31

2.1K 99 21
                                        

"Bener gak sih ini alamatnya?" Tanya Hellen menatap ke arah Claudia lalu ke arah pesan di hpnya. Claudia mengangguk yakin

"Gue yakin ini," ucap Claudia

"Ngeri tempatnya clad," ucap Hellen ngeri

"Ya gpp len, udah bagus bagus loh dia mau bantu lo,"

"Ta-

"Udah ayok masuk." Claudia menarik tangan Hellen paksa

Mereka berdua pun masuk ke dalam sebuah gudang tempat mereka janjian bersama si pengirim pesan misterius itu. Sedangkan Sara? Sudah pulang dari tadi

Claudia maupun Hellen tidak mau mengajak Sara ikut karena takut merusak suasana dengan otak lemotnya itu

Dan satu lagi ini rencana Hellen dan Claudia memisahkan Rafa dan Nana. Sara tidak perlu ikut campur karena itu anak juga gak akan paham.

Claudia dan Hellen berhenti di ruang tengah gudang tak terpakai mereka menengok ke kana dan kiri mencari seseorang selain mereka yang berada disini

"Pulang aja yuk clad, besok kan bisa atau kagak usah aja sekalian," ucap Hellen memegang lengan Claudia merayunya untuk pulang

"Ish apaan sih len, ini cuma bentar aja kok. gue jamin," jawab Claudia

Hellen mengusah nafasnya ia tahu betul sifat Claudia yang suka keras kepala dan apa yang ia inginkan harus di penuhi.

"Gue takut. Gue takut kalo dia itu pembohong. Atau jangan jangan ingin menculik kita lagi dengan cara gini," ucap Hellen melirik kanan kiri seperti orang yang berada dalam wahana hantu

Tiba tiba suara gucci pun jatuh membuat Hellen maupun Claudia terlonjak kaget

"Si-siapa itu?" Hellen terbata bata. Claudia meneguk ludahnya

"Apa kita bakal mati disini len?" Ucap Claudia kini mulai takut

"Jangan sembarang lo! Gue masih pengen hidup."

Bunyi saklar di pencet seseorang membuat lampu yang tadinya mati kini nyala

Claudia dan Hellen melirik ke seorang di sebelah saklar lampu yang kini mulai mendekat ke arah mereka

"Hai?" Ucap orang tersebut sudah berada di depan Claudia dan Hellen

"Jangan takut gue nggak akan macem macem kok," lanjutnya

Ia pun berbalik sontak Claudia memberanikan diri untuk bertanya "mau kemana lo?"

Orang itu berbalik "kenalin gue Varo," ucapnya

Claudia melepas tangan Hellen yang berada di lengannya lalu mendekat ke arah Varo "gue nanya lo mau kemana? Bukan nama."

Varo tersenyum di balik maskernya. Calaudia melihat itu dari sudut matanya yang menyipit "bukannya lebih bagus perkenalan dulu baru membahas?"

"Hm, serah lo deh,"

"Ikut gue," ucap Varo

Claudia pun mengikutinya sedangkan Hellen cenggo di tempatnya "woi clad gue kok ditinggalin?!" Teriak Hellen di belakang

Claudia menoleh "yang ningglin lo saha? Lo-nya aja yang lamban kek siput!" Sahut Claudia

"Yeu si anjir. Perasaan gue yang di ajak kerja sama kenapa dia yang semangat? Bodo lah yang penting gue bisa dapetin Rafa." Gerutu Hellen lalu mengikuti Claudia dan Varo yang sudah berjalan jauh di depan.

****

Rafa dkk dan Rachel dkk kini sedang berada di bandara soekarno hatta untuk mengantar Anfal pulang

RACHELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang