#Part18

1.8K 179 35
                                        

"Hallo," sapa Aya saat memasuki ruang inap Prilly.

Prilly dan Arsen yang berada di dalam tersentak kaget mendengar suara Aya yang cukup keras.

"Lo bisa nggak sih kecilin suara lo sedikit? Ini di Rumah Sakit Aya," tegur Lena.

"Biarin aja sih. Hai Pril, hallo kaa—-k." Aya menghampiri Prilly sambil melirik malu ke arah Arsen.

"Kok kalian tau gue disini?"

"Kak Arsen kasih tau gue Pril. Makanya gue sama Aya langsung kesini begitu tau lo dirawat," jawab Lena.

"Iya. Lagian lo kenapa sih Pril? Kenapa bisa dirawat disini?"

"Gue cuma kecapean Ay. Gue nggak apa-apa kok," jawab Prilly.

"Lo yakin lo nggak apa-apa?" tanya Lena tak percaya dengan kalimat Prilly.

"Iya Len, gue nggak apa-apa kok."

"Yakin cuma kecapean aja? Asma lo nggak kambuh kan?"

"Udah sih, kan Prilly bilang nggak apa-apa Lena. Orang sakit tuh jangan diajak ngomong mulu, biar ada tenaga buat istirahat," protes Aya.

"Heh, istirahat tuh buat mulihin tenaga bego," jmpat Lena.

Prilly terkikik kecil sambil melihat pertengkaran dua sahabatnya.

"Gue keluar dulu ya Bie," sahut Arsen.

"Mau kemana kak?" cegah Aya.

"Keluar cari angin sebentar," jawab Arsen.

"Aya ada disini kok kak Arsen malah keluar sih? Aya ikut boleh nggak?" Aya mengedip-ngedipkan matanya membuat Arsen terkekeh geli.

"Heh janda menteng, sebenernya lo kesini mau ketemu Prilly apa mau ngecengin kak Arsen sih?" tanya Lena.

Prilly tertawa lebar. Walaupun sedang dirawat, nyatanya keberadaan sahabat-sahabatnya bisa menghibur dirinya.

"Sambil menyelam minum air lah Len. Jengukin Prilly sambil ngecengin kak Arsen."

"Lo kesambet setan apa sih Ay? Jangan-jangan kesambet setan anak ayam yang lo tabrak tadi?"

Aya terdiam mendengar kata-kata Lena. Begitu juga Prilly dan Arsen. Mereka langsung menatap Aya yang mendadak terlihat pucat.

"Lo kenapa?" tanya Prilly sambil menahan tawanya.

"Pril..." Aya berkata dengan mata berkaca-kaca. Semakin membuat Arsen, Lena dan Prilly menahan tawanya.

"Gue nabrak anak ayam tadi," pungkas Aya.

"Mati nggak?" tanya Arsen.

Aya mengangguk, "ya mati lah kak. Soalnya Aya yang bawa mobil Lena, terus nggak liat ada anak ayam padahal jalan lagi sepi. Eh tau-taunya gue denger ada bunyi gini 'ngik'. Terus Aya keluar mobil tuh. Nah pas liat di aspal ada anak ayam nya udah kelindes. Dosa gue makin bertambah. Ya Allah maapkan Aya yang lucu, cantik dan imut ini."

Aya berdo'a sambil menatap langit-langit. Seketika Prilly dan Lena terbahak. Kasihan sih mendengar anak ayam itu mati tertabrak mobil yang dikendarai Aya.

"Kriminalitas," ujar Lena.

"Lo kok gituh sih sama gue Len? Kak gue jahat nggak sih udah bunuh anak ayam?" Aya menatap Arsen yang menahan tawanya sedari tadi.

"Jahat sih nggak, tapi bener juga kata Lena kalo itu termasuk tindakan kriminal nanti bisa dipenjara loh," jawab Arsen menakut-nakuti.

"Ih kak Arsen kok gitu, kalo Aya dipenjara ntar nggak ada lagi cewek yang bisa kak Arsen gombalin kayak tadi di sekolah."

Dia Milikku!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang