while reading, it is suggested to listen to the song "Be Alright by Dean Lewis" in order to get the atmosphere.
.
.
.
Dia mendapat pesan dari Hinata, tanpa Kageyama sadari. Matanya meneteskan air mata. Ia sedih sekaligus terharu. Akhirnya Hinata mau bertemu dengannya. Tapi di jam saat ini. Ia takut terjadi sesuatu dengan Hinata.
Kageyama berlari ke depan rumahnya, malam menjelang pagi itu, ia berdiri di depan teras rumahnya. Menunggu Hinata.
.
.
.
Setelah beberapa menit kemudian, Hinata datang. Kageyama yang tengah duduk di kursi terasnya langsung berdiri.
Ia memperhatikan Hinata yang turun dari taksi, dan Kageyama sadar kalau Hinata sedang menangis. Wajahnya merah, matanya juga basah dengan air mata.
Hinata berjalan pelan hingga akhirnya berlari dan memeluk Kageyama hingga terjatuh.
"Kageyama.. maafkan aku.."
"Kenapa? Kamu kenapa nangis?"
"Kageyama.. aku salah sama kamu.."
Hinata masih menangis dipelukan Kageyama, menangis sekencangnya. Beruntung lingkungan sekitar Kageyama orang-orangnya sangat acuh tak acuh jadi tidak ada yang merasa terganggu dengan tangisan Hinata. Kageyama sendiri masih bingung dengan keadaan Hinata saat ini.
"Ayo masuk dulu, cerita di dalam."
Kageyama mengangkat Hinata sambil masih merangkul Hinata yang tersedu-sedu.
Rumah Kageyama juga saat ini sedang tidak ada orang, hanya dirinya seorang. Karena kedua orang tuanya dan Miwa sudah pergi bekerja lebih pagi untuk keluar kota.
.
.
.
"Ada apa Hinata? Kenapa kamu keluar? Ini jam 4 pagi. Apa kamu gak tidur?"
"Kageyama.. aku mau cerita sesuatu.. tapi kamu jangan marah.."
"Tergantung, kamu cerita saja dulu."
"Aku.. dengan kak Atsumu."
.
.
.
"Bajingan! Sialan! Beraninya dia!"
"Kageyama, tenang dulu.."
"Gak bisa, apa-apaan dia itu hah?! APA OTAKNYA PINDAH KE BOKONG?"
"Tapi mau bagaimana lagi Kageyama, semuanya sudah terjadi. Satu hal yang ingin aku tau hanya.. apa kamu tetap mau bersamaku?"
"Hinata.. bahkan ketika kamu lumpuh, tak dapat melihat , tak dapat berbicara, tak dapat mendengar dan tidak dapat memiliki anak sekalipun. Aku akan tetap bersamamu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu."
Kageyama memeluk Hinata erat, menuangkan seluruh perasaannya kepada pelukannya dengan Hinata.
Jujur, saat mendengar cerita Hinata, rasanya darah Kageyama mendidih. Ingin sekali saat itu ia langsung mendatangi Atsumu dan menghajarnya hingga tak dapat melihat "matahari" lagi.
"Kageyama, aku mohon.. maafkan aku tidak mau mempercayaimu. Maafkan aku juga sudah tidur dengannya.."
"Hinata, ini bukan salahmu. Semua ini bukan salahmu. Ini semua kesalahan Oikawa."
"Tapi tolong jangan membuat masalah lagi.. jangan mengotori tanganmu sendiri.."
"Oh tentu tidak, aku tidak akan segegabah itu untuk mengotori tanganku sendiri.."
"Terimakasih, Kageyama."
Hinata mengecup bibir Kageyama singkat, dan Kageyama dengan sigap mengangkat Hinata masuk ke kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Sweetheart
Fanfiction(⚠️🔞)Hinata Shoyo bersekolah di sekolah alpha ternama, Haikyuu Public Alpha Gakuen sedangkan dia secara biologis berada di kasta paling bawah yaitu Omega, mulai saat itulah petualangan hinata yang penuh dengan rut, heat, dan misteri dimulai. Credi...
