Semalam, setelah Haechan pergi bersama dengan orangtuanya, tiba-tiba saja pemuda Tan itu drop.
Dan berakhir, kritis.
Tidak ada yang tau. Hanya keluarga Haechan. Bahkan member Dream tidak tau.
Haechan bahkan dirawat secara intensif karena pemuda itu memuntahkan banyak sekali darah.
Satu hal yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain bahkan orangtuanya.
Haechan sudah tidak memiliki harapan apapun.
Begitu kata dokter Park mengangetkan kedua orang tua Haechan tentunya.
1 Bulan yang lalu, tanpa ada satupun yang tau. Haechan kembali Drop bahkan opname satu malam. Dan disitu, pemuda secerah mentari itu sudah menyadari.
Waktunya akan segera berakhir.
Haechan dengan tekad bulat memberitahu dokter Park, memohon lada dokter itu untuk tidak memberitahukan keadaannya yang sudah tidak memiliki harapan.
Hasil pemeriksaan pun telah menunjukkan, Pengobatan serta kemoterapi yang Haechan lakukan akhir-akhir ini, tidak memiliki efek apapun.
Rambut pemuda itu bahkan mulai rontok sedikit demi sedikit, membuat Haechan mau tak mau harus menyambung rambutnya agar tidak ada satupun yang curiga.
Rasa Mual serta keinginan muntah saat memakan sesuatu, ia tahan agar ia bisa menjaga kondisi tubuhnya.
Wajahnya yang semula berseri-seri dan kini memucat, ia tutupi dengan make up. Bahkan Haechan membeli sebuah makeup khusus yang tidak mudah terhapus.
Latihan keras yang ia lakukan bersama yang lain membuat keadaannya kian memburuk. Setiap hari, Haechan harus menahan diri untuk tidak berteriak kesakitan.
Karena kali ini, rasa sakitnya tidak datang sekali-sekali. Malahan hampir beberapa jam sekali.
Semua itu agar ia terlihat baik-baik saja.
Ia mengelabui semua orang dengan keahlian akting nya.
Semua orang tidak menyangka, senyuman cerah yang ia perlihatkan nyatanya sebuah topeng penutup rasa sakit tak tertahankan.
"Tidak ada harapan lagi, Tuan. Kali ini, Donghyuck lah yang menyerah." Kata Sang Dokter pada kedua pasutri tersebut.
Yah, Hanya Dokter Park yang tau tentang kebohongan Lee Donghyuck.
Ia ingat dengan jelas, bagaimana pemuda manis itu memohon padanya sambil menangis.
Dokter Park awalnya tidak mau, karena itu menyalahi kode etiknya sebagai seorang dokter.
Namun, pada akhirnya ia luluh.
"Saya seharusnya sudah mengatakan ini sejak 1 bulan yang lalu, Tapi Donghyuck melarang saya."
"Semua pengobatan yang sudah dilakukan pada Donghyuck, tidak menunjukkan efek apapun, Bahkan Kondisi Donghyuck malah tambah memburuk.--
--Dan hari ini, Donghyuck telah sampai pada batasnya. Rasa sakit yang ia tahan menumpuk kemudian memberikan lonjakan rasa sakit luar biasa dan disaat itulah tubuh Donghyuck sudah tidak mampu bertahan"
Ibu Haechan tidak kuasa menahan tangis. Padahal sudah dua bulan ia merasakan kebahagiaan luar biasa saat melihat sang putra sulung kembali terlihat sehat bugar.
Namun ternyata, itu hanyalah sebuah sandiwara agar ia tidak khawatir.
"Tidak ada pilihan lagi dok?" Tanya Ayah Haechan berusaha mencari harapan. Namun melihat gelengan kepala dari sang dokter membuat Harapan itu sirna.
KAMU SEDANG MEMBACA
127 Days | Haechan
Fanfiction[Completed] Judulnya 127 Days, berisi 35 bagian cerita yang mengisahkan 127 lembar kertas berisi ungkapan Haechan akan rasa sakit miliknya, diary singkat yang ia tulis sejak kenyataan pahit hampir merenggut mimpinya. Dengan awal berupa diary, kemud...
