Tercebur ke dalam kolam hitam, Sonya tidak merasa kehabisan napas karena kemasukan air. Dia justru merasakan air dalam kolam itu bukanlah air lagi. Melainkan lapisan halus yang bukan apa pun. Namun apa yang diperbuat kepada dirinya begitu menyakitkan.
Sonya sudah sering mencebur ke kolam ini. Pada saat itu dia tidak tahu untuk apa. Mungkin untuk mensucikan tubuh dari kotoran setelah mandi kembang. Rupanya, kata Wati, kolam ini untuk mencuci otaknya setelah dijejali ingatan-ingatan palsu.
Kali ini, ingatan-ingatan itu memaksa masuk dalam kepalanya. Terjadi semacam pertempuran ingatan. Sonya tidak yakin, mana ingatan yang sebenarnya miliknya, mana yang bukan. Sonya tidak bisa membuka mata di sini. Namun dengan jelas dia bisa merasakan, ada ingatan-ingatan yang melesak keluar dari rongga otaknya, lalu ingatan-ingatan lain mendesak masuk. Begitu terus bergantian. Lalu ada juga ingatan-ingatan baru. Ingatan yang sama sekali asing.
Bergumam dalam pertempuran itu, satu nama: astacakra.
Lama kelamaan pertempuran ingatan-ingatan yang saling memblokir itu membuat kepalanya sakit. Sonya berteriak.
Dia pun merasakan, semakin lama semakin tenggelam lebih dalam. Sonya tidak bisa berenang. Percuma menggapai-gapai dan mendorong kaki, sebab kolam hitam bukanlah lagi kolam air.
Jeritannya merambat.
Sonya tidak tahu kenapa dia bisa sampai kecebur di kolam ini. Semakin dalam dan semakin dalam. Dia tak bisa mengendalikan lagi apa yang melintas dalam kepala.
Waraswati mendengar jeritan Sonya. Dia berhasil mencebur bersama Sonya, tapi ketika kolam menyambutnya, mereka terpisah. Kondisi tubuhnya tak memungkinkan berenang di kolam yang bukan lagi air ini. Serangan pukulan puting beliung dari Wisana membuat tulang-tulangnya terasa remuk. Tadi hentakan energi sukma yang berhasil menghantarkannya menyergap Sonya dan masuk ke sini.
Masuk ke dalam kolam ini, Waraswati dapat merasakan pergerakan ingatan-ingatan menggerogoti kepala Sonya. Kolam ini penuh ingatan kepalsuan. Semuanya modifikasi. Ini adalah kolam cuci otak, dan dengan menceburkan diri ke sini Waraswati berharap bisa mencuci balik otak Sonya dengan ingatan-ingatan aslinya. Oleh karena itu Waraswati mesti mensterilkan kolam ini. Dia mesti mempertaruhkan nyawanya lagi. Raga Wati sudah tak lagi sanggup menampung daya pendekar putih.
Pusaka yang menjadikannya pendekar putih memang sudah diserahkan. Di padepokan ini, esensi pendekar putihnya dikubur cukup dalam di relung dalam sukma. Sebuah saripati luhur kehidupan pendekar putih. Hanya itu yang dapat menjernihkan isi kolam ini.
"Baiklah, demi kau, Astacakra Kelima!"
Waras merelakan saripati luhurnya keluar dari relung paling dalam sukma. Prosesnya cukup menyakitkan. Esensinya terkubur terlalu dalam.
Akibatnya raga Wati dimuntahkan keluar dari kolam hitam. Jatuh tepat di depan kaki Wisana.
Kolam itu dalam sekejap mengalami ledakan putih cahaya. Pertempuran ingatan-ingatan dalam kepala Sonya berhenti sejenak. Ketika kolam itu kembali menghitam dan ingatan-ingatan mulai bergerak, dari dasar kolam itu muncul pusaran.
Sukma polos Waras dan jiwa raga Sonya terhisap ke sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
ASTACAKRA #5 PANCA SONYA
FantasyWaras si Pendekar Putih, dijemput siluman dari masa depan untuk menyusup ke suatu padepokan. Tugasnya adalah untuk mengawasi seorang anak siluman berdarah campuran, Sonya Ruri, agar tidak salah menempuh jalan kehidupan di bawah asuhan antek Kalong I...
