Chapter 7 - Then What?

912 82 25
                                        

Mood June cukup bagus hari ini. Karena retail mereka mendapatkan pencapaian lebih dari target, akhir tahun ini mereka diperbolehkan tutup toko dan libur selama dua hari. Walau tidak bisa serta merta libur saja, karena kantor pusat mengadakan semacam Gathering untuk karyawan.

Maka disinilah June, Jinan dan Chanwoo berada. Di sebuah penginapan salah satu pulau terpencil yang belakangan menjadi tujuan wisata turis domestik.

Ah ya, dan jangan lupakan Ciara Estevan, sebagai atasan mereka sejak dua minggu lalu. Diluar dari wajah cantiknya, Ciara bisa dikatakan sebagai atasan yang sedikit semena-mena dengan jam kerja. Selalu sedikit lebih terlambat datang, dan selalu sedikit lebih cepat pulang. Namun mereka bertiga memilih tidak menghiraukan, karena sebenarnya, jauh sebelum ada Ciara, mereka sangat baik-baik saja. Jadi tidak terlalu masalah selama Ciara tetap datang walau belum tentu bekerja dengan baik, mereka tidak mau terlalu ambil pusing. Maka dari itu terkadang mereka saling mengandalkan. Walaupun lebih banyak Jinan dan Chanwoo mengandalkan June sebagai karyawan senior.

Bobby?
Laki-laki itu tentu saja berkumpul dengan para atasan dari kantor pusat. Karena memang rombongan mereka yang terpisah.

Cottage yang dilengkapi dengan tiga kamar itu menghadap langsung ke laut. Satu hal yang membuat mereka tidak menyesal untuk memutuskan ikut walau sebenarnya mereka sudah ada acara selain ini. Namun rasanya tidak jelek juga.

"Kalian enggak ada yang mau ngalah sama aku?" tanya Ciara yang tiba-tiba sudah menerobos masuk ke dalam penginapan mereka. "Aku ditempatin di kamar lain dengan orang-orang yang enggak aku kenal."

Mereka bertiga menggeleng serentak. Membuat wanita cantik itu menghembuskan napasnya kuat-kuat.

"Aku belum lihat mas Bobby dari kita sampai disini." kata Chanwoo sambil membuka kopernya. June hanya mengedikkan bahunya sedikit.

Beberapa hari ini Bobby memang terlihat sibuk menjadi panitia Gathering. Jarang ke toko, lebih banyak ke kantor, terlihat lebih sibuk di rumah, harus sedikit dipaksa untuk tidur. Diingatkan makannya, minum air putih nya. Rasa-rasanya mereka menjelma menjadi pasangan yang sudah menikah.

"Aku mau makan siang, ikut enggak?" tanya Jinan sambil menepuk-nepuk perutnya, "sepertinya perutku sedikit kembung karena naik kapal penyebrangan tadi. Butuh sesuatu yang hangat."

June dan Chanwoo lalu berpandangan sejenak, sudah waktunya makan siang, "yuk, aku juga mau cari daleman. Kayaknya ketinggalan." kata Chanwoo yang membuat June tersedak saat ia menenggak air mineral yang disediakan di penginapan mereka. Baiklah, rasanya tidak buruk untuk jalan-jalan setelahnya.

***

"Nanti malam dinnernya jam berapa ya?" tanya Chanwoo yang masih melihat-lihat beberapa souvenir di sepanjang jalan dekat pantai, mungkin ada yang bisa ia beli untuk dibawa pulang. Mereka berjalan-jalan sedikit menyusuri pemukiman yang disulap menjadi seperti pasar rakyat. Banyak pedagang yang menjajakan keperluan turis, seperti tikar lipat, payung, topi, kacamata fashion dan lain-lain.

"Jam tujuh." jawab Jinan pendek, kemudian, "aku bawa setelan jas tapi katanya ada after party-nya. Ya kan, Jun?"

June mengangguk pelan, "iya, kata mas Bobby gitu. Ada pertunjukan kejutan juga dari HRD, tapi dia bilang rahasia. Surprise spesial untuk karyawan retail katanya. June melihat-lihat kacamata yang sedikit menarik perhatiannya, ia coba sebentar, lalu ia taruh lagi ke tempat semula, "aku juga bawa stelan, tapi kayaknya aku agak males pakai— sebentar, itu Ciara?" matanya menatap ke satu meja kayu yang terletak di sebuah kafe pinggir pantai. Tertawa lepas.

"Dan mas Bobby," jawab Chanwoo cepat. "Aku rasa waktunya kita kembali ke penginapan." kata Chanwoo yang sudah melihat gelagat June yang tidak enak.

***

FILL ME  - Koo Junhoe & Kim Jiwon [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang