Flashback

5 1 0
                                        

"Mah, itu siapa? Kok tengah malam gini duduk sendirian? Di pinggiran jalan lagi?" Tanya seorang gadis kecil saat melihat seorang anak yang sepertinya berusia yang sama dengannya, yang terlihat sedang duduk sendirian di tepi jalan.

"Mama juga gak tau sayang" Jawab wanita yang di panggil 'mama' oleh gadis kecil itu.

"Pah mobilnya di berhentiin dulu! Kita ke sana yah? Kasian banget ini udah malam, pasti dia kedinginan" Ucapnya lagi sambil mengayunkan pelan lengan papahnya.

Mobil sedan berwarna putih itu langsung berhenti tepat di hadapan seorang anak yang sepertinya tengah melamun. Gadis itu seketika turun dari mobil dan langsung menghampiri anak itu.

"Hay, kamu kenapa malem-malem ada di sini?" Tanyanya yang langsung ikut duduk di samping gadis kecil itu.

"Ka..kamu..siapa?" Tanyanya sedikit terkejut. Gadis itu langsung menjulurkan tangannya.

"Kenalin nama aku Vany. Nama kamu siapa?" Tanya Vany balik. Gadis itu membalas uluran tangan Vany. "Nama aku Bulan" Vany mengangguk seraya melepas tautan tangan mereka.

"Vany, kamu lain kali jangan lari-lari sayang, nanti kamu jatuh lho kan bahaya" Peringat mamah Vany.

"Oh iya, adik kecil ini namanya siapa?" Tanyanya pada Bulan. Papah Vany datang menghampiri mereka.

"Nama saya Bulan tante" Jawab Bulan.
Elis mensejajarkan tubuhnya dengan Bulan. "Terus kok kamu bisa ada di sini? Ini kan udah malam!" Tanyanya lagi"

"Hiks...hikss!" Tangis Bulan pecah. Mereka yang ada di situ menatap satu sama lain. "Kamu kenapa nangis cantik?" Kini Braman ikut mensejajarkan tubuhnya dengan Bulan.

"Hikss..Bulan..udah..hikss..nggak..punya..siapa-siapa..lagi..hikss!" Jawab gadis itu sesegukan. "Mamah sama papah Bulan kemana?" Tanya Vany bingung. "Mamah sama papah udah gak ada" Lirihnya seraya menghapus air matanya.

Terdengar helaan napas pelan dari Elis dan Braman. "Ya udah, kalo gitu kamu ikut tante sama om yah? Sama Vany juga" Bulan langsung menatap lekat mata Elis.

"Kamu gak perlu khawatir. Om sama tante bakal angkat kamu jadi anak kami" Ucap Braman memegang kedua pundak Bulan menggunakan kedua tangannya.

Vany tersenyum senang. Itu artinya ia akan mempunyai kakak. "Bulan mau yah tinggal sama aku? Tenang aja kita pasti makan enak tiap hari!" Tanya Vany polos membuat Elis dan Braman terkekeh melihatnya.

Bulan mengangguk antusias. "Yess!!" Pekik Vany girang. "Ya udah, sekarang kita pulang yuk! Tapi sebelumnya kamu jangan panggil kami om sama tante, tapi panggilnya mamah sama papah" Peringat Elis yang di balas anggukan oleh Bulan.

***

"Happy birthday, happy birthday, happy birthday Bulan" Suara nyanyian terdengar di kamar Bulan. Bulan yang terkejut atas semua ini tersenyum.

"Tiup dong lilinnya! Masa mau di liatin terus?" Seru Vany. "Tapi sebelumnya, Bulan make a wish dulu!"

Bulan merapatkan matanya kemudian mulai memanjatkan doa. Setelah selesai, ia meniup lilin yang ada di pegangan mamahnya.

"Mau potong kue gak?" Tawar Braman. Bulan menggeleng.

"Bulan mau hadiah apa sayang? Nanti mamah sama papah bakal nurutin kemauan kamu!" Tanya Elis. Bulan berpikir sejenak kemudian menjawab yang membuat Elis dan Braman melongo.

"Bulan mau punya adik baru dari mamah sama papah" Jawabnya tersenyum. Vany terlihat senang mendengar ucapan Bulan. Itu artinya ia juga akan menjadi seorang kakak.

JESLEYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang