🔞
"yYAAA–!! CHOI BEOMGYU! PELANKAN SUARAMU DAN TAEHYUN! AKU BAHKAN TAK BISA FOKUS DENGAN FILMKU DISINI", seru Yeonjun diruang tamu malam itu. Iya, malam itu Taehyun berkunjung ke rumah mereka– dengan alasan Taehyun ada tugas disana– ya tugas membuat Beomgyu dan suara suara menggelikan untuk didengar oleh telinga Yeonjun. Sudah hampir 2 jam lamanya, Yeonjun mencoba fokus dengan film yang sedang diputar malam itu, tetapi suara suara itu kerap kali memecah keseriusan Yeonjun dengan aksi dan adegan heroik yang disuguhkan film itu. Yeonjun bersungut sebal dan nyaris memadamkan listrik dirumah mereka, saking jengkelnya dengan hormon anak muda yang sulit dikontrol.
Ia kemudian mematikan televisi dan beranjak menuju kamarnya, walaupun ia harus melewati lantai yang sudah menggema dengan suara suara menggelikan itu.
Yeonjun memasuki kamarnya lalu menguncinya rapat, ia kemudian menutup gorden kamarnya, kain bewarna abu abu muda itu menutupi jendelanya. Ia menatap sekeliling kamarnya, ntah sejak kapan ia mulai mencoba warna seperti kamar Soobin– nuansa abu abu tua dan muda– tidak dengan hitam untuk Yeonjun. Ia mendudukan dirinya pada kursi mejanya, lalu membuat suatu tulisan kaligrafi dengan beberapa cuitan kutipan manis disana dan menempelkannya pada beberapa benda kecil, salah satunya lilin aromatherapy favoritenya.
Pikirannya masih suka membahas tentang Soobin. Ah, sudah beberapa hari, bahkan 3 hari lebih, ia terus menerus dihantui oleh bayangan Soobin yang bisa saja belum memaafkannya dan akan mengincarnya kembali. Perasaan Yeonjun terluka jika mengingat usahanya untuk mencintai Soobin justru ditolak mentah mentah oleh Soobin, karena Soobin hanya menganggap Yeonjun sebagai samsaknya saja, dan Soobin tidak membutuhkan cinta atau kehangatan dari Yeonjun, ia hanya perlu menghancurkan hidup Yeonjun untuk membayar kejadian 4 tahun lalu.
Yeonjun memegangi dadanya, merasakan jantungnya masih berdegup namun tak begitu stabil– karena tiap membahas Soobin, jantungnya berdegup tak keruan. Syukurlah, pernafasannya masih berfungsi dengan baik, sehingga ia mampu mengontrol dirinya dan degupan jantungnya.
Haruskah ia berhenti menaruh perasaan dan kepercayaannya pada Soobin? dulu, ia percaya bahwa Soobin adalah orang baik, dan ia percaya Soobin akan berubah ketika ia berhasil menyentuh sisi Soobin. Namun ternyata? tidak, Yeonjun bahkan sudah sedari awal kalah dengan Soobin, sedari awal ia sudah tak pantas bersama Soobin.
Yeonjun, yang hanya bermodalkan dengan kepercayaannya pada Soobin, nyaris kehilangan semangat.
***
"Pergilah ke Jeju. tunggu apalagi?", Hyunjin menatap Soobin gemas. Bisa bisanya temannya ini–sekarang mereka sudah menjadi teman lumayan dekat,– tidak memiliki keberanian untuk melakukan perjalanan ke Jeju? Cih, untuk menginjak kepala seseorang saja ia terlampau berani, masa hanya ke Jeju ia tidak memiliki nyali? Hyunjin berpikir nyalang sambil menatap Soobin yang masih terdiam menunggu omelan dan ocehan Hyunjin.
"Bin! pergilah!", Soobin menatap Hyunjin datar.
"Apakah ia akan menerima kedatanganku?", Hyunjin mengangguk. Soobin mengedarkan pandangannya keluar jendela.
"Relax, dia pasti menerimamu, percayalah, kau percaya pada Yeonjun hyung kan?", Soobin menatap Hyunjin kembali, Hyunjin menepuk bahu Soobin sekilas lalu meninggalkan kedai. Soobin menyesap iced milky-fee miliknya, minuman yang pertama kali membuatnya menoleh pada Yeonjun. Keadaan kedai lumayan berbeda dari pertama ia disini, Taehyun dan Hyunjin melakukan sedikit renovasi dengan bangunan kedai ini, kedai dimana pertama kali manik matanya bertemu dengan manik mata Yeonjun.
Pukul 20.00, Soobin menekan salah satu nomor pada gawainya.
"Sekarang.", ucapnya singkat lalu beranjak meninggalkan kedai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dare To Love
Fiksi Penggemarapa yang terjadi ketika ketua komplotan mafia terbesar di daerah tempat tinggalmu, mengincar dan memburumu hingga kemana kau melangkah akan terus terdengar olehnya? sub!yeonjun dom!soobin mature content. #bxb #soojun #tomorrowxtogether #fanfiction #...
