Special Chapter - Jealousy

1.1K 90 49
                                        

"Serius aku enggak boleh ikut ke kafe?" June melontarkan pertanyaan yang sama sejak tadi malam.

"Enggak." jawab Bobby pendek masih dengan kegiatannya mengaduk latte-nya dan coklat hangat untuk June. Pagi ini terasa lebih dingin karena sudah masuk musim hujan. Ia lalu menghidangkan minuman tadi kehadapan June yang masih menatapnya memelas.

"Ini weekend, By, kamu tega ninggalin aku sendirian?"

Bobby berusaha keras untuk tidak luluh terhadap June yang memandanginya dengan puppy eyes-nya.

BIG NO!

Bahkan June sudah mengeluarkan jurusnya, memanggil Bobby dengan sebutan, 'By'. Ia sungguh tau bahwa Bobby sangat lemah dengan panggilan tersebut.
Awal-awal ketika ditanya dapat ide dari mana, apakah itu panggilan karena namanya Bobby (?), dengan lantang uke-nya itu menjawab, "bukan." ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, "tapi dari Baby..." sukses membuat Bobby lalu mengukungnya hingga pagi.

June kemudian turun dari kursinya, mendekati kekasihnya yang sudah sibuk dengan beberapa berkas laporan akhir bulan, "berarti kamu juga enggak boleh berangkat." kata June dengan nada menuntut.

Bobby menarik napasnya berat, "Hanbin ada acara weekend ini. Kalau aku enggak ada juga nanti anak-anak keteteran, kasihan. Weekend begini pasti bakalan rame, sayang."

"Ya kan malah bagus aku ikut, bantuin kamu, kemarin-kemarin juga begitu." protes June.

Iya, Bobby mengerti sekali.
June memang sering sekali menghabiskan waktunya di kafe Bobby. Sekedar membantu menghidangkan atau menjadi kasir saja. Karena tentu saja June tidak tahu apa-apa mengenai hukum mencampur minuman.

Tapi ada satu yang mengganjal hatinya sejak minggu kemarin yang membuat ia berkeras untuk melarang June ke kafenya sejak saat itu.

*
*
*
*
*

Sabtu malam, satu minggu lalu...

June masih dengan sangat cekatan mengantarkan beberapa pesanan, menerima orderan, dan melayani pembayaran. Ia yang memang memiliki pengalaman bekerja di retail benar-benar sudah sangat mumpuni untuk melayani customer dengan sangat baik bahkan luar biasa.
Beberapa customer lalu terang-terangan memujinya didepan Bobby.
Pria, wanita, tua dan muda, benar-benar puas dengan pelayanan yang June berikan.

Sampai suatu ketika mereka mendapatkan seorang pengunjung keturunan Perancis, tampan, sangat. Tidak perlu diragukan lagi. Dengan perawakannya yang khas ia mendatangi meja bar, lalu membuat pesanan. Yang kebetulan dilayani dengan sangat baik oleh June.
Awalnya, sungguh sangat baik-baik saja, sebelum akhirnya Bobby mendapatkan panggilan dari pengunjung tersebut melalui karyawannya yang sedang membersihkan meja disebelah pria perancis itu.

"Kafe ini bagus sekali dan sungguh tidak biasa, dan pelayanannya sangat ramah. Benar-benar luar biasa. Excellent."

Bobby lalu mengucapkan terima kasih berulang kali, kemudian mereka duduk bersama dan mengobrol banyak hal. Hanya salah satu service yang diberikan oleh Bobby karena memang terkadang tempatnya dijadikan para turis sebagai tujuan untuk menghilangkan lelah sejenak setelah berjalan-jalan.

Lalu, "boleh aku bertanya?" tanya pria itu dengan mata yang melebar ke arah meja kasir, "bisakah aku memiliki nomor kontak karyawanmu yang tadi melayaniku?" tunjuknya menggunakan dagu.

Bobby menolehkan kepalanya mengikuti arah mata pria Perancis itu. Wajahnya seketika berubah horor.

 Wajahnya seketika berubah horor

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FILL ME  - Koo Junhoe & Kim Jiwon [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang