"Lea mau apa sayang?"
Dari setengah jam yang lalu aku berada didekapan Mama. Mama, Papa sudah pulang kemarin, jadi aku bermanja-manja dengan Mama, sedangkan Bang John baru bisa pulang hari ini. Sebetulnya sesi berpelukan dengan Mama itu jarang terjadi, Mama bahkan jarang untuk berkata manis didepanku, seperti ucapan sayang barusan. Tapi kali ini Mama juga benar-benar tidak mau melepaskan aku.
"Mau dipeluk Mama aja," jawabku, Mama terkekeh lalu mengusap rambutku pelan.
"Aduh, makin deket hari nikahan, makin manja ya anak Mama." Mendengar itu, aku mengeratkan pelukan. "Mama jadi ga nyangka Adek duluan yang bakalan nikah dari si Abang."
"Bang John marah ga Ma?"
"Hah? Buat apa marah, salah dia sendiri sibuk kerja. Mama mau jodohin dia sih sama anak temen Mama yang namanya Irene, tapi dia nya ga mau. Yaudah terserah Abang mu aja," ujar Mama, aku mengangguk lalu tersenyum simpul saat melihat Papa yang baru saja duduk disamping kiriku. Jadi sekarang aku ada di tengah-tengah Papa dan Mama.
"Hayo, ngomongin apa nih?" tanya Papa. Kemudian Mama sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap Papa.
"Ga boleh tau, ini obrolan perempuan." Papa terkekeh mendengar jawaban Mama. Aku yang melihatnya pun lantas tersenyum sendu, keluargaku tidak pernah seperti ini.
"Yang jemput Abang di bandara siapa Pa?" aku tiba-tiba saja kepikiran Bang John yang katanya landing sore ini.
"Abang kamu bilang ga mau di jemput."
"Oh iya, malem ini kita dinner sama keluarga Jeff kan, Mama hampir aja lupa."
Oh iya, sebenarnya makan malam ini ajakan Bunda dan Ayah Kak Jeffrey karena memang jarang juga keluargaku dan keluarga Kak Jeffrey berkumpul. Terakhir saat membahas masalah pernikahan dan aku tidak mengingatnya sama sekali karena itu dilakukan sebelum aku datang ke sini.
"Dor!"
"ASTAGA!"
Aku, Mama dan Papa sontak terkejut. Bahkan Mama dengan refleks memukul oknum yang mengejutkan kami.
Bang John orangnya.
"Ini anak siapa sih?! Inget umur kamu John! Kalau Mama jantungan tadi gimana?!" Kesal Mama, sedangkan Bang John hanya bisa terkekeh.
"Maaf Ma," ujar Bang John, lalu mendapat toyoran pelan dari Papa.
"Loh katanya sore, ini masih siang dah nongol aja kamu." Bang John langsung duduk disamping Papa dengan menyandarkan kepalanya disofa.
"Boong aja biar kejutan." Aku tertawa melihat ekspresi Mama dan Papa yang terlihat dongkol.
Lagi, aku harus ucapkan. Keluargaku tidak pernah seperti ini.
"John sana ke kamar, mandi terus istirahat bentar, malem nanti kita makan malem sama keluarga Jeff." Bang John mengangguk dan segera berdiri. Sebelum berlalu dia mendekat ke arahku dan mendaratkan kecupan singkat dipucuk kepala.
***
Malamnya keluargaku dan keluarga Kak Jeffrey mengadakan makan malam disalah satu restoran. Bang John ikut, hanya saja Kak Krystal tidak bisa ikut. Disini semuanya membahas hari pernikahan kami nanti dan setelahnya malah menggoda Kak Jeffrey bahkan telinga Kak Jeffrey sampai memerah karena malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
LIMERENCE
Mystery / Thriller❝mati atau sengsara.❞ Sungguh, jikalau dapat mengulang waktu, Allea tidak ingin mengambil resiko besar dalam hidupnya. Tepatnya saat ia dibutakan oleh tawaran mematikan karena rasa cinta berlebihan kepada kakak tingkatnya, Jeffrey Christiano. Dia ba...
