Solar dan Blaze turun dari tangga lantai dua menuju lantai dasar. Mereka tertawa ria karna kejadian-kejadian yang tak terduga sebelumnya.
Saat keduanya menginjakan kaki di lantai dasar. Tak sengaja melihat ponsel serba biru yang artiya ponsel tersebut milik Taufan.
Keduanya berpandangan lalu muncul seringai jahil di wajah keduanya. Kapan lagikan jahilin Taufan?
Mereka menyambar ponsel sang pencinta biru itu. Masih menyala! Kedunya duduk disofa dan melihat apa yang sedang dilakukan gadis yang sedang di kamar kecil itu.
"Huaa... Selera dia tinggi juga." Blaze tertawa cekikikan tak lupa seringai jahilnya.
"Jadi jatuh cinta diaa, haha!" Solar tertawa ria.
Beberapa menit kemudian..
"Ganteng.."
Patahan kata yang tak sengaja keluar dari mulut mungil gadis bernetra biru Sapphire
"Haaa??? Siapaa???" Blaze langsung menggelengkan kepalanya kebelakang guna meberikan perhatiannya kepada netra sapphire.
"Ah– nggak bukan!!!" Taufan cekatan menjawab pertanyaan Blaze.
Taufan tak sengaja melihat Solar sedang mengotak atik ponsel miliknya. Langsung disahutnya ponsel itu dan disembunyikan.
"A-apa yang k-kau lakukan?!?!" Taufan langsung merona karna kesalahannya tidak mematikan ponselnya.
"Alahh... Baru juga lihat satu postingan." Cemberut Solar karna ponsel Taufan diambil sang pemilik.
"Ehh?? Kamu abis mimisan?" tanya Solar karna hidung Taufan disumbat tissue yang sudah merah.
"Ahh– Huaaaa!! Solar jahad!!!" Taufan berlari keatas, kamarnya. Tak lupa roma merah yang menjalar dari pipi sampai telinganya.
"Ahahahahaha... Ketauan dehh!" Pecah tawa Blaze melihat partnernya malu.
"Apaan sih?? Teriak² nggak jelas sore-sore gini?!"
Tiba-tiba Gempa datang dengan memegangi kepalanya yang sakit. Rambutnya yang terurai agak berantakan dan jalannya sempoyongan dapat disimpulkan ketiga partnernya menggangu tidur sorenya.
Kebetulan beberapa hari ini Gempa sedang demam jadi Ia memilih tidur siang dan terbangungkan disore hari.
"Ah– Maaf Gem ganggu tidur ya??" Solar menanyai sang empu dengan sedikit cengengesan.
"Hmn..." jawab Gempa yang mengusap kepalanya yang masih pusing
Namun.. Taufan kembali turun dengan wajah yang di tutup dengan telapak tanganya
"Ja-jangan bi...lang.." Taufan sedikit memohon kepada kedua partnernya yang di lemparri wajah bingung oleh Gempa.
"Ha?? Maksudmu?" Tanya Gempa yang tidak paham melihat wajah taufan yang merah padam.
"Dia suka Sama CEO Forest yang polos itu lohh..." Jawab Blaze enteng yang mendapat jitakan sayang dari Taufan.
Gempa hanya menganga mendengarnya. Tak percaya dengan hal itu. Tapi kenyataan didepan mata, mau nggak percaya gimana??
"Huaaa!!! Kalian kok jahad sihhh!!" Taufan menjerit malu dengan apa yang Blaze katakan barusan.
"Gimana kalo DM aja orangnya minta nomor, Hahaha" sekali lagi tawa Blaze pecah.
Taufan yang mendengar hanya membuang muka malu sambil menutupi pipinya yang merah padam.
Sedangkan Gempa hanya menggeleng-geleng kepala dengan apa yang Blaze katakan. Sungguh jahat temannya yang satu itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Stories
Fanfiction[Hiatus] Tiga CEO perusahaan besar yang sukses besar menjalin kerjasama antara ketiganya. Walau CEO perusahaan tersebut baru mengapai umur 18 tahun, tapi otak mereka benar-benar bermain. Perusahaan Thunder, Frost, dan Forest adalah nama perusahaan...