaskan genggaman tangan Bokuto.
"Iya bokuto, kita mau kemana? Sebentar lagi pelajaran akan dimulai, kalau kita tidak bergegas. Kita akan terlambat." Ternyata Akaashi juga tidak tau akan dibawa kemana dirinya oleh bokuto.
"Kita ada urusan sebentar Akaashi, santai saja. Aku sudah bilang kuro untuk memberi tau guru piket kita hari ini kalau kita akan datang terlambat." Bokuto kemudian menarik tangan akaashi dan berlari meninggalkan Hinata dengan Kageyama.
Bokuto di tengah pelariannya sempat menoleh kearah Hinata dan Kageyama. "Oh iya! Hati-hati di jalan ya dek! Salam buat Yachi." Teriaknya sambil masih berlari menarik Akaashi yang pasrah.
Kageyama menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir apa yang akan Akaashi dan Bokuto lakukan pagi ini sampai berani membolos jam pelajaran.
"Mereka mau ngapain ya kags?"
"Mau berantem."
"Hah, kok berantem? Bukannya mereka soulbound?"
"Maksud aku berantem di kasur hin, kaya kita-"
Hinata mencubit pinggang Kageyama , membuat sang empunya pinggang mengaduh kesakitan.
"Aduh.. sakit sayang."
"Sayang, sayang. Aku bukan pacarmu."
.
.
.
Sepertinya takdir hari ini tidak berpihak pada mereka. Karena terlalu lama bercanda di stasiun, Hinata dan Kageyama tetap terlambat. Meskipun mereka berlari dari stasiun ke sekolahnya, tetap tidak mampu menandingi waktu yang berdetik begitu cepat.
Onō sensei yang hari itu sedang mengajar di kelas mereka memang terkenal sangat disiplin. Terlambat 1 menit saja tidak akan diperbolehkan masuk.
Sedangkan Kageyama dan Hinata terlambat 3 Menit, kini mereka berdua sedang berdiri di luar kelas. Itulah hukuman dari onō sensei bagi muridnya yang telat.
.
.
.
sudah 1 jam pelajaran Ono sensei, namun mereka juga belum masuk, kaki Hinata rasanya keram. ia tidak kuat berdiri lagi, jangankan 1 jam. berdiri 30 menit saat upacara saja Hinata tidak kuat. bagaimana 1 jam lebih? entahlah, yang pasti kaki Hinata tak bisa merasakan apa-apa.
tapi Hinata merasa heran pada Kageyama, kenapa dia tidak merasa keram atau kesemutan? seorang alpha memang tidak dapat dirgaukan. sangat kuat, Hinata yakin kalau Kageyama bahkan akan masih kuat untuk 2 jam kedepan.
"Hey Kageyama, kamu gak kesemutan?
"Enggak, kamu kesemutan? Mau aku gendong?"
"Eh.. gak usah Kageyama."
Kageyama menggendong Hinata ala bridal style, jujur saat ini Hinata merasa malu. Kageyama dengan wajah datarnya menggendong Hinata ala bridal style dii depan kelas. Hinata rasanya mau jadi patung saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Sweetheart
Fanfiction(⚠️🔞)Hinata Shoyo bersekolah di sekolah alpha ternama, Haikyuu Public Alpha Gakuen sedangkan dia secara biologis berada di kasta paling bawah yaitu Omega, mulai saat itulah petualangan hinata yang penuh dengan rut, heat, dan misteri dimulai. Credi...
