CHAPTER 16

5.8K 221 49
                                        


"Perhatian-perhatian, kepada seluruh jajaran Taruna Angkatan Darat diharapkan berkumpul di lapangan pada pukul 14.00 WIB. Bersangkutan dengan diselenggarakannya pengumuman penempatan dinas PRAJA dari KASAD. Terimakasih"

Pengumuman itu bergema diseluruh penjuru batalyon pendidikan.

Mendengar hal ini napsu makan Adhit hilang seketika. Tiba saatnya harus menerima kenyataan bahwa siap ditempatkan dimana saja.

Sesuai dengan janji ketentaraannya, siap tempur tanpa memandang medan pertempuran.

"Habiskan makananmu. Kau mau dicincang pelatih?"

Rayhan mendapatkan Adhit terdiam cukup lama setelah pengumuman tersebut dikumandangkan.

Tanpa menjawab pertanyaan Rayhan, Adhit kembali menyuap makanan ke mulutnya.

Tak hanya bagi Adhit, tapi semua yang mendengar pengumuman itu menjadi sakit perut. Bagaimana tidak?

Banyak orang mengatakan bahwa first impression itu penting, berarti inilah first impression mereka. Dimana mereka harus siap bekerja langsung sebagai kesatuan tentara yang disebar ke seluruh Indonesia.

Ada yang di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan yang paling ditakutkan mereka adalah Papua.

Karena Gerakan P** Merdeka tidak pernah surut, seakan-akan mereka dipaksa berperang melawan sesama rakyat Indonesia.

*Nguuung Nguuuung Nguuuung*

Segera setelah mendengar bel berbunyi, waktu makan siang mereka habis tepat pukul 14.00.

Grudukan mereka langsung berlari untuk bersiap berbaris dilapangan sesuai instruksi. Tak lupa membawa senjata dan perlengkapan lainnya.

Saat KASAD naik ke podium, disitulah banyak jantung yang sedang berpacu begitu cepat

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Saat KASAD naik ke podium, disitulah banyak jantung yang sedang berpacu begitu cepat.

Setelah memberi pengarahan cukup lama, kini giliran pembacaan penempatan dinas untuk 400 prajurit taruna.

Adhit berdoa dalam hati, semoga apapun keputusan hari ini adalah keputusan dari Tuhannya.

Entahlah, ia sedikit tak rela kalau memang harus melepaskan tanah jawa. Banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab olehnya.

Terutama, kecelakaan itu.

"Adhitama Sasongko, dengan nomor identitas 185"

Adhit menahan napas saat namanya dipanggil oleh Ketua AD 

"Komando Daerah Militer XXXXX/Kaswari, Papua Barat"

Holy crap.

Mood Adhit langsung anjlok seketika, ia tak bisa mendengarkan kelanjutannya karena pikirannya sudah terlalu campur aduk.

Usai upacara pengumuman, Adhit tak langsung kembali ke barak.

Ia pergi ke rooftop gedung paling ujung untuk merokok agar tak ketahuan oleh pelatih.

[NOT] AFFAIR !!Where stories live. Discover now