Happy Reading
****
Badan Abi menggeliat, dengan wajah yang memerah dan bibir mengerucut, saat merasakan seseorang mencubit pipinya dan menarik hidungnya. "Argh! Jangan ganggu ih Pa!" erang Abi.
Sedangkan sang pelaku, sudah cekikikan karena melihat ekspresi Abi yang menurut mereka sangat menggemaskan. Mereka? Iya, pelaku yang mengganggu tidur Abi itu ada 4 orang.
Arya, Galeen, Bagas, dan Langit. 4 manusia gabut yang pagi-pagi buta sudah bertamu ke mansion Gara dan mengganggu tidur bayi Gara.
Dan kebetulan juga, saat keempat orang itu datang, Gara sedang bersiap-siap hendak berangkat ke luar kota, dan baru akan kembali saat malam nanti. Jadi sekalian saja, Gara meminta keempat orang itu untuk menjaga Abi selagi dia pergi.
Bukannya berhenti, mereka berempat malah semakin semangat mengganggu Abi yang masih bisa melanjutkan tidurnya. Arya yang sejak tadi hanya memperhatikan bagaimana adik-adiknya menjahili Abi, kini maju kedepan dan mencubit pipi Abi dengan keras.
Sangat keras, sampai membuat Abi berteriak. "PAPA SAKIT!" teriak Abi tanpa membuka matanya. Abi kemudian menarik selimut sampai menutupi kepalanya dan melanjutkan tidurnya.
"Ya tuhan suara mu Bi, makin lama makin menggelegar aja" ujar Galeen.
Di dalam selimut, Abi membelalakan matanya. Menyadari itu bukan suara Gara, melainkan suara salah satu setan yang sialnya adalah kakak sepupunya. Langsung saja Abi menyingkap selimutnya dan bangun dari posisi rebahannya menjadi duduk.
Menatap satu persatu kakak sepupunya yang tersenyum dan menyapanya dengan tatapan polos. Tapi sesaat kemudian,
"PAPA DI KAMAR ABI BANYAK SETANNYA!"
.
Abi menatap berbagai makanan yang tersaji di depannya dan 4 kakak sepupunya yang berdiri di balik counter dapur, lengkap dengan apron yang masih melekat di tubuh mereka, bergantian.
"Kalian mau ngasih makan Abi atau ngasih makan kambing sih?" tanya Abi ketus.
"Ya buat Adek lah. Kok kurang kerjaan banget kakak buat makanan buat kambing" balas Bagas. Pemuda yang umurnya 3 tahun lebih tua dari Abi. Yang kini sedang berjuang menyelesaikan skripsinya.
"Gue-"
"Gak sopan. Kak Langit bilangin Om Gara nanti biar dikasih hukuman" potong Langit.
"Ck! Abi gak mau makan kalau lauknya cuma sayuran" ucap Abi.
"Jangan gitu dong dek. Kamu harus minum obat loh habis ini" bujuk Bagas.
"Gak mau!"
"Abi makan, atau kakak suntik kamu?" ancam Arya.
"Kak Arya mah ngancemnya pake suntikan! Abi gak like sama Kak Arya, Abi marah sama Kak Arya. Bodo amat pokoknya Abi tetep gak mau makan" ujar Abi. Abi kemudian bangkit dan beranjak dari sana. Meninggalkan keempat kakak sepupunya yang menghela nafas bersamaan.
Memang ya, Abi dan sayuran itu paling tidak bisa satukan. Kayak aku dan pacar halu ku. Bisa aku halu 'kan, tapi tidak bisa aku miliki. Eaaa.
Galeen yang melihat langsung mengambil nasi dan lauk secukupnya lalu berlari menyusul Abi yang sudah duduk di depan TV menonton kartun Doraemon. Galeen kemudian ikut mendudukkan dirinya di sofa sebelah Abi.
"Makan dek, kakak suapi" ujar Galeen.
"Gak mau. Abi gak mau makan kalau lauknya sayur" balas Abi.
"Terus maunya makan apa? Dorayaki?"
Dengan semangat dan mata yang berbinar, Abi menoleh ke Galeen. Dalam hati Galeen udah berdoa supaya gak luluh sama tatapan Abi. Karena diantara yang lain (read : Arya, Bagas, Langit, dan sepupunya yang lain) dia lah yang paling gampang luluh sama tatapan Abi. Dan karena itu juga yang ngebuat Abi sedikit lebih dekat dengannya, daripada sepupu-sepupunya yang lain.
"Mie samyang ditambah keju mozzarella sama telur setengah matang di atasnya. Kayaknya enak, ya 'kan Kak Galeen yang paling tampan?" balas Abi dengan manis.
"Itu sih emang enak dek. Tapi tetep aja, kakak gak akan nurutin mau kamu yang satu itu meskipun kamu mau jungkir balik di depan kakak" ucap Galeen dengan lembut, dan di akhiri dengan senyum manis seperti Abi.
Abi langsung membuka muka dengan wajah yang merengut dan bibirnya mengerucut. "Yaudah Abi gak mau makan" jawab Abi.
"Yaudah nanti gak usah ikut kakak jalan-jalan. Padahal tadi kak Galeen sama yang lain kesini buat ngajak kamu jalan-jalan. Tapi kamunya gak mau, yaudah kakak jalan-jalan sen-"
"Mau kok! Siapa yang bilang gak mau?!" potong Abi dengan nada yang ngegas.
"Beneran?"
"Iya. Tapi janji nanti ajak Abi jalan-jalan?"
"Janji" balas Galeen.
Dan 3 orang yang berdiri tak jauh dari mereka tersenyum dengan lebar melihat itu. Abi itu emang keras kepala, tapi kalau dilembutin dan dibujuk dengan benar, Abi juga bakal luluh.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Abimanyu
FanfictionHARAP FOLLOW PENULISNYA TERLEBIH DAHULU TERIMA KASIH :) **** Punten slur. Mohon maap nih ye kalau part awalnya berantakan kayak jalan percintaan author. Tapi author berjanji dengan segenap jiwa dan hidup author, author akan memperbaiki tulisan autho...
