🔞 silahkan dengarkan youtubenya sambil membaca ya, semoga mendalami!
Soobin melangkahkan tungkainya menuju parkiran. Setelah pembicaraan dengan Taehyun, membuatnya sedikit menyadari ada sesuatu yang aneh. Ia merasa tak mungkin, karena ia benar benar berjanji akan membayar nyawa dengan nyawa.
Soobin mendesah gusar sambil menjalankan mobilnya memecah hiruk pikuk kota Seoul pada malam hari dan bergegas menuju kediaman Yeonjun.
***
Soobin tersadar dari lamunannya dan menatap Yeonjun yang masih betah menatapny dengan senyumannya.
"Ini baru berapa minggu semenjak kejadian aku menjadi buronanmu, tapi bahkan lukaku hanya sedikit dan masih bisa sembuh tuh. Aku bersyukur, karena masih diizinkan hidup dan membayar semuanya padamu." Jelas Yeonjun. sorot matanya menunjukkan bahwa ia putus asa. Banyak hal yang sudah terjadi walaupun Soobin baru saja memulai kegiatannya.
"Bisakah aku pulang dulu? kedua kakakku pasti akan mencariku, dan akan mencurigaimu, atau bisakah kau mengantarkan makanan kepada mereka...?" pinta Yeonjun. Soobin menatapnya dingin tanpa sepatah kata pun.
"Kumohon, setidaknya biarkan mereka hidup...", Ringis Yeonjun kala ia menggerakkan lengannya yang berat. Entah mengapa, Soobin duduk didepan Yeonjun, memandangi ciptaan Tuhan yng juga menghancurkan ciptaanNya secara tak sengaja.
Tak sengaja. Soobin tau Yeonjun tak sengaja.
Bahunya terkulai lemas. Tangannya tak bisa bergerak karena rantai berat mengelilinginya. Sorot matanya sayu, senyumnya tetap terlihat manis walaupun dengan sudut bibir yang masih membengkak, ia menatap Soobin dengan manik matanya, berharap Soobin bisa mengirimkan makanan dan pesan pada kedua kakaknya bahwa ia baik baik saja bersama Soobin.
Soobin menuruti permintaan Yeonjun dan memberikan mandat pada pengawalnya, sesuai dengan permintaan Yeonjun. Ia tersenyum pada kedua pengawal yang menatapnya iba.
"Soobin, kau sudah makan?", sela Yeonjun. Soobin menoleh padanya dan menggelengkan kepalanya. Masih teringat perkataan Taehyun padanya.
Silahkan kau siksa dia dirumahmu. Jangan dirumahnya atau di public. Jangan bodoh. Kau mau dia.
Soobin memandangi wajah Yeonjun. Benar. Wajah yang sempat mengisi mimpinya dan suara yang sempat hampir mengisi relung hatinya yang sudah jauh terkubur. Namun pikiran dan hatinya masih berperang. Ia mengingat bagaimana Arin memperlakukannya, sama halnya dengan Yeonjun.
"Tuan— kata Namjoon dan Taehyung ia akan memanggil polisi dan menggeledah rumah ini.", Soobin sontak memandangi Yeonjun tak percaya. ia berfikir bahwa Yeonjun sengaja menjebaknya. Lalu satu tamparan keras mendarat pada pipi yeonjun.
"Paman?", Yeonjun menatap kedua pengawal itu. Soobin mengikuti arah pandang Yeonjun. Ia tersenyum ramah pada kedua pengawal itu. Semakin mengikis hati yang melihat.
"Katakan pada mereka, aku baik baik saja, Soobin memperlakukanku dengan baik, percayalah. Tengah malam aku akan kembali kerumah, tolong ya?" pinta Yeonjun. Kedua pengawal itu hanya bisa menatap Yeonjun dan Soobin bergantian.
"Lakukan apa yang dia minta.", titah Soobin diikuti anggukan pengawalnya.
Soobin memandangi Yeonjun. Tidak, itu bukan sorot mata kecewa, melainkan kesedihan. Ia menatap Soobin dengan sorot mata kesedihan.
"Soobin–",
"Bagaimana rasanya memiliki keluarga utuh??", Soobin menatap Yeonjun dalam diam. Ia menerawang ke manik mata Yeonjun yang meredup. Soobin duduk didepannya lalu memegang dagu milik Yeonjun kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dare To Love
Fanficapa yang terjadi ketika ketua komplotan mafia terbesar di daerah tempat tinggalmu, mengincar dan memburumu hingga kemana kau melangkah akan terus terdengar olehnya? sub!yeonjun dom!soobin mature content. #bxb #soojun #tomorrowxtogether #fanfiction #...
