CHAPTER 3

23.9K 292 5
                                        


Kevin Triangga 

20 Mei 1996

"Jadi dia ngehubungi lo lagi?" 

Allysia menghembuskan napas kasar sembari memberi anggukan sebagai jawaban atas pertanyaan itu.

"Brengsek!" umpat Kevin

Allysia mengedikan bahu lesu, tak ketinggalan memasang tampang sedihnya.. 

Kevin benci kalau Allysia rapuh dan memasang tampang seakan-akan belum makan sebulan.

"Apa perlu gue suruh junior gue buat ngerjain dia?"

"Stop, Vin! Gak usah lebay lo ah, jangan mentang-mentang lo udah Perwira seenak jidat mau ngerjain dia yang masih Taruna"

YA.

Kevin memiliki profesi sebagai abdi negara lulusan Akademi Militer sebuah akademi terbaik di Indonesia. Begitu juga dengan profesi sang ayahanda Allysia.

Sehingga ikatan hirarki ketentaraannya lah yang membuat mereka berdua menjadi begitu dekat dan saling terbuka hanya dalam 2 tahun belakangan ini.

Seakan-akan mereka seperti duo kembar siam beda kelamin, apalagi Kevin sedang menjalani pendidikan lanjutan di daerah Bogor.

Dan.. Taruna?

Aaah itu sebutan disaat masih pendidikan di akademi sebelum lulus dan terlantik sebagai seorang Perwira.

"HAHA, lagian lo sih. Yaudalah, palingan dia cuma iseng ngehubungi lo gara-gara suntuk pas pendidikan, gausah baper" ejek Kevin

"Doa lo jelek banget, sialan! Tapi, setelah kecelakaan itu, kenapa baru sekarang dia datang?"

"Jangan berharap, Sya. Kita nggak pernah tahu isi hati orang sekalipun itu orang yang sangat lo kenal"

Allysia terdiam. Perkataan Kevin ada benarnya, sangat benar malah.

Terkadang ia sangat ingin mempercayai Kevin agar hidupnya bisa sedikit lebih mudah dan skuyliving. Tapi percayalah, Allysia sudah mencoba berbagai cara selama 11 tahun lamanya. Dan hasilnya, masih nihil.

Tanpa disadari gadis itu, Kevin hanya bisa tersenyum pahit melihat respon Allysia atas ucapannya.

Drttt... Drrt... 

Buru-buru Allysia mengecek handphonenya, setelah tahu siapa yang menghubungi, bibirnya berdecak malas. 

Ck, libur-libur ganggu aja.

"Halo, Selamat Siang Pak Elvano"

"..harus kah saya berkata bahwa saya tidak baik-baik saja Pak?"

"oh baik Pak. File akan saya kirim via email di hari nan indah ini"

"Siap baik Pak"

Tut.

Kevin memiringkan wajahnya menatap Allysia, seakan-akan bertanya 'siapa itu'

"Ah, si bos. Biasalah, merusak weekend gue" cuning Allysia

Kevin manggut-manggut.

"Lo hebat banget bisa deket begitu ya sama bos. Ngemengnya santuy amat"

"Yeahh, gitu deh. Semenjak gue dianter pulang sama dia, jadi luwes aja relationnya"

"Dianter pulang? Berdua doang?" tanya Kevin tak yakin. Sebagai jawabannya Allysia mengangguk.

"Dan tau gak lo, Vin. Gue ngelakuin hal bodoh banget asli didepan dia. Masa iya gue nangis bego didepannya gegara nih kampret tibatiba muncul di hidup gue lagi. Aslinya pengen gue geplak palanya bos abisnya meluk sembarangan, tapi otak gue udah keburu capek" curcol Allysia

[NOT] AFFAIR !!Where stories live. Discover now