"Kamu mau mengisi hatiku?" Tanya Halilintar dengan lirih.
Solar yang mendengarnya hanya menunduk.
Pemuda netra merah ruby itu membuang nafas panjang, lalu ikut menunduk sepertinya tau jawabannya.
"Hah... Baiklah aku tau per–"
"Tentu!!"
Belum selesai kata-kata pemuda netra ruby itu langsung di sela oleh Solar.
Halilintar terkejut dengan jawaban sang gadis berkacamata vistor itu.
"Nggak salah dengarkan?"
"Solar menerimaku?"
Halilintar menatap netra silver abu-abu gadis manis itu.
"Aku mau!" Ucap Solar dengan senyum penuh makna.
"Beneran?" Tanya Halilintar yang masih syok, bahkan ada rona tipis di pipinya.
"Mhm.. kamu nggak percaya?" Tanya Solar sambil mencubit kecil pipi tebam pemuda itu.
"A-ah... Aku percaya.." ucapnya malu-malu yang membuatnya semakin blush sampai telinga, dan hal itu disadari Solar.
Solar menyerinyai jahil, rasanya Ia ingin membuat sang empu lebih blush lagi.
"Kenapa dengan wajahmu? Merah sampai telinga. Kamu sakit?" Tanya Solar sambil mendekatkan wajahnya.
Semakin dekat.
Dekat.
Sangat dekat.
Sungguh dekat. Sampai hanya mengisakan 7cm saja.
"A-ah, Sol.." ucap Halilintar yang sudah blush tingkat kecamatan.
"Hmn?" Santai gadis berkacamata itu.
"Terlalu dekat!!!" Ucap Halilintar yang mulai menampakan sifat stunderenya.
"Lalu?" Santainya.
"Ugh!" Halilintar mendorong Solar agar menjauh dari wajahnya. Sungguh wajahnya merah padam.
Yang didorong malah tertawa kecil. Seperti sadar apa yang dilakukannya.
"Woy!! Pacaran aja!! Mentang-mentang baru jadian!!" Ucap Taufan yang duduk berhadapan dengan dua insan yang membeda jenis.
Kegiatan Taufan diikuti Thorn yang duduk disebelah Taufan. Dirinya tersenyum senang.
"Jadian nggak bilang-bilang." Ucap Thorn.
Kali ini Thorn akan menyisihkan sifat polosnya. Dirinya hanya ingin menikmati liburan ini dengan tenang.
"Barusan juga!" Ucap Solar dengan datar.
Taufan dan Thorn tertawa, puas membuat dua mahluk didepannya ini kesal.
"Kamu kapan, Fan? Udah diduluin Abang kamu, tuh." Ucap Thorn yang menahan tawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Stories
Fanfiction[Hiatus] Tiga CEO perusahaan besar yang sukses besar menjalin kerjasama antara ketiganya. Walau CEO perusahaan tersebut baru mengapai umur 18 tahun, tapi otak mereka benar-benar bermain. Perusahaan Thunder, Frost, dan Forest adalah nama perusahaan...