"Hans, kalian tidak perlu tinggal di luar! Tinggal bersama dengan ibu dan ayah saja?" tetiba Eliena mengubah niatnya.
Hans dan Freya langsung terkejut dan ingin membantah. Tapi Eleina kembali memohon membuat Freya tidak berdaya. Termasuk Hans yang merupakan anak satu-satunya ibunya. Lebih tidak tegah lagi menolak permintaan ibunya.
"Baiklah, kami akan tinggal di sini! Sekarang kami berdua mau menganti pakaian dan siap-siap pergi honeymoon.'' Balas hans dengan menyakinkan ibunya.
"Menantuku, bagaimana dengan mu?" tanya Eleina dengan wajah memeras.
"Aku ikut sama Hans, Bu.'' Balas Freya yang akhirnya tidak bisa menolak.
Karena selama ini, dirinya tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya. Sehingga ia menajdi lemah dengan menghadapi sikap ibu Hans yang sangat baik dan lemah lembut.
"Ibu sangat senang, kalian mau tinggal di sini!'' ucap Eleina dengan berlinang air mata.
Yang semakin menambah perasaan tidak enak keduanya yang saling memandang satu sama lain dan akhirnya sepakat untuk tinggal bersama.
"Ayo cepat, gantian pakaian kalian berdua?" perintah Eleina kepada anak dan menantunya yang berdiri saling bertatapan satu sama lain. Yang di salah artikan oleh Eleina yang mengira keduanya sudah tidak sabaran untuk pergi honeymoon.
Keduanya sudah di kamar dan Freya menganti pakaiannya di dalam kamar mandi dan Hans di dalam kamar. sebelum pergi, Freya memake up wajanhya dengan make up tipis dan memakai lisptip merah yang tidak pekat.
"Untuk ke depan, aku akan tidur di sofa." Saut Freya pada Hans yang berdiri binggung.
"Terserah dirimu!" balas Hans dengan malas dan menarik kopernya keluar dari kamar di ikutin oleh Freya di belakang.
Di dekat tangga, Eleina masih menunggu keduanya. Hal ini, sungguh mengaketkan Hans dan Freya. Terutama Freya, dirinya tidak menyangka. Ibu mertuanya sebaik ini pada dirinya dan semakin bersalah. Mengingat mereka hanya menjalani pernikahan selama setahun dan pasti akan menyakiti ibu Hans. Jika tau yang sesungguhnya bahwa mereka hanya menikah kontrak demi kepentingan masing-masing.
"Anakku, kau harus menjaga istrimu dengan baik dan jangan menyakitinya?" pesan Eleina pada putranya.
"Iya Bu, tenang saja! Aku pasti menjaganya dengan baik." Balas Hans dengan senyuman dan sikap palsunya untuk menipu ibunya.
"Bu, aku pasti akan menjaga Hans dengan baik juga." Jawab Freya dengan senyuman manisnya yang berhasil menyakinkan ibu Hans.
"Sudah waktunya pergi!" timpal Lukas kepada anak dan menantunya.
"Baik ayah." Jawab Hans dengan memeluk ayahnya yang akan mengantikan dirinya seminggu untuk mengurus perusahan.
"Jaga istrimu dengan baik atau kau di coret dari daftra pewaris." Ancam Lukas dengan serius.
Hans sampai tidak percaya, melihat kedua orang tuanya yang langsung memihak Freya dan menyanyangi Freya dengan sekali ketemu di hari pertama.
Keduanya di dalam mobil yang di kemudikan oleh supir pribadi keluarganya, untuk menuju ke bandara pesawat. Di kursi penumpang, keduanya hanya basa basi untuk menutupi apa yang terjadi. Terutama Hans, dirinya tau. Ibunya pasti menyuruh supir pribadi untuk mengawasi mereka berdua.
Sampai di bandara, supir pribadi menurunkan keduanya dan pamit untuk pergi dari hadapan mereka. Setelah menyelesaikan tugasnya.
"Kita kemana?" tanya Freya dengan penasaran
"Ke bali.'' Jawab Hans dengan singkat
Sepanjang perjalanan mengikuti Hans, Freya banyak berpikir untuk menghindari Hans pada malam hari dan secepatnya menghubungi Ailen untuk meminta data kerja. Karena stock keuangan dirinya sudah menipis banyak.
Di dalam pesawat , keduanya diam membisu. Terutama Hans, dia memlikih tidur dan Freya membaca majalah sambil melihat tempat wisata yang di muat di majalah. Sambil berhayal, suatu saat bisa pergi ke sana. Dengan menggunakan Hp dan mengambil berapa foto di majalah dan menyimpannya di ponsel. Untuk di kirimkan ke Ailen bahwa ada tempat wisata indah yang di muat di majalah pesawat .
Dua jam perjalanan, keduanya sudah sampai di bandara bali dan menaiki taxi ke hotel yang di telah di boking oleh Hans. Di depan repsionis, Hans menambah satu kamar lagi yang akan di pakai oleh dirinya sendiri dan menyerahkan kamar pegantin kepada Freya.
Mau kamar yang mana, Freya tidak pusing dan memilih menurut dan masuk ke dalam kamarnya. Melihat sekelilingnya sangat indah. Freya mengambil berapa foto dan mengupload ke Instragram tanpa di tulis kata atau apapun. Kecuali David yang akan coment dan like. Tapi tidak di balas oleh Freya, selain hanya melihat saja dan menunggu pesan dari Ailen masuk.
Ailen bukannya mengirimkan pesan, tapi melalukan video call dan Freya langsung menyambungkan ke laptopnya. Agar memudahkan dirinya berbicara dengan sahabatnya, sekaligus bosnya.
"Wah.. kamar mu bagus sekali?" ucap Ailen dengan kagum
"Iya dan hanya di huni oleh ku saja ha ha ha?"balas Freya dengan tawa garingnya.
"Itu sangat bagus dan depak saja jauh-jauh bos pelit itu!" cloteh Ailen
"Sudah ku depak dan kapan aku bisa mulai kerja dan apakah hari ini bisa?" Tanya Freya dengan berharap
"Bisa dan akan ku kirimkan semua pekerjaan mu lewat e-mail,"
"Syukurlah..'' balas Freya dengan menghela nafas lega
"Oh ya, bulan depan temanin aku ke korea! Ada kerjasama dengan perusahan SAG dan kau bisa ketemu dengan idolamu lo..?"
"Siapa?" balas Freya cepat
"CEO dari perusahan SAG, Christoper Vollente!"
"Benaran.. bisa ketemu dengan Christoper Vollente?'' tanya Freya untuk memastikan lagi.
"Iya dan kau harus ikut, karena kau adalah seketaris pribadiku! Aku harus kembali kerja dulu, abangku sudah kembali naik tanduk nih."
Ailen langsung mematikan panggilan Video callnya, menatapi abang tirinya dan sekaligus calon suaminya. Yang menatapi dirinya dengan mestra dan menyerahkan sebuket mawar padanya.
"Kak lex, ini di kantor! Apa kau tidak bisa lebih sopan lagi?" cloteh Ailen
"Memangnya kenapa? Lagian aku ini CEO-nya dan suka hatiku untuk menemui istriku?" balas Alex dengan tidak senang akan sikap Ailen yang menegurnya.
"Apa kata orang nantinya, seorang CEO kerjanya bermalas-malasan?"
-----------------------------------------------------------------------------------mangatoon.
"Aku tidak perduli apa kata orang dan jangan lupa, aku ini calon suamimu!"
"Aku tau dan kita harus segera menyelesaikan semua proyek kerjasama ini."
"Tentu saja dan setelah itu, kita langsung menikah?"
"Iya, tapi beresin semua kerjaan ini! Biar ayah setuju dengan hubungan kita, jangan lupa dengan persyratan ayah padamu?"
"Aku tidak akan lupa dan aku akan mendapatkan kontrak kerjasama dengan Viktor Junho."
"Selamat berjuang kak Alex." Balas Ailen dengan semangat
KAMU SEDANG MEMBACA
Wedding and Contrack
عاطفيةUntuk menyelamatkan wajahnya dan keluarga dari aib. Hans meminta Freya yang merupakan mantan seketaris yang menurutnya sangat jelek untuk menikah kontrak dengannya. Demi kepentingan bersama, Freya menerima permintaan Hans. Tanpa Hans sadari, dirinya...
