"Jess bangun!!" Ucap Shilla sambil menggoyang-goyangkan tubuh Jessy. Jessy hanya mengerang.
"Ish kebo banget sih ni anak! Jessy bangun udah jam tujuhh!!" Jessy tersentak kaget. "Kok gue gak di bangunin dari tadi sih?!" Buru-buru Jessy bangun lalu bergegas ke kamar mandi. Semalam ia tidur pukul 2 selepas balapan.
"SHILLAAA INI BARU SETENGAH ENAAMM!!" Shilla cekikikan mendengar teriakan Jessy. "BODO AMAT JESS!! GAK PEDULI GUE!!" Balasnya tak kalah keras. Cindy dan Vany yang mendengarnya sontak menutup telinga rapat-rapat.
"Shilla udah stop! Bisa-bisa rumah lo retak semua tau gak?!" Tukas Vany.
"Iya, suara lo kedengeran sampe di komplek depan!" Sahut Cindy. Shilla hanya menyengir kuda.
"Turun ke bawah yuk kita sarapan bareng!" Celetuk Shilla mengalihkan. Vany dan Cindy mengangguk.
"Kalian ke dapur duluan, gue mau bangunin 4 kebo lagi" Pinta Shilla.
Shilla berjalan menuju kamar yang di tempati oleh teman-temannya. Ia menggedor-gedor pintu tapi tak ada sahutan dari dalam. Sebuah ide cemerlang mampir di otak jahilnya.
'Ahaa!' Batin Shilla yang mengatupkan ibu jari dan jari telunjuknya.
"DERICK, LEON, ZEAN, FRANS BANGUNN!! ADA KEBAKARAN MASSAL!! Teriaknya nyaring.
"KEBAKARAN MASSAL WOY KEBAKARAN MASSAL!!"
"TOLONG ADA KEBAKARAN MASSAL, AWSHH TIANG NYA JATUH NIMPA PALA GUE!!" Teriak Shilla semakin menjadi saat belum ada sahutan.
"AAA PALA GUE PECAH KENA TIANG YANG KEBAKAR!!" Mana ada kepala pecah tapi masih teriak-teriak gak jelas? :))
Oke. Shilla belum menyerah. Meski tenggorokannya sudah kering kaya gurun sahara, ia masih tetap teriak-teriak.
Shilla kaget saat seseorang menepuk pelan bahunya. Ia menoleh mendapati Derick, Leon, Zean dan Frans di hadapannya. Nah lo, jadi malu sendiri kan 😂
"Ngapain?" Tanya Derick dengan satu Alisnya yang terangkat. Shilla menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eh gue kira kalian belum bangun" Cengir Shilla.
"Pala lo bagian mana yang kena tiang?" Tanya Leon yang sedang menahan tawanya. 'Jijay malu banget gue, udah pita suara gue mau putus lagi. Eh tau-tau mereka udah bangun' Batinnya
"E..eh gak kok, I..itu tadi kepala cicak nya yang pecah, iya kepala cicak" Alibinya
"TILINGG IDI KIBIKIRIN MISILL!! IWSHH TIYINGNYI JITIH NIMPI PILI GIWI!! PILI GIWI PICIH KINI TIYING YING KIBIKIRR!! Cibir Zean mengikuti ucapan Shilla membuat Derick, Leon dan Frans tertawa. Sedangkan Shilla? Mukanya langsung jadi datar sedatar datarnya. Lebai lo Shill.
"Au ah! Sebel gue sama kalian!" Shilla berjalan meninggalkan mereka untuk menyusul Vany dan Cindy.
"Eh Jessy mana? Kok gak sarapan bareng?"
Tanya Leon sambil mengunyah makanan.
"Good pagi teman-temannya Jessy!" Sapa Jessy menuruni anak tangga.
"Pagi Jess!" Balas Zean dan Frans kompak.
"Morning pil!" Sahut Derick
"Pil? Apaan tuh?" Tanya Jessy bingung.
"Upil lah, menurut loh?" Balas Derick menggoda. Jessy memanyunkan bibirnya kesal. Namun terlihat menggemaskan bagi Leon.
"Gak usah debat, buruan sarapan nanti kita telat!" Tukas Leon.
"Cih! Gayaan lo, paling bentar bolos lagi" Timpal Shilla.
KAMU SEDANG MEMBACA
JESLEY
Teen FictionSeorang gadis cantik yang banyak menarik perhatian kaum adam. Sifat nya yang dingin membuat Leon sang ketua geng yang di takuti di Jakarta tak berhenti mengejar gadis itu. "Gue gak mau makan kalo lo gak suapin" "Tangan lo kan masih lengkap, makan aj...
